Impian harus menyala dengan apapun yang kita miliki, meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun itu retak-retak
-9 Summers 10 Autumns, a novel-
Beberapa tahun terakhir rak toko buku di seluruh Indonesia diramaikan oleh buku fiksi berbalut kisah masa lalu yang berbuah manis di masa depan. Sebut saja Tetralogi Laskar Pelangi, Trilogi Negeri 5 Menara, dan 9 Summers 10 Autumnsserta masih banyak novel lain yang menginspirasi. Setidaknya untuk saat ini cerita masa lalu terbukti sukses diceritakan dan dibukukan.
Kenangan, masa lalu adalah jejak yang berlengan, selalu akan menarik ke belakang bila tidak berani melepaskan. Berbeda dengan seorang Iwan Setyawan, ia justru membiarkan lengan masa lalunya menarik ke belakang sebagaimana yang ia kisahkan di novel ber-coverkan dua buah apel, dari Malang (terkenal dengan Apel Malang-nya) hingga ke New York (The Big Apple—sebutan untuk kota New York).
Kisah dalam novel dibuka dengan adegan seorang anak kecil, usia sekolah dasar menyaksikan peristiwa perampokan yang dilakukan dua remaja terhadap pria berperawakan kecil yang terjadi pinggiran kota New York. Lalu kisah berlanjut dengan perkenalan anak kecil tersebut dengan pria korban perampokan. Pembaca bahkan diajak menelusuri cerita seperti menarik ulur mesin waktu, sebentar di masa sekarang, sebentar diajak masuk ke pusaran waktu menuju masa lalu. Begitulah Iwan meramu kisahnya serupa semi autobiografi dirinya sendiri.
‘Saya hanya tidak ingin menjadi supir angkot, seperti Bapak saya’, dalam sebuah seminar pendidikan berkarakter (02/11), Iwan mengaku kepada peserta, itulah salahsatu alasan kenapa ia mampu membawa perahu layarnya hingga ke New Yorkdan menjadi Director, Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, New York. Iwan sekali lagi meyakini bahwa satu-satunya cara keluar dari keterbatasan ekonomi adalah bersekolah serajin-rajinnya.
Menjadi anak laki-laki satu-satunya dari 5 bersaudara jadi beban tersendiri bagi Iwan, belum lagi ketakutan yang amat sangat jika hidupnya kelak berakhir sama seperti Bapaknya yang sopir angkot. Mengingat lingkaran kemiskinan sudah seperti lingkaran setan, jika Bapak seorang sopir angkot mungkin anaknya juga akan menjadi sopir angkot, dalam hal ini pepatah buah jatuh dari pohonnya menguatkan ketakutan Iwan kecil sehingga mati-matian ia belajar dan menuntaskan pendidikan meski sesekali tertatih. Sederhana. Sesungguhnya ia tidak berjuang sendiri, dalam kesulitan apapun, semiskin apapun, tetap kekuatan dan kehangatan cinta mampu menguatkan setiap anggota keluarga dalam membangun masa depan bersama yang lebih baik.
Novel ini diceritakan berdasarkan kisah nyata penulisnya, ditulis dengan alur maju mundur, dinarasikan dengan gaya melankolis, membawa pembaca hanyut ke dalam kisahnya, siap-siap terkejut pada halaman terakhir dimana Iwan mengungkapkan satu point yang telah ia lewati, dan di titik itulah ia menjadi unstoppableman menuju bagian teratas dari hidupnya. Lalu siapakah bocah kecil yang selalu menemani Iwan dalam novel ini?
Seperti pendahulunya yang sudah-sudah setiap novel yang kaya akan pelajaran dan pengalaman hidup pasti bertabur endorsement dari para penulis terkenal, praktisi pendidikan, hingga politikus sekaliber Anas Urbaningrum, Menggugah. Satu kata untuk novel ini. Iwan, lanjut Anas dalam endorsmenent-nya, berhasil membahasakan dengan ringan dan renyah bahwa pendidikan dan determinasi hidup adalah sahabat sejati perbaikan nasib manusia.
Selain itu Iwan dalam penulisan novelnya ramai akan petikan dialog berbahasa Inggris, mungkin buat pembaca yang menekuni atau suka dengan bahasa Inggris, membaca novel ini bisa sekalian melatih dan mengkoleksi perbendaharaan bahasa Inggris Anda. A must read novel, pas banget dibaca saat musim liburan seperti ini. Selamat menggali kekayaan jiwa dalam tiap lembaran kisahnya. Selamat Membaca!
Terkaget-kaget melihat deadline Blog Writing Competition yang deadline-nya 1 Januari 2012, semoga masih diberi kesempatan #pasti adminnya baik hati =)
http://lestariairku.dagdigdug.com/
AIR. Aku tidak bisa bayangkan jika hidup tanpa air. Aku masih bisa hidup tanpa makan beberapa hari tapi untuk hidup tanpa air selama berhari-hari, tetap tidak bisa dibayangkan #Alhamdulillah, jangan sampai terjadi dah. Tubuh kita saja sebagian besar terdiri dari air, otak kita apalagi, banyak mengandung air, itu sebab kurang konsentrasi berarti kekurangan air alias kurang minum. Apalagi? Ya hidup kita ini dikelilingi, air, air, air dan air.
Apa Kabar Air Kita Hari Ini?
Pernahkah kita menanyakan kondisi air kita saat ini? Sudah saatnya kita mempertanyakan kabar air kita. Air hari ini layaknya manusia, jika diperlakukan terlalu bahkan diabaikan, ia bisa menjadi bencana, tsunami, banjir, es yang mencair di kutub utara, dan jika diperlakukan dengan selayaknya air tentu menjadi sahabat yang baik untuk semua.
Beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia, sejatinya ungkap Ketua Umum Panitia Hari Air Dunia XVIII (22/3/11) seperti dilansir di situs mitrainsani.or.id, Mochammad Amron, potensi sumber daya air di Indonesia cukup besar. Negara kita menduduki posisi ke-5 di dunia setelah Brazil, Amerika dan Canada.
Yah, walaupun kita menduduki urutan ke 5 untuk urusan besarnya sumber daya air, jangan buat kita menjadi seorang yang boros air. Bisa jadi survey itu dibuat hanya untuk melalaikan kita, hingga someday persediaan air bersih kita berkurang, kita tidak punya cukup alat untuk membiayai program pengelolaan air bersih, dan membuat Negara ini berhutang kepada Negara maju hanya untuk urusan air. Tidak perlu menunggu, komersialisasi, privatisasi air, atau –sasi apalah istilahnya, yang jelas sedang melingkupi Negara ini.
Sebanyak 300 PDAM tulis Launa, Sip., Mm dalam opininya berjudul ‘Hak Rakyat Atas Air’ di situs Kabar Indonesia.com, yang diberikan hak mengelola air bersih bagi masyarakat dianggap tidak mampu mengelola usaha komersialisasi air secara efisien dan menguntungkan akibat administrasi yang buruk. Sehingga saat ini, sekitar 168 juta penduduk Indonesia belum memperoleh akses layak atas air bersih.
Nah, dalam kondisi inilah dunia yang berpaham kapitalisme ini mulai menancapkan kukunya, Bank Dunia (BD) lanjut Launa dalam tulisannya, menawarkan kebijakan pengelolaan sumber daya air dengan total utang mencapai 500 juta USD (sekitar Rp. 4.5 Triliun). Berdasarkan kesepakatan itu, pada tahun 1998 Indonesia mengajukan program restrukturisasi sektor air bernama Water Resources Sector Adjusment Loan (Watsal). Wow! Bisa-bisa someday Indonesia menjual seluruh air untuk membayar hutang negara.
UU Sumber Daya Air
Setelah dibaca-dibaca lagi, ternyata Negara punya UU yang menjamin hak setiap penduduknya untuk memperoleh air #banyak juga ya yang dijamin Negara ini atas rakyatnya.
Pengelolaan sumber daya air telah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Pasal 2 undang-undang itu menegaskan bahwa sumber daya air dikelola berdasarkan asas kelestarian, keseimbangan, kemanfaatan umum, keterpaduan, dan keserasian, keadilan, kemandirian, serta transparansi dan akuntabilitas. Selanjutnya, Pasal 4 dan 5 menegaskan bahwa sumber daya air memiliki fungsi sosial, lingkungan hidup, dan ekonomi yang diselenggarakan dan diwujudkan secara selaras. Negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan minimal sehari-hari guna memenuhi kebutuhan hidup yang sehat, bersih, dan produktif.
Dilemmatis memang menjadi air. Diperebutkan sana sini, beda dengan minyak yang jika tidak ada minyak masih ada gantinya, namun jika air, air mahibarat lagu, tak tergantikan, dan tak bisa berpaling ke lain hati.
Jika sudah bicara jamin menjamin, tentu akan jadi masalah bagi daerah di Indonesia ini yang memang daerah yang memilikii curah hujannya sedikit (Indonesia punya dua musim, kemarau dan hujan), sehingga sering terjadi konflik kepentingan pengelolaan sumber daya air yang membuat kesan Negara tidak adil dalam perataan terhadap sumber dan kemudahan terhadap akses air bersih. Jadi, teringat dengan iklan Aqua, yang berhasil membuat penduduk dekat dengan akses air bersih. ‘Sumber air suda dekat’ #dengan dialek penduduk Papua.
Baiklah kita kembalikan urusan jamin menjamin hak atas perolehan air kepada Negara dan jajarannya, semoga mampu mengatasi permasalahan air ini. Jangan sampai terjadi ada korban/rakyat yang berjatuhan gara-gara memperebutkan air untuk mengairi sawahnya yang kekeringan.
Think Globally, Act Locally
Subjudul di atas seringkali dijadikan tagline dalam kampanye ‘green’ yang lagi nge-tren saat ini. Sebenarnya permasalahan air amat erat dengan urusan kerusakan lingkungan, jadi jika dikait-kaitan semua menuju ke benang merah ‘Global Warming’, pemanasan global. Maka dari itu, hal simple yang bisa saya selaku blogger dan kita semua lakukan terkait Konservasi Sumber Daya Air adalah:
1.Matikan keran air jika tidak diperlukan
Saya suka panik jika mendengar suara keran air yang lepas begitu saja sedangkan bak air sudah penuh, belum lagi iklan-iklan sabun, odol dan sampo di Indonesia ini mengajarkan konsumen untuk boros air. Sedang sikat gigi, keran air diputar sampai habis, tentu airnya terbuang sia-sia.
2.Manfaatkan ulang air buangan
Semisal air sisa mencuci beras, bisa dipakai buat menyiram bunga. Air bekas cucian baju bisa dipakai kembali untuk membersihkan toilet atau kamar mandi.
3.Kurangi makan daging
Bukan melarang makan daging, hanya saja dikurangi karena kita turut menghemat air. Penggunaan air terbesar adalah di industri peternakan, di Amerika Serikat dibutuhka 1.ooo.ooo liter air bersih untuk membersihkan 1 kg daging sapi.
4.Kurangi konsumsi air mineral kemasan
Air mineral kemasan punya andil dalam produksi gas rumah kaca, seperti dituturkan studi Pacific Institute. Studi ini menunjukkan korelasi antara konsumsi energi dan produksi air mineral kemasan. Produksi 1 liter air mineral kemasan (lengkap dengan proses produksi air dan pengemasan) membutuhkan energi sebesar 3.4 megajoules. Maka, energi yang dikeluarkan oleh Indonesia di tahun 2007 untuk produksi air mineral dapat mencapai 27 milyar megajoules.
Energi yang dimaksud pasti ada campur tangan air di dalamnya #sejak kapan air punya tangan. Yang jelas, dalam proses pembersihan kemasannya, tentu dibutuhkan bergalon-galon air supaya kemasanya steril. Bayangkan berapa gallon air yang bisa kita hemat jika kita senantiasa membawa air minum kita dalam wadah yang sekarang sudah banyak pilihan botol air minum yang cantik.
ke pantai bawa botol minum hihihih #gak mau ngotorin pantai dengan sampah air mineral kemasan
5.Buang sampah pada tempatnya
Himbauan ini tentu sudah tidak asing lagi, tapi hayolah…kita sepakat untuk membuang sampah pada tempatnya yah. Kalau bisa mulai biasakan buat 4 tong sampah. Sampah plastic, Sampah Kertas, Sampah Basah, dan Sampah Botol/Kaleng.
6.
-->Gerakan Buat Biopori. Biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
4 M kawan, Mulai dari diri sendiri, Mulai ajak sanak saudara, teman, dan handai taulan, Mulai dari hal terkecil, Mulai dari sekarang. Keselamatan bumi dan isinya adalah kerja tim, jadi...jika aku, kamu, dan kita semuanya peduli. Maka, kita bisa melestarikan air bersih untuk kelangsungan kehidupan kita dan bahkan setelah kita.
#Tulisan ini diikutsertakan dalam 'Blog Writing Competition : Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger' >>>> http://lestariairku.dagdigdug.com/
Menjadi anggota DPD RI? Siapa takut? Hanya saja perlu tahu dulu, jadi anggota DPD RI mau ngapain aja? Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka kenalan. DPD singkatan dari Dewan Perwakilan Daerah, lebih lengkapnya lagi DPD adalah lembaga tinggi negera yang anggotanya merupakan perwakilan tiap provinsi yang dipilih melalui pemilu, by the way, seharusnya Dewan Perwakilan Provinsi ya kan? #usul ^_^.
Jikalah begitu, para anggota DPD RI yang terhormat mewakili, sekitar 12.985.075 jiwa penduduk Sumut (berdasarkan Sensus Penduduk 2010) ini. Sungguh tugas yang tidak mudah, 4 anggota DPD RI mewakili aspirasi hamper 13 juta rakyat Sumut. Maka, tidak ada alasanku untuk tidak serius menjadi anggota DPD RI, tapi apa yang harus aku lakukan seandainya aku jadi anggota DPD RI ? :hammer:
Adanya DPD RI dibentuk berfungsi legislasi, pertimbangan dan pengawasan. Supaya tidak makan gaji buta, maka tugas dan wewenang aku jika menjadi anggota DPD RI adalah mengajukan usul, tentunya ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan dengan bidang legislasi tertentu, selain itu melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang , setelah diawasi, anggota DPD menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR untuk dijadikan bahan pertimbangan agar segera ditindak lanjuti. Sederhana ya tugasnya, namun tentu dalam pelaksanaannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, bisa buat makan tak enak, dan tidur pun tak nyenyak, 12 juta rakyat gitu loh.
Nah, sebelum berlanjut ke Andai Aku Menjadi, Aku harus kenal dulu dong sama anggota DPD RI untuk provinsi Sumatera Utara, Rudolf M. Pardede, Parlindungan Purba, Rahmat Shah, dan Darmayanti Lubis. Beberapa diantaranya aku kenal, seperti Pak Parlindungan Purba, dibeberapa even peluncuran buku, dia sering menyempatkan waktu untuk datang, Pak Rahmat Shah, wah, aku pernah berkunjung ke galerinya tempat hewan langka yang ia awetkan, seorang pecinta lingkungan hidup, dua diantaranya aku tidak begitu familiar. Yah, next lebih down to earth lagi ke kita-kita ya pak buk =).
Pemuda, Pengusaha Muda dan Politik
Sebenarnya berbicara andai-andai, kembali harus menilik dunia nyata, berandai-andai membawa something impossible, tapi harus optimis. Honestly, DPD RI? Mendengarkannya saja asing, sekaliber pemuda seperti saya yang konon alergi dunia politik, malah makin asing lagi. Maka, saya mewakili yang muda hadir berpartisipasi dalam even ini.
Salahsatu perangkat kelengkapan DPD RI adalah komite, ada 4 komite yang membidangi berbagai aspek kehidupan, diantaranya Komite III membidangi pendidikan; agama; kebudayaan; kesehatan; pariwisata; pemuda dan olahraga; kesejahteraan sosial; pemberdayaan perempuan dan ketenagakerjaan.
Hampir 30 persen penduduk Indonesia adalah remaja, otomatis juga penduduk di provinsi memiliki usia remaja yang tidak sedikit. Pemuda asset bangsa, jika aku menjadi anggota DPD RI pertama kali yang dirangkul adalah pemudanya. Mendata pemuda yang kurang mampu tapi brilian secara pemikiran, kemudian dibiayai pendidikannya. Selain itu, negeri ini minus ilmuwan, dari tiap-tiap daerahlah pemuda yang memiliki bibit jadi ilmuwan ditumbuh kembangkan, hidupkan lagi semangat keilmuwan itu. Dan juga Ir. Ciputra—seorang pengusaha terkenal Indonesia mengatakan Indonesia hanya butuh 4 juta pengusaha baru, agar negeri bisa meminimalisir masalah kemiskinan dan penganggurannyaHitung-hitungannya jika dari 4 juta pengusaha masing-masing membutuhkan 10 tenaga kerja saja, berarti akan ada 40 juta orang yang dipekerjakan. Semoga, Bangkit Indonesiaku!
#Tulisan ini diikutsertkan dalam Lomba Blog dan Twit 'Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI -----> link http://lomba.dpd.go.id/?s=104
Malam itu, sehabis ayahku pulang kerja, pulang dari angkotnya, something happened. Ia capek dan mungkin putus asa karena tidak mendapatkan uang cukup hari itu. Mungkin juga karena anaknya yang lain, angkot tuanya, harus masuk bengkel lagi setengah hari. Sementara kebutuhan minggu itu sudah menumpuk. Kami harus makan, bayar listrik, dan uang sekolah. Bapak melemparkan emosinya ke Ibu. Ini bukan pertama kalinya mereka beradu pendapat, tapi malam itu things were so bad. Aku di kamar bersama saudara-saudaraku. Menutup pintunya rapat-rapat, diam. Tegang. Setelah seperempat jam kemudian ketika tak kudengar adu mulut lagi, aku keluar kamar. Kudapati Ibu duduk di lantai, di pojok dapur, tersedu. She held me tight. Dia kemudian mengajakku berjalan keluar rumah. Kami diam sepanjang jalan. Aku tak tahu harus berbuat apa.
Melihat air mata Ibu jatuh saat itu, I told my self, I will not let this happen again. I wan to make her a happy mother, a very happy mother. I want to do something for my family. I love them so much. Dari sinilah aku mulai melihat hidup ini tak hijau lagi.
Kenangan ini, meskipun perih, telah menyelamatkan hidupku.
Aku tak bisa memilih masa kecilku.
#Dearest my reader, Sepenggal cerita ini ada di halaman 210 dari novel 9 Summers 10 Autumns, a must read novel. Inti dari novel ini menyentakku di halaman terakhirnya ini, membaca kisah titik baliknya pada halaman terakhir, seperti menghentikan titik waktu dimana aku berdiri# Semoga menginspirasi! ^_^