Rabu, 18 Juni 2014

Jilbab Traveller # 5: Keliling Perlis (Gua Kelam, Padang Besar, dan Masjid Terapung)

-->
13 Juni 2014

Alahai, sudah Jum’at je yah :D dan di Alor Setar ni, hari liburnya adalah Jum’at nah kalo kita yang di Medan kan hari liburnya hari Minggu. So, banyak toko yang tutup. Syukur Alhamdulillah, stok bahan pokok masih ada. Dan, tau tak, hari ni kami hendak berpelesiran ke tiga tempat, ke berapa tempat? Ya, tiga tempat :D *apaan sih*
Kami akan bertolak ke Perlis, sekitar 2 jam dari Alor Setar, disana ada Gua Kelam, Padang Besar dan Masjid Terapung \(^0^)/.

Karena hendak jalan-jalan, nah kami pun menyiapkan bekal, kami masak perkedel dan tempe goreng, hmm nyummy, dan tak lupa sambal kecapnya.

Alhamdulillah, adalah teman Nisa yang berbaik hati mau menemani kami berpelesiran, namanya Sumaiyyah, berangkat dengan mobilnya, dan kami sadar juga lah ya kan, buat bantu-bantu bayar uang BBM nya ^_^ , lumayan RM 50, untuk perjalanan keluar kota, tiga tempat pula lagi, wuihhh, kalau naik bus berapa pula? Kalau ada bus nya , bila tak ade? Dan memang untuk menuju ke beberapa tempat, ada yang tak dilalui bus X_X mestilah rent car.
Sebelum kami ke tempat yang dituju, kami menjemput Syahmi dulu, eits, Syahmi bukan perempuan loh, Syahmi ni laki-laki, adik kelasnya Nisa, sebaya dengan Sumaiyyah. Dan here we go,…

Jom, destinasi pertama adalah Gua Kelam, hati sudah seronok sangat ni, tapi sesampainya disana T_T, Gua Kelamnya tutup. Ternyata sudah disewa oleh suatu sekolah yang hendak bermalam di gua, awalnya gak ngeh juga, apaaa? Gua disewa? Tapi iyalah pulak, bila tempat wisata ini dibuka dari pagi, tentulah akan banyak pengunjung, sementara, anak sekolah ini punya program lain pula, bisa terganggu, meski begitu, kecewa juga lah, tapi tak apa,ini semua adalah pertanda, aku harus kesini lagi, suatu hari nanti #eaaak #hahaha
So, kita sempatkanlah foto-foto sekelak hahaha

1.    Foto di kawasan Gua Kelam, bersebab tutup, maka kami hanya bisa foto-foto di luarnya saja T_T. Biaya masuk ke Gua Kelam ini hanya RM 1. Nah, di luar Gua Kelam ini mengalir sungai yang ditata indah oleh pengelolanya, wisata pemandian umum gitu, dan it's for free *_*


2.    Foto di jalan masuk utama ke Gua Kelam

Tentu ada banyak perbedaan pada foto yang ini, baik itu yang atas ( 4 bidadari) dan sebiji bidadari yang di foto bawah, nah itu ceritanya, matahari terik, awak udah senyum-senyum ke arah kamera, eh tiba-tiba terdengar anjing mengonggong, agak parno langsung, secara di perjalanan pulang dari Jubli Emas kemaren, kami juga di gonggongin anjing, dan parahnya anjing itu mendekati kami bersiap-siap hendak mengigit, menerkam dan entah mau diapainnya lah kami, yang jelas, ngeri umaaaakk T_T . So, foto itu, yang lamaaaanya Kak Erna nge-shot, *ntah pun disengajanya -_-“ hey kak Er* , sehingga aku pecah focus, antara melihat progress si anjing apakah hendak mengejar kami, dengan memandang kamera, agar hasilnya cantek, dan ternyata aku tak focus ke kamera hahaha >.<

Dari Gua Kelam, kami betolak ke Padang Besar, nah Padang Besar ini adalah wilayah perbatasan antara Malaysia dan Thailand, wohooo, kalau Thailand tak lagi chaos pastilah belum tahu aku bakal ke sana atau tidak #hahaha, bersebab budget juga -_-“ tapi tak apa, ini adalah pertanda aku akan balik lagi kesini \(^0^)/ mantra kali kalimatnya hahaha.
Padang Besar adalah pusat jual beli barang-barang keperluan pokok, oleh-oleh, cemilan, semuaaa dah, dan murah pula. Aku berniat mencari payung momiji, tapi tak sempat berkeliling dikarenakan waktu juga, bagaimana tidak, kami baru berangkat dari Alor Setar itu jam 14.00, nah tiba di Perlis saja sudah jam 16.30 T_T. Tapi tak apa ini adalah pertanda aku akan balik lagi kesini #hihihihi



Tak sempat ambil foto T_T di Padang Besar

Setelah penat belanja di Padang Besar, sebenarnya kami tak penat sih, tapi si Syahmi, hahaha, mengawal empat bidadari belanja, *yang sabar ya Syahmi :p*  hari sudah beranjak malam, maka kami pun mencari masjid terdekat, nah di tengah jalan, barulah teringat bahwa di Perlis ini ada sebuah masjid terkenal, Masjid Terapung *_* dia berdiri yang di tepi laut tu, dan lokasi pelataran masjid, dijadikan tempat parkir mobil buat pelancong yang hendak ke Pulau Langkawi, pulau penghasil coklat terbesar di Malaysia *_* #ngiler gak tuh, nah lagi-lagi belum lah berjodoh dengan Pulau Langkawi, setelah ini udah tau dong mantra apa yang hendak aku tuliskan, ya bagoooss, ‘Tapi, tak apa, ini adalah pertanda aku akan balik lagi kesini \(^0^)/’

Saran nih buat kamu yang suatu hari nyampe ke Masjid Terapung, pastikan dalam keadaan pasang :D soalnya pas kami tiba lokasi sekitaran Masjid Terapung lagi surut T_T, lalu pastikan kamera kamu bisa memotret meski kurang cahaya, hiks, kamera Asro-ku hanya cantek men-shot bila ada cahaya di objek yang hendak di foto, tapi tak apa, jadi motivasi semoga bisa peroleh kamera DLSR *_* 
Foto yang atas, adalah bagian dari Masjid Terapung yang pas di pinggir pantai, sedangkan foto yang kedua adalah penampakan dari dalam Masjid Terapung, mewah euy *_* betaaah sholat disini.

Jugijagijugijagijug, sepertinya perut kami sudah minta diisi , Jom, cari makan kat sini, dan Alhamdulillah ketemu ^_^, masih di sekitaran Masjid Terapung juga, adapun yang aku pesan malam tu adalah Char Kwe Tiau sedang minumnya adalah air hangat, Kak Erna pesan yang sama juga tapi minumnya, Laicikang, nah, unik kan nama minumnya :D jadi, kalau jalan-jalan tu, selain wisata tempat yang unik dan seru, sempatkan juga wisata kuliner ^_^

Gambar 1Namanya Laicikang, jangan salah ucap tau, pertama-tama mendengar nama minuman ini aku sering mengalami distorsi *alaah apaan coba* ya, aku sempat menyebutnya Lacikang hahaha. Minuman ini adalah es campurnya Malaysia, hmm suegaarrr. Mari aku jelaskan apa-apa saja campuran dalam minuman yang bernama Lacikang eh Laicikang ini,

Selaseh, irisan agar-agar, kurma, nata de coco, manisan kulit jeruk, kacang berli (meski di campur ke dalam air, kacang ini renyah, krenyes krenyes pas digigit, tak melempem), dah itu aja. Kalau jalan-jalan ke Alor Setar, menu minuman ini ada dimana-mana, hanya saja isi campurannya yang beda, di tempat berbeda, aku pesan Laicikang juga, eh tak ada Kurma, Nata de Coco, dan manisan kulit jeruk, sedangkan campuran yang lain adalah wajib adanya. #aih udah ngalahin Pak Bondan, hahaha, pengamat kuliner :p *untuk harganya aku lupa X_X yang jelas tak sampai RM 10 


Gambar 2: Char Kwe Tiaw , gak tau persis sih kenapa dinamakan ‘Char Kwe Tiaw’ yang jelas kalau dibuat tebak-tebakan, apa yang dia dikelilingi sesuatu cairan coklat dan di tengah-tengahnya ada telur mata sapi, kemudian di dalam cairan coklat itu tersebunyi dua udang galah beserta benda yang panjang kenyal-kenyal warna putih lagi banyak :D ya jawabannya  adalah (dibaca dengan gaya Fitri Tropica membawakan kuis) Char Kwe Tiaw , yeaaayyy,  rasanya maknyus euy. Aku lupa lah berapa ringgit, kalau tak salah RM 4.80

Di Malaysia ini, waktu terasa cepat sekali, eh tau-tau sudah larut malam saja, lepas makan malam, kami bergerak pulang, dan sekitar jam 22.30 kami tiba di rumah. Penat nyeee *_* tapi happy.

Selasa, 17 Juni 2014

Jilbab Traveller #4 : Alor Setar Banjir T_T


12 Juni 2014
Allahumma Shoyyiban Naa fi’an, Alor Setar hujaaan, Alhamdulillah, setelah beberapa hari ini , udara gerah sangat T_T kipas menyala siang dan malam.
Eh tapi ini hujan kenapa makin lama makin deras, tak berhenti-berhenti? Ah, tak apelah, kami pun menyiapkan sarapan pagi, memang hari ini tak ada rencana kemane mane, jadilah kami mendekam di rumah sahaja.
Sekitar jam 10 pagi, sarapan selesai dan kami pun makan, tapi eh tapi, hujan makin deras, pas di cek keluar, air sudah mulai naik ke teras kami, dan makin lama mendekati mulut pintu. Belum lagi kamar mandi kami pun sudah tergenang air pulak. Alamak pikirku, macam mana kalau Alor Setar ni banjir, nak mengungsi kemana? T_T Belum lagi pas Nisa cerita, ternyata Alor Setar pernah punya riwayat banjir, sampai ke lutut. MasyaAllah. Makin panic lah aku.
Bergegas aku foto-foto banjir eh maksudnya membereskan barang untuk dinaikkan ke atas tempat yang tinggi, adapun foto untuk dijadikan DP BB ya paling tidak, konkawan taulah aku kebanjiran T_T nyumbang doa, supaya lekas surut, bersebab doa pas hujan, maqbul, InsyaAllah.

Nah, tak berapa lama, sekitar jam 13.00 Alhamdulillah hujan telah lah reda, aku sejak jam 12, ditawari Nisa film seri Malaysia, berjudul Aku Ada Wali, oh langsung lah aku tonton, 13 episode pulak tu, aih, mantap kali. Maka, jadilah seharian ini hari menonton film seri sedunia :D
Dan episode 13 selesai pada pukul 22.00 :D , film seri ini high recommended dah ^_^
infotaip.blogspot.com

Jilbab Traveller #3 : Pasar Tani, Power Bank dan Taman Jubli Emas

-->
11 Juni 2014
Eaaakk hari pertame di Alor Setar ni *ih, cakap dah macam orang Malaysie je, padahal masih hari pertama hahaha* oke, pagi ini kami nak ke Pasar Tani, belanjaaa *_* Jadi Pasar Tani ni, berjadwal pula, *sat na (baca: sebentar ya) tanya Nisa dulu*. Pasar Tani beroperasi setiap hari Rabu, Jum’at dan Minggu, jam 08.00-12.00 dan semua bahan pokok dijual disini \(^0^)/ dan inilah hasil ladang  kami eh hasil belanjaan kami. Adapun total belanja kami RM 50, ish tinggi juga lah biaya hidup disini, tapi masih mendingan lah daripada di Kuala Lumpur *seka keringat*

Oh ya, hari kedua, kondisi kesehatan tubuhku belum stabil, masih jet lag #gayanya :p, tapi beneran T_T padahal masih jam 8, tapi aku keringatan dan kaki gemetaran, emang sih belum sarapan juga HAHAHA. Nah, karena belum sempat masak di rumah, kami pun beli sarapan, dan inilah dia Bubur Ayam Malaysia ^_^ ada semur jamurnya *ngiler* *penggemar jamur* Nah, harganya RM 5,5 , agak mahal memang T_T tapi tergantung kita mau pilih campuran buburnya apa-apa saja, mungkin karena aku miliih 2 jamur trus pakai suwiran ayam, makanya mahal T_T.

Lepas tu, kami pulang, sarapan, masak makan siang *tak pernah pernah pon aku masak hihihi, tapi karena demi bertahan hidup di negeri orang, tak ada pilihan lain lagi* #lebay :D Ini idenya Kak Erna, dia masak kerang rebus dan sambal kecapnya. Sedaapp *_*
Menjelang siang, sekitar jam 13.00 kami bergerak ke UTC (Pusat Transformasi Bandar) Kedah, seperti Petisah nya Malaysia, dengan diantar oleh Madam Jihan, Profesornya Nisa, Nah di UTC ni banyak menjual pakaian, alat-alat elektronik, aksesoris dan lain lain sedangkan misiku kesini diantaranya adalah beli power bank, karena penting sangat untuk menjaga kestabilan baterai Asro :D Andromax V ku ^_^ biar bisa powerfull meski dibawa kemana pun. Alhamdulillah dapat \(^0^)/ meski dengan budget terbatas. Tapi… T_T (next post diceritain yah)
cuma RM 50 je dengan kapasitas baterai 60000 mAh, tapi.... umaaakkkk T_T


Lelah juga ya berkeliling, :D  karena belum sholat zhuhur, kami pun singgah di Pusat Dakwah Islam Negeri Kedah. Selesai sholat, kami bergerak untuk pulang dan kali ini pulang naik bus *yeaayy* naik bus ni cuma RM 1 ja, dan diturunkan di depan jalan mau ke KUIN.
Eaaak, habis sholat, wajah kami bersinar kan? *iya sinar matahari* hihihi

Sorenya, sekitar jam 6, nah di jam 6 sore, langit Alor Setar tu macam jam 4 sorenya di Medan, teraang dan adem sepoi-sepoi angin *_* . Nisa ngajak kami ke taman Jubli Emas, lengkapnya tentang taman ni akan diceritakan secara khusus yak. Yang seronoknya, kami dari kosan menuju taman ini ditempuh dengan jalan kaki, mungkin ada sekitar 1,5 km perjalanan, pulang pergi, 3 km juga T_T, belum lagi hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang, kencang kurang kencang *_* mestilah hati-hati, jalan di tepi saja kami, tapi kalau tak jalan mungkin tak dapat koleksi gambar sebanyak ni, :D Dan, Alamat bakal mengurut kakilah malam ni T_T bersebab betis telah berkonde pulak :D 
seru-seruan di Taman Jubli Emas ^_^
Beruntungnya, untuk makan malam kami ditraktir abang Nisa, tarraaa…Tomyam Ayam, Papri, dan Kerang Rebus (kalau ini mah, sisa kerang rebus kami yang belum habis)
 Sebagai penutup, sebelum tidur, biar badan tetap fit, saya minum kopi radix hangat *aih, dah macam iklan pulak ni, kenal kopi radix pon disini nya hihihi* tapi lumayan enaklah badan, segar bugar ^_^.

Kisah tanggal *eh di Alor Setar ni, tanggal berarti copot, hahaha, untuk menyebutkan tanggal, mestilah pakai kata tarikh* tarikh 12 Juni 2014 macam mana pulak? Tungguin yaaaa, makin seru soalnya perjalanan ini \(^0^)/

Senin, 16 Juni 2014

Jilbab Traveller # 2 : Kedah, I'm Coming


10 Juni 2014
Pagi, Damansara, Kuala Lumpur :-*, ceraahh sangat. Setelah membersihkan diri dan beberes untuk melanjutkan perjalanan puanjaaangg ke Kedah, jam setengah delapan kami dan Yusuf bergerak keluar flat dan kemudian mencari sarapan.
lokasi sarapan kami ^^
Sarapan di Malaysia ini macam-macam, samalah kayak di Indonesia, tapi jangan harap ada yang jual lontong disini, lontong cuma ada di Malaysia pas hari raya :D Nah, kami sarapan di Restoran Nur Iqbal Maju, resto ini buka 24 jam looohh. Dan dikelilingi dengan flat-flat menjulang tinggi, strategis sekali, untuk pelajar dan pekerja yang tak sempat masak , apalagi pelancong kayak kami.
Suasana resto biasa aja, yang berbeda adalah di meja makan telah tersedia 4 bungkusan  ( waktu itu aku gak tau apa isinya), kalau meja makan di Indonesia kan, di atas mejanya ada saos sambal, kecap, tisu, garpu, teko, kerupuk.
‘Kamu mau pesan apa?’ Tanya Yusuf
‘Disini tersedia apa saja?’
‘Nasi lemak…’,
Aku dan Kak Erna pun pesan nasi lemak, sedang si Yusuf pesannya beda pulak tu, dia pesan telur roti bakar.
Ok, tak berapa lama, Yusuf bilang, ‘ini nasi lemaknya, ambil lah berapa suka’ Dia menunjuk ke arah bungkusan yang aku tak tau apa isinya tadi dan ternyata nasi lemak. Amppuuunn, sikitnya HAHAHA @_@
Dan dengan tanpa mengubah air mukaku, oh oke fine, dan pas di buka, tarrraaa, sekepal nasi lemak, telur rebus yang dibelah empat, itu pun dalam tiap bungkus hanya 1 belahan telur rebus yang ditempatkan dan sesendok sambal X_X . Minumnya aku pesan teh tarik, aih seger dan hangatnya *_* Tapi Alhamdulillah dengan rahmat dan berkah Allah, aku kenyang juga :p 
 
Sedangkan pesanan si Yusuf, enaknyaaa *_*, telur roti bakar disini, itu telur yang dimasak dengan roti kemudian dipanggang, nah disajikan dengan kuah kari lalu acar #ngiler kan :D ntar sarapan di KL aku pesan itu ah, #moga ringgitku cukup hihih *lirik dompet
Aku gak tau total berapa sarapan kami, soalnya di bayarin Yusuf hihihi, *mekaseh ye* yang jelas nasi lemak tadi harganya 1 RM , teh tarik aku gak tau harganya belum ditanya sama si Yusuf.
Dan, saatnya melanjutkan perjalanan \^0^/ aku kira stasiun bus Puduraya itu dekat dari Damansara, tapi Ya Allah, jauh juga, T_T sekitar 2 jam dari Damansara plus macet. Sepanjang jalan, kami menikmati suasana Kuala Lumpur di hari Selasa tralala ini, di dalam mobil (baca: kereta) Yusuf ini, sembari baca koran terbitan hari itu. Well, Kuala Lumpur saat kini tengah terus berproses membangun dan membangun, terutama infrastruktur jalan rayanya, meski begitu, tak tampak pengguna jalan begitu riuh, tetap tertib, tak ada bunyi klakson, cakep dah ^^ , sesekali kami juga tanya-tanya tentang si Yusuf, keluarga, sekolah dan macamlah :D tapi kali ini tak ada yang menelepon Yusuf jadi tak pakai nyasar. :D 

Orang Malaysia ni kalau cakap, pelan dah gitu cepat, rapat bibit dan giginya, sedangkan aku, lambat pulak nangkap, jadi sesekali terjadi miskom hahaha
Aku kira sudah sampai di stasiun bus Puduraya saat Yusuf menghentikan mobilnya di tepi pertokoan, memang di sekitar itu juga ada beberapa mobil yang lagi parkir 1 van putih, dan ternyata menuju ke Kedah juga bisa dengan van itu hanya saja lebih lama, karena menunggu penumpang lain. Namun Yusuf berinisiatif  menghentikan mobilnya disana dan numpang parkir saja, karena dia ingin mengajak kami jalan-jalan, biar tau rasanya naik LRT (Long Rapid Train), ongkosnya cuma 2,6 RM. 




Menuju LRT kita masuk dari Putra World Trade Centre. Jadi LRT itu melewati banyak spot keren, ini dia petanya, nah karena kami mau ke terminal yang jadinya berhenti di terminal :D

LRT nya sejuuukk, nyaman, asyik dah ^^, dan cepat, tak terasa sudah tiba di terminal Puduraya, ya agak modern dikit lah dari terminal di Indonesia khususnya di Medan, rapi, tapi pas menuju terminalnya dari LRT kan melewati jembatan yang menyambungkan ke terminal, ehm, ada dikit bau sampah, selain itu, meski aku tetap waspada, namun agak nyantai dan lalai juga, ah terminalnya nyaman, kemungkinan ada perompak itu kecil, tapi setelah diceritakan Syahmi, kawan Nisa, terminal Puduraya itu harus hati-hati T_T #huwaaa Umaaakk, kemaren aku kok nyantai banget yah, waspada sih waspada tapi tak terlalu, nyantailah, namanya nikmati perjalanan, sambil tengok kiri kanan, tas selempang memang tetap stand by di depan ^^. So, buat konkawan yang hendak ke terminal Puduraya, mestilah hati-hati yak ;)
Untuk menuju ke Kedah, Alor Setar, harga tiket 45 RM, waktu perjalanan 8 jam :D , persiapkan bekal makan yah, soalnya bus disini tak kayak di Indonesia, setiap kali jam makan dan sholat bakal berhenti, tapi ini tidak, sesekali berhenti, hanya untuk ngisi BBM dan itu pun cuma sekitar 15 menit X_X lepas tu lanjut lagi, jadi hanya sempat tandas (buang air kecil) sebentar, ke mini market beli minum dan cemilan, dah itu doang, kebayangkan perutku melilit tralala T_T Alhamdulillah persediaan cemilan kami masih ada, sesekali hanya beli minum saja.

Oh ya, siang itu, pas bus kami berangkat, KL dalam keadaan berhujan. Yusuf mengantarkan kami sampai di depan pintu Bus, ish, anak tu baik kali :D *semoga segera dapat jodoh ya, Cup* Dan kami pun berangkaaatt, wohooo, melakukan perjalanan 8 jam itu di siang hari berasaaaa banget, tapi dibayar lunas dengan pemandangan alam yang disajikan. Menuju Malaysia Utara, pemandangannya itu, kiri kanan kadang bukit batu kapur yang menjulang, sesekali ada juga pabrik, tiang-tiang pembangkit tenaga listrik, masjid, pemukiman penduduk,  sawah, kebun karet.
Kegiatan kami pun di bus, tau lah yah, makan, minum, tidur, cek HP, makan, minum, tidur, cek HP lagi :D kadang-kadang melirik ke atok yang di sebelah ku, soalnya pas di terminal, anaknya nitip buat tengok-tengokkan si atok, atok baru pulang umroh, nah pas di terminal ia diantar anak dan cucu-cucunya ^^, sebelum berangkat, aku dipesankan anaknya untuk tengok-tengokkan atok. Dan Alhamdulillah si atok aman terkendali ^^.
8 Jam kemudian :D , kami tiba di Kedah, aku pun mengabarkan Nisa, bus akan berhenti di Terminal Bus Shahab. Alhamdulillah kami tiba di Kedah dalam keadaan selamat dan kelaparan TT_TT
You know what?, Kedah itu luas mamen, salahsatu daerahnya bernama Alor Setar nah disinilah kami, dan cuaca panas menyambut kedatangan kami, Kak Erna yang hidup di kaki gunung, siap siaplah meleleh hahaha.
Kami pun langsung menuju ke kos an Nisa yang berada di kawasan Kollej Universiti Insaniah. Melihat bawaan kami yang heboh, tak mungkin di tempuh dengan jalan kaki, bisa patah-patah dengan sempurna tulang-tulangku T_T, maka naik teksi jadi solusi, RM 10.
Di Alor Setar ni, dialek masyarakatnya beda lagi, makin ribet, pelan-pelan baru bisa nyambung dengan cakap mereka ni, ringgit ja dibilang kupang, dan sekilas juga mirip bahasa Padang, bilang dua aja duo, lima – limo, bungsu-bongsu, kalo tak ada Nisa, ntahlah, bisa jadi pake bahasa tubuh hihihi.
Malam pertama di Alor Setar, setelah makan malam, kami pun diajak Nisa keluar, karena aku perlu notes baru, bersebab notes yang kubawa rapuh sekali #eaaakk . Biasalah keuntungan hidup di daerah kampus, adalah dekat dengan kedai ATK, rumah makan murah meriah dan gorengan ^_^
Akhirnya aku membeli notes cantik, seharga RM 4,5 dan disinilah aku menuliskan perjalananku :D lepas tu kami pulang, dan bersiap untuk istirahat, sebelumnya aku pesan kopi radix kemasan buatan Malaysia ke Nisa, aih, aku rasa drop kali badanku T_T, dan aku gak mau berlama-lama dengan keadaan ini, gak lucu kan di kampong orang sakit-sakitan -_-“ .
Oh ya tentang Nisa, ntar diceritakan secara khusus yak :D
Mungkin karena jet lag ya #ciyeee yang jet lag , jadi susah tidur, aku baru bisa tidur sekitar jam 12 malam waktu Malaysia Utara.
Oke, masih ada sisa 11 hari lagi untuk berpetualang, have a nice trip, Sailormoon \(^0^)/
Bersambung yaaaa…