Sekarang jam 23.25 waktu Malaysia Utara, aku menuliskan note ini dengan si Amandel yang lagi betah meradang di tenggorokanku. :D kawan kita ya Aman, reda lah ya, mengempislah ya, biar esok fit untuk puasa Sya’ban kita, soalnya seharian ini bawaan Sailormoon tak bersemangat, nyeri di semua otot, nelan susah, beberapa kali mengatasi kamu dengan garam ditabur di atas gusi yang bengkak, kadang oles propolis juga, tapi sepertinya belum berhasil *ngobrol sama Amandel*
Alor Setar juga terik sangat, tak berani keluar juga dengan kondisi drop begini, aih begini rasanya ditinggal kawan seperjalanan, Bah :Dtapi Alhamdulillah tak lah ngenes kali, ada Nisa yang selalu stand by, tapi kasihan juga, ish aku ni nyusahin saja >.<
Aku pun mengisi hariku tanpa Kak Erna, dengan menulis dan menulis catatan perjalanan di blog, Alhamdulillah sanggup juga, lagi-lagi semangat membara itu tadi, ya meski banyak jeda juga, karena tadi siang, efek Amanda nyerang ke kepala juga, belum lagi berdenyut dia disitu, alamak, peace amandel, peace *_*
Dan mungkin ada 10 kali aku ngisi Botol Tupperware ku yang 500 ml X_X minum aja kerjaku, dan buang air kecil aja, makan pun tak selera, aih #berasa atok atok kali lah aku, atok sekalipun tak segini juganya hahaha
Ampuuun dah, lepas ni tak nak lagi aku minum es T_T kalau lagi panas terik, kan Kedah ni dekat dengan laut, jadi minum es tu menggoda sekali, Umaaakk T_T
Baiklah, moga ada hikmahnya, bila ikhlas menjalaninya, moga jadi penggugur dosa, aamin ya Allah, mohon doanya ya konkawan.
InsyaAllah juga besok akan bertolak ke Kuala Lumpur, perjalanan 8 jam euy ^_^, Bismillah. Jom … happy reading ya, semoga bermanfaat ^_^
Perjalanan kali ini luar biasa, kalah dari perjalanan ku sewaktu berpetualang ke Barus T_T
Aku, aku sih baik-baik saja sebenarnya, tapi ya kurang lebih mirip di Trave(love)ing, namun kan gak mungkin aku buang ransel ku dari puncak Petronas, hahaha, kenangan ya kenangan saja, dan bukan bagian dari perjalanan #nah bingungkan hihihi , skip aja :p
Sedangkan Kak Erna, tak mudah baginya melakukan perjalanan ini, bersebab dia meninggalkan ayah yang sedang tidak stabil kondisi kesehatannya, meski pun banyak kakak dan abang kak Erna yang menjaganya, tapi tetap saja kak Erna membawa itu sampai disini, pikiran dan hatinya tidak disini, tapi lebih mengkhawatirkan kondisi sang ayah.
Nah, malam itu kak Erna dapat telepon dari Mbak kami, bahwa kondisi ayah makin melemah, ya sedih, sedih juga kak Erna, tapi apa yang hendak bisa dilakukan dengan kondisi jarak Kedah-Medan sekian kilometer?
Namun,pikiran tetap dibawa positif, berharap kondisi ayah stabil kembali, pun sampai kak Erna balik ke Medan hari Sabtu.
Tapi takdir Allah tak bisa dimajukan, Allah memanggil ayah Kak Erna sekitar pukul 11 malam, dan di Kedah itu pukul 12 malam, Mbak kami pun sibuk menelepon ke Kedah, baik itu ke no hp ku maupun ke no hp Nisa, dan Nisa pula yang terbangun, beruntung malam itu hp tak di silent kannya.
Sempat kami menyimpan ini untuk Kak Erna, kabar bahwa ayahanda telah meninggal, meski dia bertanya tanya, ‘Kenapa kakak harus pulang cepat?’ aih cemana aku menyampaikannya, ya amanah Mbak, bahwa Ayah kritis, itu sebab mesti pulang pagi ini juga.
Heboh lah Nisa meminta bala bantuan untuk memesan tiket online
Tak berapa lama, Mbak nelpon lagi, memang menurutku tak baik kabar pahit itu disembunyikan, tentu sebelum berangkat kak Erna sudah jauh hari memprediksikan ini, sikap bijak untuk ikhlas lah yang dipertaruhkan, meski tetap harus berurai air mata, anak mana yang tak sedih bila ayahanda tercinta pergi selamanya, dan tentu berkirim doa pula.
Akhirnya Mbak pun menyampaikan kabar yang sebenarnya, dan menangislah kak Erna, aku? Aku bingung harus apa T_T ? aku rasa bahu ku bisa meredakannya, sebab dia pernah memberikan bahu nya untukku. #Love you Kak Erna, bahumu itu tak akan pernah ku lupa, dan kolam renang nya juga
Setelah Kak Erna tenang, maka aku dan Nisa terus bergerilya mencari umat yang masih melek jam segini, terutama sekali travel agency, dan travel agency ku tidur T_T mati lampu disana adalah obat bius luar biasa untuk tidur tak terbangun sampai subuh, tapi tak apa, ada hikmahnya.
Untuk berangkat ke Kuala Lumpur tak mungkin, maka diambillah opsi untuk terbang via bandara internasional Penang, sekitar 2 jam dari Kedah.
Sudah 2 jam dari jam 1, travel agency tak ada yang berhasil dibangunkan, akhirnya kami call Sumaiyyahuntuk bawa mobil dan pergi langsung ke bandara, Alhamdulillah Sumaiyya diizinkan Walid untuk pergi, tapi siapa pula ini laki-lakinya sementara perjalanan ke bandara Sumaiyyah tak tahu. Syukur Alhamdulillah, Nisa punya kawan yang ready untuk dimintakan tolong, Subhanallah, balaslah kebaikan mereka ya Allah, Nazam, ya Nazamlah pria itu, dia yang jadi driver kami untuk berangkat ke Penang. Thank you Allah, thank you Piala Dunia, ya Nazam belum tidur, bersebab menonton bola.
Yang paling logic adalah pesan tiket langsung di bandara, dan Alhamdulillah jam setengah 5 pagi, kami sudah tiba di Bandara, sementara loket belum buka, travel agency tak ada harapan lagi. Satu-satunya harapan adalah loket di bandara, Alhamdulillah sekitar jam setengah 6 loket buka, dan Kak Erna pun bisa berangkat pagi itu juga, bersebab kak Erna sesampai di Medan mesti bertolak ke Dairi, dan itu sekitar 5 jam dari Medan X_X sungguh perjalanan, benar-benar perjalanan.
Dan, Syukur kepada Allah lagi, Kak Erna sempat menyolatkan ayahanda tercinta, meski sebaik dia datang, jenazah telah pula dimandikan dan dikafankan.
Innalillahi wa innailahi rooji’un, Allah lebih sayang dengan Ayah Kak Erna, pun kita belum tahu kapan menyusul beliau. Kematian adalah sebaik-baik peringatan.
Dan, aku, aku akan menyelesaikan perjalanan ini sendiri, sebaik Kak Erna pulang, amandelku kambuh T_T semoga segera sembuh dan dikuatkan menyelesaikan perjalanan ini *melirik bawaan yang berjubel*Semangat Sailormoon Uul.
Coba tebak hari ini kami mau kemana? :Dya betul sekali, kami tak kemana-mana hahaha #hemat hemat, perbekalan mulai menipis hihihihi, tapi meski begitu tetap aja dinikmati
Hari ini, aku mulai cicil menulis catatan perjalanan, takutnya sampai di Indonesia, hilang idenya hehehe, jadi mumpung lagi semangat, dan kita kan gak tau kapan kita bakal semangat lagi, makanya dipuas puasin nulis dan posting di blog ^_^ Sedangkan kak erna, ngapain ya? Oh ya dia lagi masak bakwan tuh di dapur :D dan Nisa lagi di kampus.
Terasa juga sudah sore, hari ini ada Pasar Malam di kawasan kampus KUIN, Pasar Malam ini adanya tiap hari Selasa aja, dan menjual makanan siap, ada juga buah-buahan, ikan, udang, gorengan dan masih banyak lagi
Adapun kami belanja, soalnya tak ada lagi yang mau dimasak hahaha, dan terbeli lah ikan (duh aku tak tau nama ikannya T_T aku suka disorientasi nama ikan) setengah kilo RM 4 saja, lalu beli…eh buah apa ini? Tanyaku exciting pada Nisa, buah leci kak, apaaa? Leci? Ckckck baru tau aku kek gini buah leci tu ya Allah, subhanallah *_*
Ah ayah pasti senang ini kalau aku kumpulkan bijinya dan bawa pulang :D ish tapi kenapa kawan-kawan menertawakan aku, *ngasi oleh-oleh tu, yang bagusan dikit napa, ini oleh-oleh sama ayah sendiri, biji leci, gitu kata Nisa dan Kak Erna* >.< Biarin :p
Aku pun dengan perasaan haru memakan buah leci yang setengah kilo seharga RM 5 saja.
Lepas tu kami membeli soto ^_^ aih tak dimana-mana soto mengikuti aku terus, ternyata begini, Soto Malaysia tu, mirip Soto Betawi, berkuah bening ;)
Eh kami kedatangan Kak Salsabila, penghuni Kos yang baru balik dari kampungnya Perak, dan dia bawa makanan, dan aku dapat info kuliner lagi, Kak Sabil bawa Misua hahaha kesannya seperti bawa suami ya, tapi Misua itu adalah nama ifu mie yang diberi kuah rebusan udang dan sawi, nyummy :D
Itulah cerita kami hari ini, dan esok … esok, yelah bentar lagi aku postingkan cerita esok, T_T kak Ernaaaaa…
Ish udah hampir seminggu aja kami disini, \(^0^)/ dan kami hari ini hendak berpetualang lagi, thanks to Nisa dan Sumaiyyah, kali ini Syahmi tak ikut *tobat kali hihihi :p*
Sebelum berpetualang, kami ke sekretariat organisasi Nisa di Kolej Universiti Insaniah,ada beberapa hal yang perlu diselesaikan, maklumlah Wakil Presiden Mahasiswa pulak *colek Nisa* :D lepas tu sekitar jam 11 kami langsung berangkat menuju Muzium Padi, Pusat Sains Negara Cawangan Wilayah Utara, lalu ke Masjid Al Bukhary, berlanjut ke Muzium Diraja, Balai Seni Negeri Kedah, dan foto-foto di depan Masjid Zahir ( mirip Masjid Taj Mahal di India) dan Menara Alor Setar, lalu ke Masjid Al Bukhari lagi dan makan malam, lalu pulang, wow seronok kan *_*
Jadi, Kedah dulunya sampai sekarang adalah daerah yang menghasilkan beras terbesar di Malaysia, itu sebab dibuat Muzium Padi, semua tentang Padi ada disini, Monumen Beras versi besarnya juga ada, ish nambah wawasan kali lah. Semua tentang Padi lengkap kap kap, puas foto-foto disini hahaha
ini dia penampakan Gunung Keriang tu, keren kan *_*
Oh ya ada yang ketinggalan, sebelum ke Muzium Padi, di kawasan yang sama pula, ada wisata Gunung Keriang namanya, kita bisa berpetualang di dalam Gua tu, aih pengennya tapi tak sempatlah #baca mantra
Selamat Datang di Muzium Padi, HTM hanya RM 5 ja untuk Dewasa :D apa karena sepi ya, padahal di tiket tu dewasa RM 3 , tapi ya sudahlah :D
Di depan pintu masuk, kita langsung di tawarkan pada wisata sejarah 'Kedah Tempo Doeloe'. Design ruangannya seperti gua, beranak tangga melingkar untuk mencapai lokasi pemandangan berupa lukisan pemandangan Kedah Masa Lampau, aku takjub, Subhanallah, dan di dalam itu kita bisa menikmati pemandangan dengan duduk di kursi yang disediakan, kemudian tempat kita duduk dan berpijak akan berputar pelan-pelan, jadi tak perlu capek-capek berdiri, tapi karena senang sangat, kami manfaatkan untuk foto-foto hahaha, ya sesekali menikmati pemandangannya juga, gila aja, ruangan luas melingkar itu, di lukis pemandangan Kedah, detil sekali, bahkan ada kegiatan masyarakat masa itu, sawah-sawah membentang, aih ntahlah kek mana lagi bilangnya :D
nah, ini kami lagi di lantai 2 ^_^ berisi lukisan-lukisan pemandangan, pemaprana sejarah, lalu koleksi-koleksi padi dari dari seluruh dunia, nih ada koleksi padi dari Indonesia, minus grup band PADI ya hihihihi
bingung, cari oleh-oleh? pihak pengelola menyediakan ruangan khusus untuk membeli oleh-oleh ^_^
inilah lengkapnya musium padi, semua di abadikan, sampai-sampai peralatannya lalu syair-syair yang dikumandangkan saat memanen *_*
narsis dulu sebelum pulang hahaha
Petani Alay, ya Allah, akan jadi apalah padinya X_X
Tak jauh dari Muzium Padi, berdiri tegak Pusat Sains Negara Cawangan Wilayah Utara, benar-benar perjalanan yang mengejutkan :D , ini lokasi yang aku impikan sejak dulu, masuk ke pameran sains *_* , makin tambah pengetahuan alamku, semua bisa dicoba, ada beberapa yang tak boleh dicoba. Sedihnya, pas ke planetarium ini, baterai Asro-ku lobet T_T #Umaaakkk, dan aku bawa power bank, tapi ntah kenapa dia tidak berfungsi, parahnya lagi aku gak bawa charger -_-“ Pelajaran kali buatku bahwa sebelum berpetualang, persiapkan dan pastikan perlengkapan kamu dalam keadaan baik dan layak digunakan, dan pelajaran lagi nih, teliti lah membeli alat elektronik nah aku #cupu kali masalah ini #huwaaaa…
Tapi ya sudahlah, Alhamdulillah dapat juga beberapa foto, semua tentang peragaan sains ada disini, dan beruntungnya lagi, hari itu hari Minggu, kami masuk free \(^0^)/ kabarnya dari Sumaiyyah dan Nisa, biaya masuk biasanya RM 7. Berikut alat peraga yang kucoba ada listrik-listrik gitu, ish aku lupa lah judulnya apa -_-“ lalu ada alat pengukur cairan yang ada dalam tubuh kita, kemudian ada percobaan Dancing Rope, ada juga rumah gempa, di dalam rumah itu ada 3 tombol, tombol 1 adalah level gempa rendah skala richternya, sampai pada tombol 2 dan 3 makin kencanglah getaran rumah tu ditambah lagi efek suara yang membuat kita makin merasakan begini toh gempa berkekuatan skala richternya tinggi, dan muasssiihh banyak lagi *_*
Lepas seru-seruan di dua tempat tu, kami melanjutkan perjalanan untuk sholat zuhur dan itu di Masjid Albukhary, aish, cantik kali masjidnya *_* Subhanallah . Masjid ini dibangun oleh jutawan bernama Bukhary, asli orang Kedah, dan dia juga membangun universitas, persis dekat dengan masjidnya. Universitas yang dia bangun pun untuk pelajar-pelajar yang kurang mampu. Subhanallah
Selesai sholat kami pun cari makan T_T lapar umaak, Alhamdulillah ketemu dengan rumah makan, salahsatu system rumah makan disini #eaak sistem sistem :D , kita ditawarkan pakai nasi atau tidak, nah bila pakai nasi, maka penjual akan menyiapkan nasi kita, lalu untuk lauknya kita yang pilih , ntar pas kita sampai di tempat duduk kita, penjual akan menghitung lauk apa yang kita ambil, karena uang mulai menipis hihihi, aku ambil telur dadar yang disambal lalu tumis toge, hanya RM 3 ajah :D.
Jom, kita lanjut, kami pun bertolak ke Muzium Diraja, mirip Istana Maimun, disini kita bebas mengelilingi keluar masuk kamar, tampak dari luar, istana ini sederhana sangat, tapi, banyak kali jendela dan bilik, aihhhh *_*tiket masuk ke istana ini free, hanya saja tak boleh foto-foto, cukup dilihat-lihat aja ya dek :D Di istana ini, sejarah Kedah diabadikan.
Begitu pun pas kami ke Balai Seni Negara, tak boleh poto-poto. Letak balai ini pun tak jauh dari istana, tinggal jalan kaki aja, dan free. Disinilah tempat penyimpanan hasil seni seniman Kedah, ada lukisan, patung, replika rumah Tok Su, layang-layang.
Tak mau kehilangan momen dan masih di kawasan yang sama, kami sempat foto di depan Masjid Zahir (Taj Mahal-nya Malaysia) dan di depan Menara Alor Setar, meski nampak puncaknya aja hahaha #yang penting foto #eaakk. Namun foto nya, di HP kak Erna, belum di blututkan T_T
Untuk waktu kunjungan, Muzium Diraja, Balai Seni Negara dan Rumah Tok Su, dibuka pada jam 9 pagi sampai jam 5 sore, kecuali hari Jum’at tutup dari jam setengah 1 sampai setengah 3. ^_^
Lalu demi mengejar waktu, kami buru-buru ke rumah Tok Su, nah ini rumah bersejarah pula di Kedah. Sayangnya kami datang sekitar jam 5 sore lewat, sehingga tak bisa masuk untuk melihat-melihat dalam dari Rumah Tok Su. Tapi tak apa, *ingat mantra kita apaa?* :D
Nah sebelum pulang, kawan-kawan paling tak tahan lihat lapangan rumput hijau menawan dikelilingi rimbunnya pepohonan trembesi, bawaannya mau syuting film india aja #hahaha bahkan lebih dari itu, bersilat mereka, amboi X_X
Next destination, karena penatnya, aku pasrah aja mau dibawa kemana oleh Sumaiyyah dan Nisa, #hahaha, HP ku lobet total sejak dibawa foto-foto di kawasan Rumah Tok Su, itu nasib si asro ntah macam apa udah, lobet dikit di charge, kira 10% dihentikan pasokan energinya lalu dipaksa foto-foto lagi X_X #elus-elus Asro sayang :-*
Kali ini kami disinggahkan Sumaiyyah di depan gerbang Istana Anak Bukit, karena Asro lobet total dan sangat tergantung charger di mobil Sumaiyyah, entah dapat ilham apa si Nisa puny aide untuk foto-foto kami dari dalam mobil hahaha #aduh, kalau ingat kejadian itu, sakit perut aku, gelak-gelak, Nisa ni memang semangat kali orangnya, kalau tak semangat dia mendorong (tepatnya memaksa :p) kami untuk foto-foto disana, mungkin tak ada kenang-kenangan kami foto disana dan dengan cara yang unik pula X_X
Lalu, kami pun lanjut lagi ke untuk melihat senja di Tasik (baca: Danau) Darul Aman. Kedah ni kaya akan taman umum untuk masyarakatnya, seperti Jubli Emas itu dan Tasik Darul Aman. Sebelum kami mencari PeWe alias Posisi Wuenak, kami sempatkan membeli cemilan berupa rujak ( RM2,5) dan Kerupuk Leko (RM 1 ) dan Air Mineral 2 botol ( RM 1 /botol) nah baru mantap ini menikmati pemandangan dan kegiatan beberapa pengunjung, seperti bermain gelembung, member makan ikan di danau, jogging, push up, atau sekadar Te Pe Te Pe, tebar pesona dengan naik bebek air #hahaha , sedang kami, menikmati cemilan sambil memandangi danau , menikmati senja dan hampir melempar kerupuk leko kepada dua pria yang sengaja mendayung bebek air ke arah dan memandangi kami -_-“ #mau minta rujak dan kerupuk kami, bilaangg :p
Hari menjelang malam dah, saatnya pulang, tapi di perjalanan pulang kami singgah di depan Air Force College, \(^0^)/
Dan tiada hari tanpa ke-seronok-an *benar gak penempatan imbuhan ku ini? Semoga gak ditimpuk ahli Bahasa Malaysia, aamiin #kalem