Kamis, 26 Maret 2009

ODONG-ODONG HAHAHA



Satu benda yang jika disebutkan berhasil menggelitik perutku, membuatku ingin tertawa, kadang tersenyum-senyum sendiri dalam setahun terakhir ini, yup kata itu adalah odong-odong hahaha, sekali lagi!, odong-odong hahaha, lagi!, odong-odong hahaha, lagi!, ah udah ah, kapan ceritanya dimulai nih.


Memang sejak beberapa tahun terakhir yang namanya odong-odong sedang naik daun, bisa diilang artis papan ataslah, saking terkenalnya dikalangan anak-anak. Entah siapa pencipta kata unik tersebut “odong-odong”, apakah dari bahasa Sansekerta tau dari bahasa mana. Ah entahlah perlu penelitian lebih lanjut sepertinya atau tanya saja pada rumput bergoyang.

Hiburan Anak Yang Murah Meriah


Praktis tak ada lagi pusat permainan anak yang murah meriah dan terletak di pusat kota , sejak Taman Ria Medan dirobohkan dan sudah berdiri megah pusat perbelanjaan terbesar di Medan, Plaza Medan Fair.


Dulu sewaktu saya masih kecil, asal ke Taman Ria saya paling suka naik odong-odong. Odong-odong yang berbentuk mobil-mobilan, kuda-kudaan atau tokoh karton. Untuk menaiki mainan tersebut kita harus memiliki koin khusus yang dijual pengelola. Saat naik odong-odong itu, saya tidak mau turun, yang penting tetap di atas odong-odong yang bergerak naik turun maju mundur dengan lembut sampai membuat saya terkantuk-kantuk dibuai odong-odong, kalau diangkat untuk digendong pasti saya menangis. Untung saya tidak ditinggal pulang orangtua saya, kalau itu terjadi saya sudah jadi anak pengelola odong-odong itu kali ya!:).


Walaupun Taman Ria sudah tidak ada kalaupun ada tapi jaraknya cukup jauh dari rumah serta mungkin saja harga satu permainan tidak seterjangakau seperti dulu. Kini, para bocah tidak perlu repot-repot ke mal ataupun ke Taman Ria untuk mencari hiburan. Mereka cukup nangkring di depan rumah mnunggu odong-odong lewat. Untuk menaiki odong-odong cukup membayar Rp.2000, sekali putaran.


Nama Kerennya Kiddi Ride


Ada berbagai macam odong-odong atau Kiddi Ride, mulai dari yang berbentuk kuda-kudaan atau komidi putar yang digerakkan dengan ontelan kaki sang operator, ada yang membutuhkan 1 koin atau 2 koin seperti yang ada di Taman Ria dulu atau sekarang masih ada di mal-mal, sampai kereta dua-tiga gerbong yang digerakkan dengan mesin bermotor. Untuk membuatnya lebih menarik perhatian, dipasanglah peranti pemutar musik dan pengeras suarau untuk melantukan lagu anak-anak.


Mainan ini memasarkan diri dengan cara jemput bola, mendatangi perumahan-perumahan. Mulanya mereka menjamur di perumahan-perumahan di Jakarta dan kota-kota di pinggirnya. Namun, kini sudah merebak di seluruh penjuru tanah air termasuk kota Medan.

Senin, 23 Februari 2009

YANG PUTUS YANG DIKEJAR




Pemandangan Unik


Ada pemandangan yang unik setiap sore di sepanjang jalan yang sering saya lewati sepulang mengajar mengaji yakni melihat sekelompok anak—mungkin sekitar tiga atau lima orang yang ramai-ramai berlari mengejar layang-layang putus. Satu hal unik dari yang terunik lainnya yang hanya terjadi di Indonesia tercinta ini selain istilah tarik tiga saat mengendarai sepeda motor, mudik ke kampung halaman saat lebaran, naik odong-odong dan lain sebagainya.

Kadang saya suka tak habis pikir. Apa asyiknya mengejar layang-layang putus?. Padahal harga layang-layang tak begitu mahalnya—istilahnya tak samapi jual tanah, untuk ukuran sekarang mungkin harganya sekitar lima ratus perak sampai seribu perak, tidak sebandingnya dengan capeknya berlari hingga kiloan meter, belum lagi buat beli plester untuk mengobati kaki yang lecet dan berdarah akibat terantuk batu.
Bahkan layang-layang putus yang tak seberapa itu dikejar mati-matian, berlari di jalan tanah dan aspal dengan suara kaki bergemuruh, masuk gang keluar gang, meloncat pariit, memanjati pagar rumah dan sekolah. Tak peduli kendaraan yang bersileweran di kiri dan kanan yang bisa saja membahayakan diri karena mata ini terus menatap ke langit memantau posisi jatuh layang-layang, tidak sempat untuk melihat apapun yang ada di depan. Yang menghalangi rute perngejaran, semua di terobos. Sehingga sudah kejadian di Jawa ada anak yang gara-gara mengejar layang-layang tewas tertabrak mobil.

Sang Pemburu Layang-layang


Saya hampir berhasil mewawancarai seorang anak yang sudah menggantung tiga layang-layang berwarna emas di punggungnya, saya pikir dialah jawaranya tapi setelah saya mendekat padanya. Eh, si adik keburu mengejar layang-layang lagi. Aduh, capek deh.

Rasa penasaran saya tak terbendung lagi akhirnya saya mencari jawaban rasa penasaran saya dengan membuka blog orang yang punya pengalaman pernah mengejar layang-layang pada jaman dulu.

Sebagian para blogger sekaligus mantan pemburu layang-layang itu menuliskan pada blognya bahwa alasan kenapa begitu senang ikut mengejar layang-layang waktu itu adalah karena ramainya para pemburu dan serunya itu bahkan para bapak-bapak pun tak mau kalah ikut juga berpartisipasi mengejar layang-layang sampai rela di omelin isteri.

Selain itu gara-gara mengejar layang-layang, tak jarang kita jadi punya banyak teman sesama pemburu layang-layang dan melatih bakat lari yang selama ini terpendam.

Istilah Dalam Bermain Layang-layang


Ternyata bukan dalam pelajaran ekonomi, biologi, dan mata pelajaran lainnya yang punya istilah-istilah rumit sesuai bidangnya.

Tapi dalam dunia perlayang-layangan pun juga tercipta istilah-istilah unik bahkan tidak tercetak pada kamus bahasa indonesia penerbit manapun.

Dalam blognya Bill Antoro menuliskan bahwa, “ Aku tak tahu apakah ini istilah umum, namun inilah istilah yang kudapat dari pergaulan dengan teman-temanku yang bersuku Betawi dulu”.

Gelasan, benang tajam untuk aduan. Lasnur, benang dari tali pancing yang dilumuri bahan pembuat gelasan sehingga tajam. Kenur, benang standar yang tidak tajam. Talikama, ungkapan untuk benang yang mengait pada dua bagian rangka bambu di atas dan bawah layang-layang. Manteng, posisi stabil layang-layang. Singit, layang-layang tidak stabil saat mengudara. Pongkol, menjatuhkan layang-layang ke benang dekat tangan lawan. Dol, ‘mencuri’ benang lawan yang kalah adu. Ngimpul, layang-layang putus terbang jauh tinggi. Ngentip, layang-layang terbang tinggi kadang sulit terlihat. Tarik-tarikan, kondisi di mana dua layang-layang bertemu dan gesekan benang di antara keduanya tak menyebabkan salah satunya putus.

Tradisi Yang Mulai Langka


Walaupun tradisi bermain dan mengejar layang-layang di perkotaan tak semeriah di pedesaan dan bahkan mulai langka, akibat terbatasnya ruang bermain anak-anak yang ada di perkotaan bahkan sudah dikalahkan dengan permainan yang berteknologi seperti Playstation, Game on Line, dan lain sebagainya.

Namun, satu pelajaran yang dapat kuambil dari kondisi anak-anak Indonesia bahwa ditengah gempuran zaman, kesulitan diberbagai bidang khususnya ekonomi, ‘Sungguh beruntung manusia yang dapat mengail kesenangan dalam kondisi apapun dari hal-hal kecil yang sederhana”.

Mudahan-mudahan saja tradisi ini tidak benar-benar hilang tergerus zaman, karena inilah yang akan kita rindukan dan akan menjadi bahan kenangan, bahan cerita untuk anak cucu kita kelak. Tidak hanya untuk permainan layang-layang dan mengejar layang-layang putus, tapi juga untuk permainan rakyat lainnya, semoga tetap eksis dan anak-anak Indonesia bangga memainkannya.

Senin, 16 Februari 2009

Berbagai Dilema Ketika KHS Dibagikan

Berbagai Dilema Ketika KHS Dibagikan

“Ketika kita diragukan kredibilitasnya, diremehkan apapun yang kita lakukan, maka tunjukkanlah akhlak mulia dan kecerdasan emosimu. Setiap orang memiliki hati nurani maka sentuhlah nuraninya dengan kelembutan akhlak dan kekuatan ayunan do’a”.

Hari Complain Se-IAIN SU

Welcome back to campus!!!, bagaimana perasaan kamu setelah sekian lama penantian bolak balik habiskan ongkos dari rumah ke kampus atau dari kampung halaman bela-belain ke kampus demi mengetahui hasil belajar kamu di semester lalu?. Beragam kali ya, ada kecewa, capek, marah, asem, asin, manis (lah kayak lemon tea aja).

Itulah hidup,anak muda, penuh perjuangan. Tappi, setelah KHS keluar rasa kecewa gara-gara menunggu dan menunggu lenyap seketika. Eits…tapi tunggu dulu, lagi-lagi perjuangan belum berkahir anakmuda. Setelah KHS sudah di tangan dan di depan mata tertulis di sana, mata kuliah “X”, 4 SKS, E, gubrak!, atau terdengar komentar kok dapat C? aku kan rajin, rajin nabung, rajin sholat, bla…bla…bla. Dan ekspresi lainnya yang beragam saat KHS dibagikan, semuanya kembali kepada masa lalu, mengingat-ingat dosa apa yang telah diperbuat pada semester lalu. Mungkin bisa dibilang hari itu adalah Hari Complain Se-IAIN SU.
Kayak pengalaman sobat saya yang buat hati ini sedih, miris, kecewa, marah, sakit hati. Diaman-mana tu ya dosen itu gak pernah salah (ingat Pasal 1 Dosen tak pernah salah, Pasal 2, Kalau dosen salah, kembali pada Pasal 1) yang ada malah mahasiswa yang dirugikan.

Jadi ceritanya begini, pada mata kuliah 4 SKS ini sobatku itu dapat nilai C, dia seorang yang mendapat C, jelas ini adalah tindakan ketidakadilan. Setelah di complain pada dosen ybs, ternyata ada nilai tugas yang kosong. Padahal waktu pengumpulan tugas akhir, sobatku iu ngumpulnya di depan mata kepala dosen itu, teman-teman sekelas saksinya. Lalu kami tanyakan lagi pada dosen itu,boleh kami lihat tugas akhir kami yang kami kupulkan berupa makalah itu, mungkin saja nama sobatku terselip. Dengan entengnya sang dosen menjawab,makalah itu sudah tidak ada lagi (dah di bototkan kali ya?). Kesal gak sih???. Kesalahan sebenarnya terletak pada siapa sih?. Dah gitu sodara-sodara, sang dosen yang merasa dia yang paling benar ini, betapa susahnya minta ampun untuk memintanya mengubah nilai sobat saya itu. Setidaknya jika sang dosen tersebut merasa bersalah dengan bijaksana dia mau mengubah nilai sobat saya, paling tidak dengan nilai B dan mengakui bahwa sobat saya itu mengumpulkan tugasnya. Tapi, ini lain ceritanya berkeras sang dosen tetap tidak mau mengubah nilai sobat saya. Masalahnya bukan terletak pada nilai C atau B tapi, lebih kepada jerih payah sobat saya saat membuat makalah tugas akhir tersebut, bagaimana saat sobat saya berjibaku mencari bahan di internet, ongkos mengetik dan menjilid makalah, ongkos internet yang pada akhirnya tidak diapresiasi dan dikosongkan nilainya, palaknya lagi makalah yang telah kami kumpulkan telah tidak ada lagi keberadaannya di tangan dosen itu.

Tapi, bagaimana pun hak si kawan ini harus diperjuangkan. Karena kata orang bijak, Kesabaran itu adalah sesuatu yang terpji kecuali,ketika agama dihina, harga diri dikoyak, dan HAK DIRAMPAS.

Tips-tips Complain
Satu hal yang harus dihindari oleh kedua belah pihak (mahasiswa dan dosen ybs) saat ber-complain ria adalah marah. Kalau semuanya marah siapa yang mau didengarkan dan mendengarkan.

Berikut adalah tips complain nilai, yang baik dan benar dari penulis berdasarkan pengalaman, guru kehidupan yang paling baik:
  1. Siapkan bukti atau pembelaan yang sebenranya dari mahasiswa ybs bahwa pada saat perkuliahan sang mahasiswa menjalani semua prosedur kegiatan belajar seperti jarang absen, selalu mengumpulkan tugas tepat waktu, dll. Be honest aja lah!.
  2. Pasang muka innocent, tetap tenang, dan gak pakai marah ingat sekali lagi tak pakai marah-marah. Jelaskan masalah yang sebenarnya.
  3. Lebih baik bertemu langsung dengan dosen ybs. Jangan complain via telepon. Kan kerugiannya banya pulsa kamu berkurang tak bertambah. Selain itu,dosen yang diajak bicara pun belum tentu fokus pada masalah kamu, karena mungkin saja mahasiswa yang complain bukan kamu seorang.
  4. Liat mood atau suasana sang dosen juga, kalau beliau lagi sakit atau lagi gak tepat waktunya diajak complain, mending gak usah complain dulu. Ditunda dulu bro!
  5. Complain secara massal ( tapi jangan anarkis ya sampe bawa peti mayat segala), maksudnya ajak kawan2 yang punya masalah yang sama dengan dirimu. Jadi kamu tidak merasa sendirian dalam mengahadapi masalah kamu.
  6. Jangan menyerah, perjuangkan hakmu sampai dapat, tapi kalau gak dapat juga janagn dipaksakan, gak baik buat kesehatan.Ambil hikmahnya,mungkin kamu harus lebih baik lagi di semester berikutnya, atau kamu kan bisa memperbaiki nilai mata kuliah tersebut dengan mengambil Semester Pendek misalnya atau perbaikan nilai ke semester bawah. Allah memang menimpa kita dengan kesulitaan tapi Dia juga menyiapkan jalan keluar dan kemudahan yang banyak pula.
  7. Hindari merayu,menggoda atau bahkan memberi hadiah/uang demi mendapatkan hak kita. Pegang teguh idealismemu sebagai mahasiswa yang berpikiran kritis dan intelektual bukan dengan cara yang menghinakan diri seperti itu. Jika ada gelagat dosen yang ada “maunya” laporkan ke akademik atau ke polisi aja sekalian.
  8. Setelah semua usaha telah ditempuh, usaha yang terakhir adalah bermohon dan berserah kepada Yang Maha Mendengarkan complain-mu itu dan Yang Maha Pembolak Balik Hati Manusia dan Meluluhkan Hati yang Keras Menjadi Selembut Salju.

-SeLaMaT MeNeMpUh SeMeSTeR BaRu!!!-

Semoga Bemanfaat.
Wallahu a’lam Bishowwaab.

Petualangan Seorang Pahlawan Devisa di Champs Elysées


Judul :Luka di Champs Elysées
Pengarang : Rosita Sihombing
Penerbit :Lingkar Pena Publishing House
Tahun terbit : I, Agustus 2008
Tebal : 198 halaman
Jenis Buku : Fiksi

Petualangan Seorang Pahlawan Devisa di Champs Elysées

Mungkin jika dikumpulkan akan ada ratusan atau bahkan ribuan cerita pengalaman dari para TKI yang mengadu nasib di luar negeri. Gelombang TKI ke manca negara sering kali menjadi berita panas, terutama terkait dengan isu-isu penangkapan, pemerkosaan, hukuman mati, penganiayaan dan deportasi. Namun disisi lain banyaknya TKI di luar negeri merupakan salah satu solusi sekaligus harapan baru.

Sebagai solusi berarti bahwa kepergian warga sebagai TKI untuk mengadu nasib di banyak negara tetangga berarti wujud kesadaran dan keberanian masyarakat Indonesia untuk maju dan tidak menyerah dengan kondisi saat ini yang tidak mendukung. Mereka berani berkorban untuk merubah nasib bahkan sampai rela kelurga negeri meninggalkan keluarga dan kampung halaman yang amat dicintai.

Terkisahlah Karimah, seorang muslimah Indonesia yang bekerja di Riyadh dan memutuskan untuk melarikan diri dari majikannya. Ia tak tahan dengan segala bentuk penindasan yang dilakukan oleh sang majikan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa majikan Arab dikenal memperkerjakan pembantu hampir 24 jam dan gaji mereka pun paling-paling tidak jauh dari angka 750 – 1200 real/bulan, atau setara dengan 1-1,5 juta. Karimah termasuk TKW yang tidak beruntung karena mendapat majikan yang semena-mena ddengannya. Kekerasan hingga pelecehan seksual kerap ia rasakan. Setiap hari, setiap detik ia selalu bersahabat dengan kecemasan, ketakutan dan ketidaknyamanan. Hingga pada suatu hari, sang majikan sekeluarga hendak berpelesiran ke Paris dan mengajak serta Karimah.

Betapa senangnya hati Karimah ketika diajak ke Negeri Napoleon itu, negeri sejuta mimp.Paris. Karena ini adalah kesempatannya untuk kabur dan di jalanan Champs Elysées-lah ternyata kesempatan itu ada.

Petualangan baru dalam hidupnya pun dimulai. Berhasilkah Karimah melarikan diri dan petualangan seperti apa yang dialami muslimah ini dan mampukah ia bertahan di negeri yang sama sekali tidak ia ketahui mulai dari bahasanya, orang-orangnya, kebudayaannya, benar-benar buta akan Paris?

Melalui tema yang sederhana ditambah mimpi yang sederhana dibalut kata-kata yang sederhana dari kisah perempuan sederhana dan pemikiran yang sederhana, sang penulis bernama lengkap Rosita Sihombing ini mencoba menyampaikan pesan pada pembaca bahwa inilah salah satu potret nasib para TKI khususnya TKW, tak ada hukum yang benar-benar melindungi hak mereka. Padahal sumbangan devisa yang diberikan para TKI kepada negara ini mencapai angka lebih dari Rp.100 Triliun, makanya sebutan Pahlawan Devisa melekat pada mereka karena jasa mereka itu.

Membaca novel ini membuat saya selaku pembaca terbuai dengan Paris versi penjabaran sang penulis yang bersuamikan orang Prancis ini. Dari pendeskripsian Paris dari tulisan saja sudah indah, bagaimana pula dengan Paris yang sesungguhnya tentunya akan lebih sangat indah lagi. Mungkin perasaan serasa di Paris akan lebih terasa jika ada peta mungil yang tercetak dalam buku ini.

Lebih daripada itu kisah dalam novel bercoverkan pink ini sangat memikat. Perpaduan antara kepiluan dan kesadaran atas sebuah adagium, bahwa betapa pun dalam penderitaan manusia. Ia pasti segera bangkit. Selamat Membaca!

Kamis, 09 Oktober 2008

SILATURAHMI : FORMULA ANTI AGEING

Produk-produk kecantikan saat ini menawarkan banyak kebutuhan kecantikan dan salah satunya bagaimana agar wajah tampak lebih awet muda. Istilah formula anti ageing (anti penuaan dini), dari iklan sebuah produk kecantikan sudah banyak wara wiri di televisi, majalah, Koran dan lain sebagainya.

Tentunya produk yang ditawarkan tersebut, untuk membelinya harus merogoh dalam kantung celana suami bagi para istri yang ingin tetap tampil cantik didepan suami. Para gadis dan pemuda akan menghabiskan sebagian uang jajannya demi tetap tampil awet muda.

Saya tidak akan membahas produk kecantikan tersebut lebih lanjut tapi lebih kepada kata Silaturahmi, sebuah kata yang sedang popular jika lebaran tiba.

Asal kata silaturahmi sendiri berasal dari bahasa Arab, shilatu arrahiim, yang artinya hubungan kasih sayang. Dalam terminology orang Indonesia bisa kita terjemahkan dalam bentuk mengunjungi teman/keluarga, menelepon, mengirimnya surat, atau memberinya hadiah.

Tentunya masih dalam suasana Idul Fitri, Hari Raya Idul Fitri selalu dihiasi dengan acar saling berkunjung. Kaum muda mengunjungi orang-orang yang lebih tua, keluarga besar berkumpul bersama-sama.
Momen lebaran menjadi sangat penting karena pada hari-hari biasa kemungkinan besar sulit untuk bertemu dengan saudara dan teman karena kesibukan masing-masing. Hari itu juga menjadi momen yang paling tepat untuk saling mengunjungi dan meminta maaf.

Pada judul besar tulisan saya adalah tentang salah satu manfaat silaturahmi selain banyak mendatangkan rezeki tapi juga merupakan salah satu formula anti ageing yang murah meriah karena bermanfaat memanjangkan umur. Formula anti ageing yang satu ini tidak perlu merogoh saku yang banyak, cukup ongkos bagi yang tak punya kendaraan dan ongkos minyak bagi yang punya kendaraan.

Sebagaimana perkataan Rasulullah SAW-- pada 1400 tahun yang lalu jauh sebelum produk kecantikan anti ageing muncul baru-baru ini – yang menyebutkan bahwa silaturahim akan mendatangkan rezeki dan akan memperpanjang umur. Mungkin terkadang Anda suka bingung, mendatangkan rezeki yang bagaimana? Dan apa betul umur kita jadi panjang dengan bersilaturahim?.

Setelah ditelaah lagi, sebenarnya umur manusia sudah ditentukan oleh Allah bukan oleh silaturahim, hanya saja tidak ada seorang pun yang tahu sampai kapan ia diperkenankan hidup. Pertemuan dengan orang lain atau sahabat yang berbagi cerita dan pengalaman hidup membuat kebahagiaan, tertawa, kegembiraan yang selalu kita rasakan bahwa hidup ini masih panjang dan ternyata masih banyak orang baik yang sayang dengan Anda dan selalu mendoakan Anda. Bandingkan dengan kesedihan, kesuraman, keputusasaan yang selalu identik dengan hidup yang serba susah dan rasanya sangat sempit dan pendek.

Manfaat lain silaturahmi berdasarkan perkataan Nabi Muhammad SAW yakni mendatangkan rezeki. Rezeki tidak selalu identik dengan materi. Tapi, dengan kita kenal banyak orang, suka menyambung tali silaturahim akan mudah dan terbantu dalam berbagai hal yang tidak kita duga, seperti:

Disaat susah cari kerja, tapi kita punya kenalan orang dalam.
Disaat butuh sponsor untuk kegiatan tertentu.
Relasi yang luas buat menumbuhkan kepercayaan, kalau mereka sudah tahu siapa kita.
Tambah ilmu dan wawasan.

Sedikit meniru iklan produk kecantikan anti ageing yang ada di televise, “Ingin tampil tampak lebih awet muda, kunjungilah teman/keluarga Anda dan banyaklah menyambung tali silaturahmi.”

Semoga bermanfaat.

Kamis, 21 Agustus 2008

KETIKA KEKUATAN DOA MEMPENGARUHI SESEORANG

Judul : Catatan Hati di Setiap Sujudku
Penulis : Asma Nadia dkk.
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House
Cetakan : I, 2008
Halaman : 204 halaman

Setelah sukses mengemas buku yang membangkitkan harapan, menuntun keluar dari keputusasaan, inspiratif, dan menyentuh begitulah jargon yang tertulis di sudut kiri bawah buku yang berwarna coklat lembut ini. Catatan Hati Seorang Istri dan Karena Aku Cemburu telah mendulang kesuksesan terlebih dahulu dan best seller di pasaran. Bisa dibilang buku yang digawangi oleh Asma Nadia ini adalah chicken soup-nya Indonesia dan La Tahzan-nya Indonesia.

Kali ini Asma Nadia dkk kembali menelurkan buku yang tak kalah inspiratifnya dan tak kalah menyentuhnya yakni mengangkat kisah-kisah tentang kekuatan do’a.

Buku ini ditulis oleh 10 penulis termasuk Asma Nadia sendiri dengan kisah yang berbeda-beda dan tergabung dalam milis pembacaanadia @yahoogroups.com. Tidak hanya itu saja, buku ini juga dilengkapi 9 Catatan Kecil dari Malam-Malam Panjang berisi catatan kecilyang benar-benar bisa buat kita merenung bahwa setiap orang dimanapun saat ini sedang membutuhkan do’a kita.

Semua tulisan, semua kisah, semua catatan dalam buku ini menyentuh dan inspiratif. Mengajak diri sendiri atau pembaca yang baca buku ini untuk lebih banyak menengadahkan wajah, menggantungkan hati, pikiran, dan diri sepenuhnya kepada Yang Maha Besar. Kepada Dia Pemegang Kunci yang mengurai setiap permasalahn. Dia yang memberikan kesembuhan. Dia Yang Maha Mengobati Hati dari setiap kejadian.
Dan bahkan Allah memeang suka untuk kita minta. Allah senang mendengarkan curhat kita sepanjang hari, sepanjang malam, setiap waktu.

Tidak demikian dengan orang terdekat sekalipun yang bias saja menjadi kesal atau cenderung tidak sabar mendengarkan masalah kita. Alhamdulillah Allah bersama kita.

Bisa saja ada salah satu kisah pada buku ini yang mirip dengan kisah yang pernah atau sedang Anda alami saat ini sehingga dapat membantu Anda mengatasi masalah Anda atau malah menginspirasi untuk lebih banyak berdo’a, meminta pada Sang Maha Pendengar do’a. Karena do’a bukan sekedar pada terkabulnya do’a tapi juga pada kemampuan do;a itu memberikan keyakinan, optimisme, dan sikap positif pada yang melakukannya. Karena hal itu, kekuatan do’a lebih dahsyat pengaruhnya untuk kelanjutan hidup manusia dari sekedar terkabulnya do’a-do’a duniawi

Membaca Catatan Hati disetiap Sujudku seperti menyusuri lorong-lorong keajaiban-Nya, membuat pembaca menangis dan bersujud lebih dalam. Selamat Memiliki!.

KRISIS ODOL

30 November 2007

Hal inilah yang dialami keluargaku. Jadi, bukan hanya uang saja yang boleh krisis, odol pun juga bisa krisis alias sama sekali tidak ada odol atau pasta gigi yang tersisa di kamar mandi rumahku walaupun odol tersebut udah jadi korban mutilasi alias dibelah dua trus sisa2 odol yang masih ada pun jadi amat sangat berharga.
Entah kenapa rasanya seperti orang yang tidak mampu beli odol. Padahal kedai sampah dilewati tiap kali mau ke kampus ataupun pulang dari kampus. Itupun tidak teringat buat membelinya, tapi buat beli jajanan teringat. Tadi siang pulang kuliah, uang 2000ku melayang ke kantong abang penjual Batagor. Nyesel aku belinya ternyata bumbu batagornya gak ada enaknya dikit pun. Tobat deh belinya. Masih mending tadi, aku beli Rujak, 2000 udah dapat semangka sama melon. Nah lo, masih sempatnya mikirin jajanan. Beli odol atuh…!