Senin, 16 Februari 2009

Berbagai Dilema Ketika KHS Dibagikan

Berbagai Dilema Ketika KHS Dibagikan

“Ketika kita diragukan kredibilitasnya, diremehkan apapun yang kita lakukan, maka tunjukkanlah akhlak mulia dan kecerdasan emosimu. Setiap orang memiliki hati nurani maka sentuhlah nuraninya dengan kelembutan akhlak dan kekuatan ayunan do’a”.

Hari Complain Se-IAIN SU

Welcome back to campus!!!, bagaimana perasaan kamu setelah sekian lama penantian bolak balik habiskan ongkos dari rumah ke kampus atau dari kampung halaman bela-belain ke kampus demi mengetahui hasil belajar kamu di semester lalu?. Beragam kali ya, ada kecewa, capek, marah, asem, asin, manis (lah kayak lemon tea aja).

Itulah hidup,anak muda, penuh perjuangan. Tappi, setelah KHS keluar rasa kecewa gara-gara menunggu dan menunggu lenyap seketika. Eits…tapi tunggu dulu, lagi-lagi perjuangan belum berkahir anakmuda. Setelah KHS sudah di tangan dan di depan mata tertulis di sana, mata kuliah “X”, 4 SKS, E, gubrak!, atau terdengar komentar kok dapat C? aku kan rajin, rajin nabung, rajin sholat, bla…bla…bla. Dan ekspresi lainnya yang beragam saat KHS dibagikan, semuanya kembali kepada masa lalu, mengingat-ingat dosa apa yang telah diperbuat pada semester lalu. Mungkin bisa dibilang hari itu adalah Hari Complain Se-IAIN SU.
Kayak pengalaman sobat saya yang buat hati ini sedih, miris, kecewa, marah, sakit hati. Diaman-mana tu ya dosen itu gak pernah salah (ingat Pasal 1 Dosen tak pernah salah, Pasal 2, Kalau dosen salah, kembali pada Pasal 1) yang ada malah mahasiswa yang dirugikan.

Jadi ceritanya begini, pada mata kuliah 4 SKS ini sobatku itu dapat nilai C, dia seorang yang mendapat C, jelas ini adalah tindakan ketidakadilan. Setelah di complain pada dosen ybs, ternyata ada nilai tugas yang kosong. Padahal waktu pengumpulan tugas akhir, sobatku iu ngumpulnya di depan mata kepala dosen itu, teman-teman sekelas saksinya. Lalu kami tanyakan lagi pada dosen itu,boleh kami lihat tugas akhir kami yang kami kupulkan berupa makalah itu, mungkin saja nama sobatku terselip. Dengan entengnya sang dosen menjawab,makalah itu sudah tidak ada lagi (dah di bototkan kali ya?). Kesal gak sih???. Kesalahan sebenarnya terletak pada siapa sih?. Dah gitu sodara-sodara, sang dosen yang merasa dia yang paling benar ini, betapa susahnya minta ampun untuk memintanya mengubah nilai sobat saya itu. Setidaknya jika sang dosen tersebut merasa bersalah dengan bijaksana dia mau mengubah nilai sobat saya, paling tidak dengan nilai B dan mengakui bahwa sobat saya itu mengumpulkan tugasnya. Tapi, ini lain ceritanya berkeras sang dosen tetap tidak mau mengubah nilai sobat saya. Masalahnya bukan terletak pada nilai C atau B tapi, lebih kepada jerih payah sobat saya saat membuat makalah tugas akhir tersebut, bagaimana saat sobat saya berjibaku mencari bahan di internet, ongkos mengetik dan menjilid makalah, ongkos internet yang pada akhirnya tidak diapresiasi dan dikosongkan nilainya, palaknya lagi makalah yang telah kami kumpulkan telah tidak ada lagi keberadaannya di tangan dosen itu.

Tapi, bagaimana pun hak si kawan ini harus diperjuangkan. Karena kata orang bijak, Kesabaran itu adalah sesuatu yang terpji kecuali,ketika agama dihina, harga diri dikoyak, dan HAK DIRAMPAS.

Tips-tips Complain
Satu hal yang harus dihindari oleh kedua belah pihak (mahasiswa dan dosen ybs) saat ber-complain ria adalah marah. Kalau semuanya marah siapa yang mau didengarkan dan mendengarkan.

Berikut adalah tips complain nilai, yang baik dan benar dari penulis berdasarkan pengalaman, guru kehidupan yang paling baik:
  1. Siapkan bukti atau pembelaan yang sebenranya dari mahasiswa ybs bahwa pada saat perkuliahan sang mahasiswa menjalani semua prosedur kegiatan belajar seperti jarang absen, selalu mengumpulkan tugas tepat waktu, dll. Be honest aja lah!.
  2. Pasang muka innocent, tetap tenang, dan gak pakai marah ingat sekali lagi tak pakai marah-marah. Jelaskan masalah yang sebenarnya.
  3. Lebih baik bertemu langsung dengan dosen ybs. Jangan complain via telepon. Kan kerugiannya banya pulsa kamu berkurang tak bertambah. Selain itu,dosen yang diajak bicara pun belum tentu fokus pada masalah kamu, karena mungkin saja mahasiswa yang complain bukan kamu seorang.
  4. Liat mood atau suasana sang dosen juga, kalau beliau lagi sakit atau lagi gak tepat waktunya diajak complain, mending gak usah complain dulu. Ditunda dulu bro!
  5. Complain secara massal ( tapi jangan anarkis ya sampe bawa peti mayat segala), maksudnya ajak kawan2 yang punya masalah yang sama dengan dirimu. Jadi kamu tidak merasa sendirian dalam mengahadapi masalah kamu.
  6. Jangan menyerah, perjuangkan hakmu sampai dapat, tapi kalau gak dapat juga janagn dipaksakan, gak baik buat kesehatan.Ambil hikmahnya,mungkin kamu harus lebih baik lagi di semester berikutnya, atau kamu kan bisa memperbaiki nilai mata kuliah tersebut dengan mengambil Semester Pendek misalnya atau perbaikan nilai ke semester bawah. Allah memang menimpa kita dengan kesulitaan tapi Dia juga menyiapkan jalan keluar dan kemudahan yang banyak pula.
  7. Hindari merayu,menggoda atau bahkan memberi hadiah/uang demi mendapatkan hak kita. Pegang teguh idealismemu sebagai mahasiswa yang berpikiran kritis dan intelektual bukan dengan cara yang menghinakan diri seperti itu. Jika ada gelagat dosen yang ada “maunya” laporkan ke akademik atau ke polisi aja sekalian.
  8. Setelah semua usaha telah ditempuh, usaha yang terakhir adalah bermohon dan berserah kepada Yang Maha Mendengarkan complain-mu itu dan Yang Maha Pembolak Balik Hati Manusia dan Meluluhkan Hati yang Keras Menjadi Selembut Salju.

-SeLaMaT MeNeMpUh SeMeSTeR BaRu!!!-

Semoga Bemanfaat.
Wallahu a’lam Bishowwaab.

Petualangan Seorang Pahlawan Devisa di Champs Elysées


Judul :Luka di Champs Elysées
Pengarang : Rosita Sihombing
Penerbit :Lingkar Pena Publishing House
Tahun terbit : I, Agustus 2008
Tebal : 198 halaman
Jenis Buku : Fiksi

Petualangan Seorang Pahlawan Devisa di Champs Elysées

Mungkin jika dikumpulkan akan ada ratusan atau bahkan ribuan cerita pengalaman dari para TKI yang mengadu nasib di luar negeri. Gelombang TKI ke manca negara sering kali menjadi berita panas, terutama terkait dengan isu-isu penangkapan, pemerkosaan, hukuman mati, penganiayaan dan deportasi. Namun disisi lain banyaknya TKI di luar negeri merupakan salah satu solusi sekaligus harapan baru.

Sebagai solusi berarti bahwa kepergian warga sebagai TKI untuk mengadu nasib di banyak negara tetangga berarti wujud kesadaran dan keberanian masyarakat Indonesia untuk maju dan tidak menyerah dengan kondisi saat ini yang tidak mendukung. Mereka berani berkorban untuk merubah nasib bahkan sampai rela kelurga negeri meninggalkan keluarga dan kampung halaman yang amat dicintai.

Terkisahlah Karimah, seorang muslimah Indonesia yang bekerja di Riyadh dan memutuskan untuk melarikan diri dari majikannya. Ia tak tahan dengan segala bentuk penindasan yang dilakukan oleh sang majikan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa majikan Arab dikenal memperkerjakan pembantu hampir 24 jam dan gaji mereka pun paling-paling tidak jauh dari angka 750 – 1200 real/bulan, atau setara dengan 1-1,5 juta. Karimah termasuk TKW yang tidak beruntung karena mendapat majikan yang semena-mena ddengannya. Kekerasan hingga pelecehan seksual kerap ia rasakan. Setiap hari, setiap detik ia selalu bersahabat dengan kecemasan, ketakutan dan ketidaknyamanan. Hingga pada suatu hari, sang majikan sekeluarga hendak berpelesiran ke Paris dan mengajak serta Karimah.

Betapa senangnya hati Karimah ketika diajak ke Negeri Napoleon itu, negeri sejuta mimp.Paris. Karena ini adalah kesempatannya untuk kabur dan di jalanan Champs Elysées-lah ternyata kesempatan itu ada.

Petualangan baru dalam hidupnya pun dimulai. Berhasilkah Karimah melarikan diri dan petualangan seperti apa yang dialami muslimah ini dan mampukah ia bertahan di negeri yang sama sekali tidak ia ketahui mulai dari bahasanya, orang-orangnya, kebudayaannya, benar-benar buta akan Paris?

Melalui tema yang sederhana ditambah mimpi yang sederhana dibalut kata-kata yang sederhana dari kisah perempuan sederhana dan pemikiran yang sederhana, sang penulis bernama lengkap Rosita Sihombing ini mencoba menyampaikan pesan pada pembaca bahwa inilah salah satu potret nasib para TKI khususnya TKW, tak ada hukum yang benar-benar melindungi hak mereka. Padahal sumbangan devisa yang diberikan para TKI kepada negara ini mencapai angka lebih dari Rp.100 Triliun, makanya sebutan Pahlawan Devisa melekat pada mereka karena jasa mereka itu.

Membaca novel ini membuat saya selaku pembaca terbuai dengan Paris versi penjabaran sang penulis yang bersuamikan orang Prancis ini. Dari pendeskripsian Paris dari tulisan saja sudah indah, bagaimana pula dengan Paris yang sesungguhnya tentunya akan lebih sangat indah lagi. Mungkin perasaan serasa di Paris akan lebih terasa jika ada peta mungil yang tercetak dalam buku ini.

Lebih daripada itu kisah dalam novel bercoverkan pink ini sangat memikat. Perpaduan antara kepiluan dan kesadaran atas sebuah adagium, bahwa betapa pun dalam penderitaan manusia. Ia pasti segera bangkit. Selamat Membaca!

Kamis, 09 Oktober 2008

SILATURAHMI : FORMULA ANTI AGEING

Produk-produk kecantikan saat ini menawarkan banyak kebutuhan kecantikan dan salah satunya bagaimana agar wajah tampak lebih awet muda. Istilah formula anti ageing (anti penuaan dini), dari iklan sebuah produk kecantikan sudah banyak wara wiri di televisi, majalah, Koran dan lain sebagainya.

Tentunya produk yang ditawarkan tersebut, untuk membelinya harus merogoh dalam kantung celana suami bagi para istri yang ingin tetap tampil cantik didepan suami. Para gadis dan pemuda akan menghabiskan sebagian uang jajannya demi tetap tampil awet muda.

Saya tidak akan membahas produk kecantikan tersebut lebih lanjut tapi lebih kepada kata Silaturahmi, sebuah kata yang sedang popular jika lebaran tiba.

Asal kata silaturahmi sendiri berasal dari bahasa Arab, shilatu arrahiim, yang artinya hubungan kasih sayang. Dalam terminology orang Indonesia bisa kita terjemahkan dalam bentuk mengunjungi teman/keluarga, menelepon, mengirimnya surat, atau memberinya hadiah.

Tentunya masih dalam suasana Idul Fitri, Hari Raya Idul Fitri selalu dihiasi dengan acar saling berkunjung. Kaum muda mengunjungi orang-orang yang lebih tua, keluarga besar berkumpul bersama-sama.
Momen lebaran menjadi sangat penting karena pada hari-hari biasa kemungkinan besar sulit untuk bertemu dengan saudara dan teman karena kesibukan masing-masing. Hari itu juga menjadi momen yang paling tepat untuk saling mengunjungi dan meminta maaf.

Pada judul besar tulisan saya adalah tentang salah satu manfaat silaturahmi selain banyak mendatangkan rezeki tapi juga merupakan salah satu formula anti ageing yang murah meriah karena bermanfaat memanjangkan umur. Formula anti ageing yang satu ini tidak perlu merogoh saku yang banyak, cukup ongkos bagi yang tak punya kendaraan dan ongkos minyak bagi yang punya kendaraan.

Sebagaimana perkataan Rasulullah SAW-- pada 1400 tahun yang lalu jauh sebelum produk kecantikan anti ageing muncul baru-baru ini – yang menyebutkan bahwa silaturahim akan mendatangkan rezeki dan akan memperpanjang umur. Mungkin terkadang Anda suka bingung, mendatangkan rezeki yang bagaimana? Dan apa betul umur kita jadi panjang dengan bersilaturahim?.

Setelah ditelaah lagi, sebenarnya umur manusia sudah ditentukan oleh Allah bukan oleh silaturahim, hanya saja tidak ada seorang pun yang tahu sampai kapan ia diperkenankan hidup. Pertemuan dengan orang lain atau sahabat yang berbagi cerita dan pengalaman hidup membuat kebahagiaan, tertawa, kegembiraan yang selalu kita rasakan bahwa hidup ini masih panjang dan ternyata masih banyak orang baik yang sayang dengan Anda dan selalu mendoakan Anda. Bandingkan dengan kesedihan, kesuraman, keputusasaan yang selalu identik dengan hidup yang serba susah dan rasanya sangat sempit dan pendek.

Manfaat lain silaturahmi berdasarkan perkataan Nabi Muhammad SAW yakni mendatangkan rezeki. Rezeki tidak selalu identik dengan materi. Tapi, dengan kita kenal banyak orang, suka menyambung tali silaturahim akan mudah dan terbantu dalam berbagai hal yang tidak kita duga, seperti:

Disaat susah cari kerja, tapi kita punya kenalan orang dalam.
Disaat butuh sponsor untuk kegiatan tertentu.
Relasi yang luas buat menumbuhkan kepercayaan, kalau mereka sudah tahu siapa kita.
Tambah ilmu dan wawasan.

Sedikit meniru iklan produk kecantikan anti ageing yang ada di televise, “Ingin tampil tampak lebih awet muda, kunjungilah teman/keluarga Anda dan banyaklah menyambung tali silaturahmi.”

Semoga bermanfaat.

Kamis, 21 Agustus 2008

KETIKA KEKUATAN DOA MEMPENGARUHI SESEORANG

Judul : Catatan Hati di Setiap Sujudku
Penulis : Asma Nadia dkk.
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House
Cetakan : I, 2008
Halaman : 204 halaman

Setelah sukses mengemas buku yang membangkitkan harapan, menuntun keluar dari keputusasaan, inspiratif, dan menyentuh begitulah jargon yang tertulis di sudut kiri bawah buku yang berwarna coklat lembut ini. Catatan Hati Seorang Istri dan Karena Aku Cemburu telah mendulang kesuksesan terlebih dahulu dan best seller di pasaran. Bisa dibilang buku yang digawangi oleh Asma Nadia ini adalah chicken soup-nya Indonesia dan La Tahzan-nya Indonesia.

Kali ini Asma Nadia dkk kembali menelurkan buku yang tak kalah inspiratifnya dan tak kalah menyentuhnya yakni mengangkat kisah-kisah tentang kekuatan do’a.

Buku ini ditulis oleh 10 penulis termasuk Asma Nadia sendiri dengan kisah yang berbeda-beda dan tergabung dalam milis pembacaanadia @yahoogroups.com. Tidak hanya itu saja, buku ini juga dilengkapi 9 Catatan Kecil dari Malam-Malam Panjang berisi catatan kecilyang benar-benar bisa buat kita merenung bahwa setiap orang dimanapun saat ini sedang membutuhkan do’a kita.

Semua tulisan, semua kisah, semua catatan dalam buku ini menyentuh dan inspiratif. Mengajak diri sendiri atau pembaca yang baca buku ini untuk lebih banyak menengadahkan wajah, menggantungkan hati, pikiran, dan diri sepenuhnya kepada Yang Maha Besar. Kepada Dia Pemegang Kunci yang mengurai setiap permasalahn. Dia yang memberikan kesembuhan. Dia Yang Maha Mengobati Hati dari setiap kejadian.
Dan bahkan Allah memeang suka untuk kita minta. Allah senang mendengarkan curhat kita sepanjang hari, sepanjang malam, setiap waktu.

Tidak demikian dengan orang terdekat sekalipun yang bias saja menjadi kesal atau cenderung tidak sabar mendengarkan masalah kita. Alhamdulillah Allah bersama kita.

Bisa saja ada salah satu kisah pada buku ini yang mirip dengan kisah yang pernah atau sedang Anda alami saat ini sehingga dapat membantu Anda mengatasi masalah Anda atau malah menginspirasi untuk lebih banyak berdo’a, meminta pada Sang Maha Pendengar do’a. Karena do’a bukan sekedar pada terkabulnya do’a tapi juga pada kemampuan do;a itu memberikan keyakinan, optimisme, dan sikap positif pada yang melakukannya. Karena hal itu, kekuatan do’a lebih dahsyat pengaruhnya untuk kelanjutan hidup manusia dari sekedar terkabulnya do’a-do’a duniawi

Membaca Catatan Hati disetiap Sujudku seperti menyusuri lorong-lorong keajaiban-Nya, membuat pembaca menangis dan bersujud lebih dalam. Selamat Memiliki!.

KRISIS ODOL

30 November 2007

Hal inilah yang dialami keluargaku. Jadi, bukan hanya uang saja yang boleh krisis, odol pun juga bisa krisis alias sama sekali tidak ada odol atau pasta gigi yang tersisa di kamar mandi rumahku walaupun odol tersebut udah jadi korban mutilasi alias dibelah dua trus sisa2 odol yang masih ada pun jadi amat sangat berharga.
Entah kenapa rasanya seperti orang yang tidak mampu beli odol. Padahal kedai sampah dilewati tiap kali mau ke kampus ataupun pulang dari kampus. Itupun tidak teringat buat membelinya, tapi buat beli jajanan teringat. Tadi siang pulang kuliah, uang 2000ku melayang ke kantong abang penjual Batagor. Nyesel aku belinya ternyata bumbu batagornya gak ada enaknya dikit pun. Tobat deh belinya. Masih mending tadi, aku beli Rujak, 2000 udah dapat semangka sama melon. Nah lo, masih sempatnya mikirin jajanan. Beli odol atuh…!

Jumat, 25 Juli 2008

PUISI : MELEMBUTKAN JIWA ANAK

PUISI: MELEMBUTKAN JIWA ANAK
Oleh: Nurul Fauziah
Dan untuk puisi
Kami memiliki ramuan ajaib
Racikan yang kami dapat
Dari negeri bidadari dan kampong kurcaci
Kami beritahu padamu: Obelix dan Asterix pun
Mengincarnya sejak lama.
Potongan puisi yang berjudul “Klarifikasi Kurcaci” di atas adalah karya Abdurrahman Faiz, seorang anak berusia 11 tahun yang sudah piawai menulis puisi sejak usianya 8 tahun dan sudah menerbitkan 2 buku antologi puisi, dengan judul buku keduanya yang terbaru adalah Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil terbitan Forum Lingkar Pena Publishing.
Tidak banya anak Indonesia zaman sekarang yang mampu mengekspresikan perasaannya salah satunya dalam bentuk puisi. Hal itu mungkin dikarenakan kurangnya minat anak dalam mempelajari pelajaran sastra, terkesan membosankan atau karena lebih asyik bermain games online dan bermain playstation serta menonton televisi.
Puisi atau sastra secara umum, adalah instrument yang membhasakan kelembutan jiwa seseorang. Puisi juga membuat seseorang lebih dekat dengan perasaan, perasaan mereka sendiri, membantu mereka memahami hal yang tersirat dari alam, dan menagkap makna-makna kemanusiaan yang paling dalam yang senantiasa terlahir dari nurani manusia. Bagi seseorang, puisi juga merupakan hiburan jiwa.
Itu sebabnya Umar bin Khattab menganjurkan pengajaran sastra untuk anak-anak. Karena sastra kata Umar, dapa mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani. Rasulullah SAW sendiri menyukai puisi dan menghapal beberapa bait puisi Arab kuno serta mengenal para penyairnya. Dikalangan sahabat juga terdapat banyak penyair. Para pahlwan perang, di zaman Rasulullah dan sesudahnya, selalu menggunakan puisi sebagai cara untuk membangkitkan semangat perang kaum muslimin. Karena itu dalam tradisi sastra Arab ada beberapa penyair yang mempunyai spesialisasi dalam bidanng “Syi’rul Hamasah” (Puisi Semangat).
Di Afganistan sendiri, anak-anak diajarkan berpuisi—dikenal dengan istilah Sherngaji (Adu Puisi). Juga di beberapa belahan dunia lain yang menjadikan puisi salah satu kebudayaan dan menjadi mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah dasar seperti di Korea, Cina, Jepang dan Amerika.

Jumat, 04 Juli 2008

BUDAYA PELECEHAN KATA PADA ANAK

Saya dan Game on-line
Tidak jauh dari rumah saya berdiri sebuah bangunan rumah yang membuka jasainternet dan menawarkan games on-line, browsing internet, rental computer dan lain-lain. Tentunya saat ini jasa yang paling difavoritkan dari warnet adalah games on-line dan kebnyakan penggunannya adalah anak-anak. Di sini saya tidak akan membahas dampak positif dan negative games on-line pada anak secara detail, hanya saja saya membahasnya dari segi moral dan akhlak anak-anak yang sedang main games on-line tersebut.

Saat saya sedang browsing internet di warnet tersebut, telinga saya suka risih dengan sahutan yang dikeluarkan anak-anak yang bermain game di sebelah kiri, kanan dan belakang saya (bentuk tata letak komputernya letter U). Ynag membuat saya risihdari sahutan mereka saat memanggil teman mereka adalah penyebutan nama bintang semisal (maaf) anjing, dan pelecehan kata lainnya yang mungkin kerapkali kita dengar.

Awalnya saya tidak tahu, kenapa anak yang di sebelah saya, menyahut temannya yang juga bermain game diseberang tempat saya duduk. Ternyata game yang mereka mainkan sama. Kalua istilah saya ‘main dua’, game yang mereka mainkan adalah game perang-perangan. Jadi ceritanya, mereka dalam game itu seolah-olah jadi tentara yang menembaki musuh-musuhnya dan singkat cerita salah satu teman mainnya tertembak musuh dan teman mainnya yang satu lagi tidak tertembak. Temannya yang tertembak musuh menyahut, “Hey (maaf) Anjing, kok gak kau tembak musuhnya?, jadi mati aku kan?. Waduh, kuping saya panas mendengarkannya. Untuk mengekspresikan rasa tidak suka saya terhadap perkataan si anak disebelah saya itu, saya langsung meloto ke ara anak itu dan berkata “Yang sopanlah dek ngomongnya”, lalu jawabnya “Oya kak, maaf ya kak”.

Pendidikan Orang Tua Di Rumah: Salah satu Penyebabnya.
Mungkin masih banyak contoh nyata lainnya di sekitar kita. Mungkin di rumah misalnya, orang tua juga suka menyahut dan memanggil anaknya dengan menggunakan pelecehan kata-kata sehingga anak pun belajar dari orang tua untuk mengatakan hal yang sama pada teman-temanya, saudaranya dan bahkan orang tuanya sendiri. Selain itu lingkungan tempat anak tinggal, teman sepermainan anak, atau juuga teman sekolah si anak. Pada saat orang tua tidak bersama si anak untuk mendampingi, maka anak dapat belajar hal apapun di luar sana.

Bahkan tanpa kita sadari, kita juga sering mendengarkan, baik itu kita mendengarkannya di televisi yang menayangkan sinetron-sinetron dengan dialog para pemainya juga mendengarkannya di film-film yang diputar di bioskop dan menggunakan kata-kata yang melecehkan, kata-kata yang tidak sopan untuk diucapkan, seperti, Bodoh, Tolol, mampus dan lain-lain.

Dan jika hal ini terus dilakukan, terus diperdengarkan pada anak akan berdampak buruk terhadap kejiwaan anak.

Menurut Dr. Dorothy Law Notte yang dikutip oleh Jalaluddin Rahmat dalam “Psikologi Komunikasi”-nya.
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar manghargai
Jika anak dibesarkan dengan dorongan ia belajar percaya diri

Jadi, jangan salahkan anak Anda yang tidak tahu apa-apa, ia hanya merekam dan mengaplikasikannya apa yang dia lihat, dia dengar dan dia rasakandari perilaku orang tuanya sehari-hariyang lebih suka mendiidk dengan teriakan, dengan memanggil anak dengan sebutan yang tidak baik akan berbalik memaki dan manghina Anda suatu hari dan itu berarti Anda tururt menghancurkan moral dan akhlak anak Anda dengan pelecehan kata-kata yang Anda ucapkan pada anak Anda.

Bagaimana Jika Anak terlanjur berkata-kata negative?
Pertanyaan ini akan terjawab bila Anda sebagai orang tua yang sebelumnya mendidik anak dengan menggunakan teriakan pada anak yang tidak mematuhi Anda, dan mengucapkan kata-kata negative terhadap anak yang adalah suatu hal yang mungkin bahwa kata-kata negative yang Anda tujukan pada anak Anda sendiri adalah mengandung doa buat anak Anda alias mendoakan anak Anda sesuai seperti yang Anda ucapkan pada anak Anda, adalah menyadari efek negative kepada jiwa anak sampai dia beranjak dewasa jika ucapan-ucapan negate Anda pada anak tidak dihentikan. Tapi, bila Anda bukan tipe orangtua yang seperti itu, namun anak Anda mengucapkan kata-kata negative saat dia emosi, berarti anak Anda yang perlu dididik, diajarkan dan diarahkan untuk idak mengucapkan kata-kata negative itu lagi.

Terkadang orang tua terlalu keras dalam mendidik anak. Dalam kasus mengatasi anak yang suka berkata negative, orang tua suka mengancam dengan akan memasukkan cabe rawit ke dalam mulut anak Anda dan ada juga orang tua yang rinagntangan dengan melayangkan tanan Anda dan mendarat keras di mulut anak supaya anak jera. Tapi hal itu, tidak akan menyelesaikan masalah dalam jangka panjang, tapi hanya menyelesaikan masalah pada saat itu jga, artinya bahwa anak Anda memang tidak mengucapkan kata negative di depan Anda atau di dekat telinga Anda tapi, anak akan mengucapkanya di luar pengawasan Anda dan tentu solusi-solusi seperti memasukkan caber rawit ke mulut anak atau memukul dan menampar, adalah tidak mendidik tapi menyakitkan buat anak dan tidak membuat efek jera jangka panjang, bahkan komunikasi antara Anda dan anak akan rusak, anak seolah-olah merasa orang tua telah menciptakan jarak yang sangat jauh antara anak dan orangtua karena tindakan Anda yang seperti itu.

Menurut buku yang berjudul “Disiplin Tanpa Teriakan dan Pukulan” yang ditulis oleh Jerry Wyckoff, Ph.D dan Barbara C. Unell.

Yang harus dilakukan saat anak Anda membantah atau mengucap kata-kata negative:

Suruh anak Anda mengucapkan kata-kata itu secara berulang-ulang hingga lelah.
Suruh ia mengulang-ulang perkataan salah itu selama 3 menit (jika usia si anak 3 tahun) untuk tiap-tiap tahun usia. Katakan: “Ibu prihatin kamu mnegucapkan kata-kata itu. Ibu akan menyetela pengatur waktu. Kamu harus mengucapkan kata-kat itu sampai pengatur waktu berbunyi, setelah pengatur waktu berbunyi, kamu boleh berhenti mengucapkannya”. Hal ini akan membuat efek jera pada anak bahwa apayang diucapkannya berulang-ulang benar-benar tidak enak diucapkan, tidak enak didengar, sehingga anak enggan mengucapkannya lagi.
Pujilah perkataannya yang baik. Pujian adalah hal yang disukai anak-anak. Dengan memuji perkataannya yang baik, ia belajar bahwa dengan berkata baik lebih disukai, lebih sopan dan lebih enak didengar.

Penulis adalah seorang guru mengaji di sebuah majlis ta’lim, biasanya kiat penulis untuk mengatasai anak untuk tidak berkata negative yakni Jika anak kedapatan oleh telinga saya telah berkata negative, saya akan menyuruhnya berdiri dan beristigfar 15 kali dengan suara keras dan terdengar oleh saya, dengan begitu anak belajar memohon ampun pada Allah karena telah khilaf berkata negative kepada temannya, begitu setiap kali anak murid saya kedapatan berkata negative atau juga solusi lain yang saya dapat dari dosen saya saat mendidik anaknya yang berkata negative yakni dengan menyuruh si anak memukul mulutnya sendiri dengan begitu si anak belajar menghukum diri sendiri tanpa harus orangtua yang memukul mulut si anak yang terkadang menyakiti si anak.

Memang universitas yang membuka jurusan Parenting atau jurusan Menjadi orangtua yang baik, tidak ada, tapi bukan berarti kita sebagai orang tua menutup diri untuk terus belajar untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya. Sekarang ada banyak media yang membahas tentang parenting, seminar parenting, konsultasi dengan psikolog anak dan lain sebagainya. Anak kita hidup di zaman yang berbeda dengan zaman waktu para orangtua menjadi anak-anak dan satu hal lagi anak kita bukan duplikat kita saat menjadi anak-anak, anak kita adalah anak-anak, untuk itu pola pendidikan pun juga sedikit banaykanya memiliki perbedaan denga pola pendidikan orangtua zaman dulu.