Tampilkan postingan dengan label Reportase Zee. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase Zee. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Mei 2015

Mengenalkan Sastra pada Anak ala Helvy Tiana Rosa

Sungguh kesempatan luar biasa Medan bisa kedatangan Helvy Tiana Rosa lagi pada tanggal 22-24 Mei 2015. Salahsatu agenda Bunda Helvy adalah menjadi pembicara di Forum Silaturahim Ayah Bunda Medan pada Sabtu, 23 Mei 2015.



Dengan pembahasan Mengenalkan Sastra pada Anak, sekilas pembahasannya sederhana ya, tapi efeknya luar biasa, sastra menjadi asupan penting dalam perkembangan anak, itu sebab mengapa Umar bin Khattab, seorang Khalifah yang kita kenal galak, namun sanggup menyampaikan pernyataan, ‘Ajarkanlah kepada anakmu sastra, karena akan melembutkan hatinya’, sampai disini, simpulannya adalah ternyata sastra itu penting loh.

Belum lagi kesukaan saya pada drama Korea kolosal yang mengangkat kisah para raja dan ratu di istana pada zamannya, ada adegan anak Raja wajib belajar sastra. Jangankan drama korea, Imam Syafi’I saja sampai berguru pada Mus’ab bin Zubair, awalnya permintaan Imam Syafi’I untuk belajar mengarang puisi ditentang keras oleh sang Ibu, karena lebih baik belajar Al Qur’an daripada mengarang puisi, namun apa kata Imam Syafi’I kepada ibunya, hingga ibunya luluh dan mengizinkannya belajar mengarang puisi?

“Wahai Ibu, Zaid bin Tsabit adalah seorang penghafal Al Qur’an, tetapi ia juga pandai bersyair dan menjadi penyair kesayangan Rasulullah. Jika seseorang pandai menulis syair, kata katanya menjadi menarik dan orang akan mudah paham mendengar kata katanya” *

Subhanallah, wajar sekali bila banyak kata kata mutiara yang lahir dari lisan Imam Syafi’I dan sampai sekarang masih dibaca serta kita renungi maknanya. Saya faans berat Imam Syafi’I saya jatuh cinta pada kata kata bijak berhikmah yang ia ciptakan.

Andai hidayah bisa kubeli, akan kubeli berkeranjang keranjang untuk kubagikan kepada mereka yang aku cintai (Imam Syafi’i)

Itu salahsatu kata kata bijaknya. Kereen banget kan?

Penasaran dong ya, seperti apa seorang Bunda Helvy, sastrawati Indonesia dalam mendidik kedua buah hatinya. Bunda mengawali materinya dengan menceritakan sekilas kehidupan rumah tangganya.

Ternyata anak Bunda Helvy empat, namun keguguran, jadi anak Bunda yang ada yakni Abdurrahman Faiz (20 th) dan Nadya Paramita ( 8 th).

Istri dari Tomi Satryatomo ini, adalah sosok yang romantis, dalam penyampaiannya Bunda tidak pernah membangunkan suaminya dengan cara cara ekstrim, hehe, tapi ala ala penyair.

‘Bagaimana saya tidak jatuh cinta berkali kali sama kamu setiap hari, kalau caramu membangunkan saya seperti ini, begitu kata Mas Tomi saat saya membangunkannya dengan kata kata puitis di telinganya setiap hari’, ujar Bunda saat menceritakan kehidupan rumah tangganya.

Begitu punya anak, Faiz juga diperlakukan seperti itu oleh Sang Bunda. Saat menulis catatan ini, saya sempat stalker juga di google tentang Abdurrahman Faiz, putra pertama Bunda Helvy, dan muncullah sekelumit profil di situs Wikipedia. Subhanallah prestasi Faiz terutama dalam ber-syair sungguh luar biasa dan ada juga karya berupa buku yang ia tulis saat usia belia. Sekarang Faiz sedang menyelesaikan studinya di Turki.

Lalu, bagaimana cara Bunda Helvy mengenalkan sastra kepada anak anaknya?

Ramaikan anak kita dengan buku, meskipun dia belum mengerti dan bisa membacanya, tentu pilihlah bahan material buku yang tidak gampang koyak. Bahkan sampai mainan pun, Bunda menyiapkan mainan yang berbentuk Buku.
Bunda juga membeli buku buku puisi terutama karangan Sapardi Djoko Damono, dari puisi puisi SDD lah Bunda mulai menghujani suami dan anak anaknya dengan jutaan kalimat puitis.

Setiap pagi Bunda membangunkan Faiz dengan puisi, ‘Subhanallah Faiz, pagi ini Allah masih memberikan kita kehidupan, Bunda mencintai Faiz seperti Bunda mencintai pagi, selesai mengucapkan kalimat tersebut di telinga Faiz, kemudian Faiz saya cium dan saya peluk’, ujar Bunda membagikan pengalamannya dalam mengenalkan sastra kepada Faiz sejak dini.

Efeknya, Faiz di usia tiga tahun, Bunda dikejutkan dengan moment wow Faiz yang membisikkan ke telinga Bunda Helvy ‘Bunda, Faiz mencintai Bunda seperti Faiz mencintai syurga’

Arrgghh, saya saja membayangkannya sudah meleleh, apalagi Bunda Helvy sendiri selaku ibu kandung Faiz. Hihi

Bunda juga mengenalkan sastra pada Faiz dengan cara mendongeng. Ada satu pengalaman dimana Bunda waktu itu baru pulang kerja dan dalam keadaan lelah luar biasa, bayangkan sebaik turun dari angkot, berjalan lemas, tetiba dari rumah disambut Faiz dengan teriakan " Woi, itu Bundaku, Bundaku pulang, Bundaku jago dongeng" , disusul dengan rombongan teman teman Faiz yang penasaran pengen didongengin oleh Bunda Helvy, hahaha.

Ada satu tips dongeng dari Bunda, bahwa dongeng yang berhasil itu bukan saat kita dongeng kemudian anak sukses tertidur, tapi anak malah sukses melek dan semangat mengikuti alur cerita dongeng yang kita bawa. Itulah ukuran berhasil membacakan dongeng untuk anak.

Selain itu, apa yang dilakukan Bunda tidak hanya mengenalkan sastra saja pada akhirnya, tapi juga mengajarkan anak cinta buku, cinta ilmu, cinta kegiatan menulis.

Keluarga Bunda Helvy menerapkan setiap anggota punya buku harian, sampai kepada asisten rumah tangga Bunda, Saya pernah baca juga di buku Bunda Helvy lupa saya judulnya, Bunda Helvy dan suaminya kalau marahan ya ditulis di buku harian, anak anak juga begitu. Nah, nanti anggota keluarga membaca isi hati dari tiap anggota keluarga, jadi gak ada yang dipendam, semua disalurkan melalui tulisan dan kemudian dikomunikasikan untuk sama sama dicari solusinya. Marahan aja bisa jadi tulisan ya hehe.

Kebiasaan Bunda Helvy menulis buku harian tidak lepas dari kebiasaan Ibu Bunda Helvy yakni Ibu Maria yang juga selalu menulis setiap jam 2 pagi, ternyata kebiasaan ibunya itu ia rekam dan ia ikuti sampai sekarang.

Kemudian, tipsnya lagi, di setiap kamar anggota keluarga, ada perpustakaan kamar dan ada juga perpustakaan keluarga. Wuaa buku dimana mana, pasti menyenangkan sekali.

*Sumber :
Talib, Abu Latip, 2010, Imam Syafi’I : Pejuang Kebenaran, Penerbit Emir Cakrawala Islam

Jumat, 05 Desember 2014

Teri Bajak, Raja Risol dan Punya Medan, Bongkar Rahasia Bisnis #1

Masih muda, punya usaha,omzet perbulan puluhan juta, dan jomblo #eh, hmm, buat ngiler banget yah, apalagi ciri-ciri tersebut ada pada diri tiga anak muda kota Medan yang dihadirkan oleh adik-adik panitia dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, dalam acara Seminar Kewirausahaan dan Talkshow ‘Entrepreneurship as a hobby’ , Create Your Own, Be Innovative and Start Your Business, Jum’at 5 Desember 2014, lalu di Gedung B PSI USU, mereka adalah Windi Septia Dewi, pemilik Teri Bajak Medan, Tedja Mukti Raharja pemilik Digi Pro dan Raja Risol, dan Vito Sinaga, pemilik Punya Medan.

Acara dibuka oleh dua MC kondang di fakultasnya :D , dan pemilik Teri Bajak Medan, Windi yang menjadi pembicara pertama. Yup, saya kenal Windi pertama kali waktu Digipro kerjasama dengan FLP Sumut untuk mengisi acara di Sekolah Mamiay pada bulan Ramadhan tahun 2012, pertemuan kami berlanjut di acara yang diadakan Medan Heritage pas mengunjungi gedung Lonsum. Dan sekarang kami ketemu lagi, hehehe dalam rangka sharing ilmu kewirausahaan.

Seperti apa hasil sharing-nya yuk cekinyot :D


Awal mula Windi berbisnis teri adalah dari pekerjaannya sebagai broadcaster di sebuah radio di kota Medan dan aktif nge-MC, nah bertemu orang luar kota Medan sudah menjadi makanan sehari-hari, namun Windi sering kebingungan ketika ditanya oleh mereka yang berkunjung ke Medan tentang oleh-oleh yang khas kota Medan khususnya kuliner, lalu muncullah ide kenapa tidak menjual teri saja, teri sudah dikenal di Indonesia tapi belum ada yang mengolahnya untuk dijadikan buah tangan, sedangkan teri Medan termasuk teri yang diincar oleh wisatawan lokal.

Dengan modal Rp. 500.000 pada awal tahun 2013, Windi mulai beraksi dibantu oleh sang Mama, apalagi waktu itu pemesan pertama adalah seorang ibu dari Jogja yang menetap di Medan, pesan 6 bungkus, kewalahan? Pasti, apalagi permulaan.

Belum lagi sempat terkandala di izin orangtua, terutama sang ayah, yang menginginkannya menjadi PNS, tapi Windi tetap maju terus, karena termotivasi dari buku 7 Keajaiban Rezeki, disana tercantum hadis Rasulullah SAW, bahwa Sembilan dari 10 pintu rezeki itu salahsatunya dari berdagang, Windu pun makin bersemangat dan serius, hati orangtua pun luluh. Usaha teri-nya pun melebar.

Yang dulu mengerjakan berdua dengan sang Mama, kini sudah memperkerjakan dua pegawai yang direkrut dari ibu-ibu di sekitaran rumahnya, dulu keuangan berantakan, karena merasa kayak Paman Gober pas omzet meroket tajam, jadi bawaannya mau belanja sepatu, baju, tas dan traktir teman-teman, nah sekarang udah lebih professional, dibantu seorang teman yang jago dalam manajemen keuangan.

Punya usaha gak afdol tanpa ada jatuh bangunnya, dan Windi pun mengalaminya, bahkan sekarang sudah bisa mengambil hikmahnya bahwa usaha, tidak bisa dibangun sendiri, perlu tim, dan fokus.

Selain kendala teknis, Windi juga pernah mengalami kendala yang keluar dari cibiran teman sekitar, “lulusan Fakultas Ekonomi USU jualannya kok ikan teri?” Nah loh, jleb banget kan?, tapi syukurlah Windi menanggapinya tidak dengan cakar-cakar aspal, apalagi nelen ikan teri mentah berkarung-karung, tapi dengan tekad dalam hati bahwa ‘Gak Penting jualannya apa, yang penting siapa yang bertahan’ , hmm, mantap juga ya si Windi ini, dan sekarang teman yang mencibir itu malah menjadi reseller Teri Bajak Medan. Yeay ^0^.

Gak hanya itu, Windi selalu punya jurus, bila usahanya diuji, ia selalu teringat quote Dahlan Iskan, bahwa,

Setiap orang yang hidup punya jatah gagalnya masing-masing, caranya habiskan jatah gagal selagi masih muda \(^0^)/

Sekarang, sudah setahun usahanya berjalan, sejak didirikan 17 Juni 2013, dengan nama dagang Teri Bajak Medan, dan varian yang sudah berkembang juga, dari yang awalnya hanya memproduksi

1. Teri Nasi/Teri Medan + sambal
2. Teri Nasi/Teri Medan + sambal + kacang
3. Teri Belah + sambal
4. Teri Belah + sambal + kacang

Kini memproduksi Kue Bawang Teri, hmm, nyummy, pengen lagi dan lagi, gak berhenti ngunyah hahaha, saya udah coba looh :-p, dan TBM makin terkenal sejak diliput oleh Trans 7. Omzet pun turut meningkat, per bulan Windi bisa menjual 700-1000/bks, dengan harga jual per bungkus TBM Rp.40.000 / 150gr.


Di sesi tanya jawab, ada yang menanyakan filosofi logo, yang dijual teri, kenapa gambar produknya ikan mas :D ? Windi pun dengan mata berbinar menjelaskan, pertanyaan tersebut sudah sering ditanyakan, bahkan ada yang bilang, itu gambar ikan paus dan Windi menjawabnya dengan gak kalah filosofi bahkan terdeteksi doa didalamnya, ‘ Walau yang dijual adalah ikan teri yang kecil , tapi semoga rezekinya bisa segede ikan paus #eaaak #aamiin‘

Ada juga audience yang bertanya mengenai Surat Izin Usaha, bagaimana cara mensiasati harga teri dan cabai yang sekarang melonjak apakah turut mempengaruhi harga per pcs Teri Bajak? Dan mengenai apakah Windi berniat membangun tambak teri hihihi?

Sebenarnya itu semua pertanyaan saya hahahah, dan inilah jawaban Windi, mengenai izin usaha belum dibuat, tapi Teri Bajak Medan sudah terdaftar di Departemen Kesehatan, kehalalan MUI dan memperoleh sertifikat kebersihan. FYI, produk TBM dijamin sehat, karena no vetsin no pengawet, bisa tahan buat sebulan. TBM selain bisa jadi oleh oleh, untuk bekal dalam perjalanan (travelling), praktis dan efektif ;-).

Tentang harga, Windi gak pernah kepikir bahwa harga cabe akan melonjak seperti sekarang, meskipun begitu, harga TBM per bungkus termasuk yang paling tinggi untuk harga teri olahan, tapi karena sasaran Windi memang pelancong, dan untuk oleh-oleh, yang namanya membeli oleh-oleh buat teman-teman, sanak saudara tentulah yang terbaik dong, makanya Windi tetap yakin dengan harga TBM sekarang, dan jawaban untuk pertanyaan berikutnya, Windi menanggapinya dengan gelak tawa, ‘gak saya gak akan membangun tambak teri, saya fokus ke pengolahan teri saja’

Yeay, doorprize bertanya dapat Kue Bawang Teri ^o^ Makasi Windi 

Mengenai nama produk, Teri Bajak, kalau si Ririn bilangnya Teri Jambak, hahahaha, banyak juga yang penasaran, ungkap Windi, dinamakan Teri Bajak, sederhana aja, karena dia tinggal di Jl. Bajak, :D #udahituaja

Wuaaa seru ya talkshow nya, gak berasa reportase saya udah tiga halaman word :-p, maka dari itu saya buat bersambung aja yah ;)
Jadi, buat teman-teman yang mencari oleh-oleh khas Medan, Teri Bajak Medan bisa menjadi pilihan, TBM bisa didapatkan di Jalan Bajak V, Kecamatan Medan Amplas, Medan-Sumatera Utara, atau di outlet yang bekerjasama dengan TBM seperti Rumah Oleh Oleh di Bandara Kuala Namu Internasional, berkenalan mengenai produknya bisa langsung klik ke teribajakmedan.blogspot.com dan saya sempat stalking juga, untuk web, TBM sudah mulai pindah rumah virtual ke teribajakmedan.com , untuk pemesanan online, bisa ke Telepon/SMS : 08116155866, atau pesan via Line :teribajak , pin BB : 754233C9, mention di twitter juga @TeriBajakMedan.

By the way, laris manisnya TBM gak lepas dari memanfaatkan internet, Windi dan tim nya melakukan pemasaran via twitter, line dan instagram. Bahkan, dari internet lah Windi mendapat pelanggan dari luar negeri, seperti Singapura dan Paris, * Windi belum sampai ke Paris tapi teri nya udah :-p *

Ingat geliat usaha Windi dalam membangun TBM, saya teringat Film Thailand, The Billionare, menceritakan kisah nyata pemuda bernama Top Ittipat yang menjadi kaya karena usahanya dalam menjual produk kerupuk rumput laut, ending-nya Top sampai membangun ladang rumput laut sendiri, wew. Very Inspiring.

http://www.astro.com.my/premium_channel/images/43805_a11926.jpg
Well, sukses terus usahanya ya Windi, *_*

Mau tahu, bagaimana kisah seru usaha Raja Risol dan Punya Medan? Tungguin postingan saya selanjutnya yah.

*sambil ngemil Kue Bawang Teri* :D


Kamis, 04 Desember 2014

Raja Risol Menguasai Medan


Risol, penganan yang satu ini siapa yang gak suka? Saya pikir sebagian dari kita tahu dan suka Risol. Hal inilah yang menginspirasi Tedja Mukti Raharja dan kawan-kawan ketika mengikuti mata kuliah kewirausahaan di Jurusan Ilmu Komputer USU. Jualan Risol, yeaay ^_^
Nah, setelah Windi yang berbagi cerita suksesnya ( liputannya baca disini ) dalam acara Seminar Kewirausahaan dan Talkshow ‘Entrepreneurship as a hobby’ , Create Your Own, Be Innovative and Start Your Business, Jum’at 5 Desember 2014, lalu di Gedung B PSI USU, sekarang giliran founder Digipro dan Raja Risol, Tedja Mukti Raharja.

Pemuda yang kalem dan tenang ini, cukup serius berbagi cerita dengan audiens via layar proyektor yang berisikan inspirasi agar pemuda Medan mesti melek usaha, sebagai openingTedja memutar video salahsatu Finalis Wirausaha Muda 2012. Ternyata Tedja salahsatu peserta event akbar itu, namun belum keluar sebagai finalis, tapi ia banyak mengantongi pengalaman sejak mengikuti event tersebut.
Setelah pemutara video, Tedja pun melanjutkan penjelasan dengan menampilkan konsep yang ia punya mengenai usahanya, selain Raja Risol, Tedja juga menggeluti usaha di bidang konveksi dan jasa desain, yang diberi nama DigiPro.
Jadi, anak Medan, yang kurang paten dalam hal desain mendesai logo produk usaha kamu, jasa Digipro bisa jadi alternative yang membantu kamu.
Balik lagi ke usaha Raja Risol tadi, dalam mengembangkan usaha kuliner ini, Tedja tidak sendiri, awal berdiri di tahun 2012, Tedja dibantu oleh ketiga rekannya, Azhar Indra Rifangi, Raja Rizky Ramadhan, dan Fauzi Zulmi, jadilah Risol, dari penganan ringan yang sederhana dan biasa, ditangan mereka berempat, Risol menjadi makanan ringan yang luarbiasa spesial.
Modal pertama, berawal dari hasil patungan Rp. 50.000 per orang, terkumpullah modal Rp. 200.000 , langsung dibelikan bahan baku untuk membuat Risol, kemudian mengumpulkan resep dari berbagai sumber, setelah berjibaku, dapatlah formula pas untuk rasa risol mereka. Sekarang, sudah dilakukan banyak inovasi, mulai dari Risol isi ayam, sampai isi keju, coklat dan sosis. Ukuran Risol mereka juga gak biasa, jumbo men hehehe, isinya padaaaat, dan sebanding dengan harga per buah dijual Rp. 3000, bahkan ada yang versi beku dihargai Rp. 2.800.
Mengawali bisnis keroyokan begini tentu gak mudah, banyak kendala, apalagi berstatuskan mahasiswa, selain mikirin Risol, tugas kuliah yang menumpuk juga harus dipikirin, namun mereka sudah melewati itu semua dengan berdarah darah *ceileee lebay banget dakuw :-D*
Sejak resmi berdiri Mei 2012, sekarang Raja Risol mampu menjual 800 Risol per minggu dan ludes des des. Dalam durasi 6 bulan sejak dibuka, omzet mencapai Rp. 10 juta perbulan *aseeeek* , akhirnya balik modal juga yak, bahkan bisa buat nambah memenuhi keperluan kuliah. Kereeen *_*
Oh ya suksesnya Raja Risol juga gak lepas dari kemasan yang eye catching, logo Raja Risol hasil karya dari jasa Digipro loh, bahkan sebentar lagi applikasi Raja Risol sudah bisa di donlot di playstore, jadi kalau mau pesan Risol, bisa via android, siap antar ke rumah kamu, mantap gak tuh?
Ini si Ririn dapat Risol gratis hasil sesi bertanya jawab dengan pembicara ^_^, dan sesampai di musholla, satu Risol kami bagi tiga sama Ucha hahaha
Yuk, apalagi? Mumpung masih muda, mari berwirausaha ^_^, selanjutnya, cerita sukses pemilik Punya Medan gak kalah seru, up next  Jatuh Bangun ‘Punya Medan’ 
Silahkan di order di order yeaaaa…
Raja Risol
Alamat : Jalan Jangka No 28 Medan.
No Kontak : 085270100500

Sumber : http://n7n4.wordpress.com/2014/05/08/raja-risol/

Selasa, 02 Desember 2014

Rahmadiyanti Rusdi : Saya Suka Kota Medan Karena Angkotnya

Siapa yang gak kenal Mbak Rahmadiyanti Rusdi atau yang akrab disapa Mbak Dee? Tentu FLPers pada tahu ya, buat yang bukan FLP juga gak apa, bila belum tahu, biar tahu maka kita makan tahu eh saya beri tahu ya *ini kenapa jadi ngobrolin tahu sih -_-“ * 
sedikit saya paparkan profil tentang Mbak Dee, kalau mau banyak, langsung aja ke Mbak Dee nya yah, insyaAllah langsung dibalas ke hp kamu *hihihi, kalau masih ingat tagline iklan ini, berarti kamu sebaya dengan saya, hahaha, #gagalfokus *

Mbak Dee adalah salah satu orang yang turut terlibat dalam membesarkan FLP, saya kenal Mbak Dee dari karya-karyanya, apalagi waktu buku-buku terbitan Lingkar Pena Publishing House masih eksis, ya karena Mbak Dee jadi editor juga di LPPH, jadinya banyak juga tulisan Mbak Dee yang tergabung dalam beberapa antologi, nah sekarang selain masih menjadi pengurus FLP Pusat, tepatnya diamanahkan menjadi Ketua Harian 1 untuk Periode 2013-2017, Mbak Dee juga bergiat di Penerbit Noura Books sejak tahun 2012 di bagian Marketing dan Promosi.

Gimana? Udah kenal dengan Mbak Dee? Kalau belum, lanjut lagi ya baca tulisan cantik ini :D Jadi ceritanya, Mbak Dee mendarat di Medan tanggal 28 Nopember bersama keluarga tercinta untuk travelling, Mbak Dee ini selain suka nonton bola, juga hobi travelling looh. Sampai dimana tadi? Oh ya mendarat yah, sesampainya di Medan, Mbak Dee sekeluarga langsung go to Parapat, pokoknya keliling Sumatera Utara dah, Danau Toba, Samosir, Berastagi, Sipiso piso, dan tanggal 30 Nopember, berakhirlah perjalanan di Medan, jadi sebelum kembali ke Jekardaah, Mbak Dee menyempatkan diri untuk singgah di sarang penulis FLP Sumut atau Rumah Cahaya. 

Dok.Pri

Maka mengalirlah diskusi diskusi seru dari Mbak Dee, meski hari Minggu itu cuaca Medan sedang galau alias Mendung berhujan rintik rintik, tapi semangat FLPers untuk hadir ke Rumcay gak surut, malah ramai *_* 

Diskusi tentu gak jauh jauh dari FLP, tulisan, penerbitan dan travelling hehehe. Mbak Dee membuka diskusi dengan kekagumannya akan kota Medan yang masih mempertahankan sarana transportasi umumnya, karena di beberapa kota di Indonesia, transportasi umum sudah mulai punah, yang masih eksis itu, bahkan lebih dari eksis, alias over angkot hihihi, Medan, Padang dan Bogor :D, ngobrolin soal kota dan angkot, saya jadi teringat dengan pengalaman Aa yang ke Bali awal Nopember lalu, di Bali itu angkot gak ada, angkot pernah ada di Bali, tapi gak ada penumpangnya, bersebab warga Bali lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, WoW :D . Bersyukurlah wahai anak Medan, angkot masih eksis weeeiii, gak kebayang angkoters tanpa angkot, ibarat aku gak lengkap tanpa kamu, #eaaak. 

http://marvellchristian.blogspot.com/2012/03/sudako-kuning.html?m=1
Sebenarnya ada banyak hal yang ditanyakan FLPers kepada Mbak Dee, termasuk saya :D, saya menanyakan seputar tips menjadi seorang editor dan bagaimana Mbak Dee bisa menjadi seorang yang sinting buku ? ^_^ 

Mbak Dee pernah cukup lama menjadi editor di LPPH tentu ia punya pengalaman yang banyak mengenai hal tersebut, dan inilah dia tips nya: 

Pertama, seorang kalau mau menjadi editor mestilah punya keterikatan dengan buku, karena pada saat mengedit naskah, editor tidak akan terpaku dengan buku yang diedit saja, tetapi juga memerlukan referensi dari buku lain yang berkaitan dengan buku yang sedang diedit. Di poin pertama ini Mbak Dee menceritakan pengalamannya saat mengedit novel Mbak Sinta, Tahta Awan, dari satu novel tersebut, Mbak Dee sampai harus membaca banyak literature agar maksimal dalam mengedit. 

Kedua, seorang editor wajib banget banget menguasai teknik mengedit. Seperti yang kita ketahui, mengedit bukan sekadar memperbaiki tanda baca yang tak tepat, memperbaiki kata yang salah ketik, nah kalau begitu mah kerjaanya copyeditor *saya baru tahu ada yang namanya copyeditor* tapi lebih dari itu. 

Tips ketiga, punya KBBI, malah sudah ada KBBI online. Wuaa sekarang, mau ngapain ngapain aja mudah banget yah, komen Mbak Dee disela-sela penjelasannya tentang tips ketiga ini, mau edit aja, KBBI sudah ada yang online, gak perlu membawa KBBI yang tebalnya minta ampun. Pun begitu, memiliki yang online dan offline malah lebih bagus ya kan? 

Selain harus punya KBBI, tips keempat, editor mesti punya kamus ungkapan, kamus sinonim, dan punya printout gaya selingkung—setiap penerbit punya penerapan kata saduran yang berbeda beda, contohnya pencantuman kata ‘salat’ di penerbit Gramedia Pustaka Utama, nah di penerbit lain bisa jadi bukan kata ‘salat’ yang diketik tapi shalat. (biasanya penerbit yang bersangkutan akan membaginya pada editor mereka) 

Dan tips kelima, Editor ituuuu wajib berwawasan luas was was was, sekarang informasi tersebar luas yah, apalagi didukung dengan fasilitas teknologi yang canggih, jadi editor gak bisa cuek cuek beibeh lagi dengan kondisi sekitar ^_^ 

Makin semangat menjadi seorang editor nih, InsyaAllah Bisa!!! 

Nah, menjadi apapun kita, gak lengkap tanpa gak gila baca yah, termasuk Mbak Dee, sebelum sinting buku, ia gila buku dulu hahaha. Awalnya memang distimulus dari keluarga khususnya sang ayah. Ayah Mbak Dee punya hobi baca juga, jadi wajar banget Mbak Dee gila baca bahkan sekarang sinting baca buku :D So, bila nanti jadi orangtua dan anaknya mau punya hobi baca juga, maka mulailah dari orangtua khususnya ibu untuk gila membaca buku ;) 

Oh ya, kehadiran Mbak Dee juga gak bisa dipisahkan dari penerbit Noura Books, nah mumpung orang dalamnya disini, FLPers ada yang bertanya trik agar naskah kita bisa masuk ke meja redaksi Penerbit Noura Books. Hmm nyummy. Dalam pemaparannya Mbak Dee sampaikan bahwa sebenarnya sama aja dengan penerbit lain, hanya saja, sekarang agar naskah kita dilirik penerbit, maka sebaiknya baca pasar terlebih dulu. Contohnya paling sederhana: Pak Ridwan Kamil, walikota Bandung, nah kesohoran dan terobosan dia selama menjabat sebagai walikota yang unik menjadi ide seorang penulis untuk membukukannya dan akhirnya jadilah naskah biografi tentang pak walikota, sekarang lagi proses cetak. 

Iya juga yah :D 

Well, Hampir dua jam kami berdiskusi dengan Mbak Dee, gak berasa euy *yaiyalah cuma dengerin, yang berasa itu Mbak Dee nya hihihi* . Big Thanks Mbak Dee udah mau share info ke FLP Sumut dan bagi bagi buku terbitan Noura Books jugaaa loh untuk perpustakaan Rumah Cahaya FLP Sumut, semoga berkah *_* dan berkesempatan ke Medan lagi.




Sabtu, 01 Desember 2012

OSN Pertamina: Ajang Kompetisi Sains Nasional Bergengsi


            Alam terkembang jadi guru, falsafah etnis minang yang dipopulerkan A.A Navis, sastrawan Indonesia. Kalau dibaca dengan penuh penghayatan kalimat tersebut cukup magic, bayangkan alam Indonesia yang dibentangkan Tuhan dari Sabang hingga Merauke adalah laboratorium terbesar buat kita yang mau mencari tahu ilmu pengetahuan terpendam dan memanfaatkannya bahkan alam juga bisa kita jadikan sahabat dekat yang harus dihargai, dijaga kelestariannya dan diperlakukan dengan baik.
            Semangat alam terkembang jadi guru ini agaknya merasuki sebuah perusahaan energi terbesar di negeri ini, Pertamina yang mengadakan program keren setiap tahunnya sejak 2008. Program ini diberi nama Olimpiade Sains Nasional Pertamina atau OSN Pertamina.
osnpertamina.com

            OSN Pertamina? Apaan tu?
            Hehehe baru kenal yang dengan program ini? Tenang, disini akan kita jelaskan perlahan tapi detil.
            Berdasarkan situs resminya OSN Pertamina adalah program yang berpotensi dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Jika sudah ngobrolin pendidikan tinggi tentu gak jauh-jauh dari yang namanya mahasiswa. Nah, program ini diperuntukkan untuk mendorong mahasiswa yang konsen dalam bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi atau kita singkat MaFiABi *duh kenapa jadi berasa mirip nama seorang artis yang ‘ehm’, ah…apalah arti sebuah nama :D*.
            Efek positif dari diselenggarakannya program ini adalah mahasiswa yang fokus mendalami dari salahsatu bidang MaFiABi jadi lebih serius dan kompeten dibidangnya.
Intip sejenak Misi OSN Pertamina
Setiap program keren pasti ada tujuan hebat didalamnya, begitu juga dengan misi OSN Pertamina:
  • OSN Pertamina ini adalah CSR-nya perusahaan atau corporate social responsibility dari Pertamina dalam bidang pendidikan yang juga bagian dari komitmen Kepedulian Pertamina terhadap peningkatan kualitas Mahasiswa.
  • Misi OSN Pertamina yang kedua adalah implementasi Pertamina terhadap kegiatan sosial di bidang pendidikan yang berkesinambungan.
Kalau misinya sudah secakep ini, maka sejauh apa efek bola salju yang ditimbulkan baik secara khusus di Pertamina sendiri bahkan secara luas yakni Indonesia, itu sebab adanya sesiapa saja yang jadi sasaran dari kegiatan rutin tahunan ini.
Sasaran OSN-PERTAMINA
Ternyata bukan penembak jitu saja butuh sasaran empuk, OSN Pertamina juga butuh agar misi yang tadi sudah kita bahas sebelumnya jadi lebih kena dan cepat sampai serta terwujud. Diantara sasarannya:
  • Kegiatan OSN Pertamina tidak bisa gerak sendiri, maka pihak OSN Pertamina menjalin hubungan aktif dengan  institusi pendidikan yaitu perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di 33 propinsi.
  • Secara tidak langsung kegiatan OSN Pertamina turut berperan aktif meningkatkan kwalitas pendidikan tinggi khususnya di bidang sains, karena as we know, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan adalah tulang punggung penguasaan dan kemajuan teknologi di masa depan.
  • Selama ini kita lebih di semarakkan dengan atmosfir ke-idol idol an, atmosfir jadi artis, girl-boy band, namun dengan adanya kegiatan OSN Pertamina turut membangun atmosfir saintifik di kalangan mahasiswa melalui kompetisi  sains dalam bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.
  • Hasil dari OSN Pertamina adalah ditemukannya bibit ilmuwan masa depan, sehingga yang mumpuni dalam sains dan dapat mengimplementasikan pengetahuannya untuk membawa bangsa ini dari ancamana global.
Kamukah itu orangnya?
Sepertinya belum terbukti jika kamu tidak mencoba ritual menjadi bagian dari OSN Pertamina.
Juara OSN Pertamina: Bertabur Hadiah dan Apresiasi
Ada yang sudah tidak sabar nih ingin segera jadi bagian peserta OSN Pertamina :D. Sabar, yo. Buat kamu yang sungguh-sungguh mengikuti program ini, tentu dari awal kamu sudah persiapan dong?
OSN Pertamina sudah menyiapkan ‘sesuatu yang cetar membahana’ jika kamu serius menjerumuskan diri untuk dunia ilmu pengetahuan dan sesuai bidang yang  kamu senangi dari MaFiABi.
Jika kamu adalah juara, OSN Pertamina akan memberikan:
-         Sejumlah dana pendidikan untuk diberikan pada sang pemenang, tahun 2012, OSN Pertamina memberikan hadiah dengan total uang, Rp. 2,8 M
-       Juara OSN Pertamina akan mendapatkan prioritas untuk berkarier di perusahaan Pertamina, pastinya.
Bagi perguruan tinggi yang peserta didiknya berhasil dan juara OSN Pertamina, maka akan mendapatkan dana pengembangan dari Pertamina.
Wuah seru ya, senangnya ketika ilmu dan jerih payah kita diapresiasi, nah makin penasarankan bagaimana caranya agar dapat mengikuti OSN Pertamina. Baca terus yah. :D
Cara Jadi Bagian dari Peserta OSN Pertamina
Tentu ada aturan mainnya dong untuk bisa mengikuti ajang kompetisi sains nasional paling bergengsi ini.
Berhubung perhelatan akbar ini sudah berlalu, karena penyeleksian sudah dimulai September 2012 lalu, maka tidak ada salahnya kamu yang masih punya kesempatan agar mempersiapkan diri untuk OSN Pertamina 2013.
Langkah I
Simak Syarat Peserta:
1.    Pastikan kamu adalah mahasiswa program S-1 / D4 semua fakultas/jurusan, minimal Semester III (Tiga), yang dibuktikan dengan kartu mahasiswa dan surat pengantar dari Ketua Jurusan/Dekan Fakultas Masing-masing
2.    Tidak pernah menjadi Pemenang tingkat 1, 2 dan 3 pada kompetisi sains tingkat perguruan tinggi nasional, dan tidak pernah mengikuti kompetisi sains perguruan tinggi internasional
3.      Pemenang 1, 2 dan 3 di tingkat Nasional dan Pemenang 1 tingkat Provinsi pada OSN-Pertamina (d/h OSN-PTI) 2008, 2009, 2010, serta 2011 tidak diperkenankan mengikuti OSN-Pertamina 2012.
4.       Info lengkap bisa klik di situs resminya http://www.osnpertamina.com/informasi/persyaratan-pendaftaran/

Langkah II
Lihat jadwal pendaftaran pesertanya, tahun 2012 ini, OSN Pertamina membuka pendaftaran pada 23 Juli-15 September 2012. Nah, kemungkinan besar, OSN Pertamina juga akan dibuka sekitar Juli 2013
Lakukan pendaftaran via online, http://pendaftaran.osnpertamina.com/
Langkah III
Pantengin terus situsnya, karena admin akan ada memposting Agenda Pelaksanaan OSN Pertamina.
Dan untuk informasi Question and Answer nya, kamu bisa klik
http://www.osnpertamina.com/informasi/tanya-jawab/

Merujuk pada Agenda Pelaksanaan OSN Pertamina 2012 bahwa penyeleksian dilakukan dalam 2 tahap, 1) Seleksi Daerah (Provinsi), 2). Seleksi Pusat (Nasional)
            Seleksi Daerah (Provinsi)
Pada saat registrasi, kamu akan diminta untuk mengisi kategori kompetisi yang kamu minati. Tahun 2012 tersedia 2 Kategori:
1.       Kategori  The Best Theory pada Seleksi Daerah akan dilakukan dalam 3 (Tiga) tahap yaitu:
·         Seleksi Tertulis (Multiple Choice),  25 September 2012
·         Pengumuman hasil seleksi tertulis  1 Oktober 2012
·         Seleksi Tertulis Essay dan Presentasi Open Ended  dan Pengumuman Pemenang Tingkat Provinsi 8 Oktober 2012

2.      Untuk katagori  The Best Science Project seleksi akan dilakukan oleh Panitia Pusat yangdilakukan dalam 2(dua) tahap yaitu:
·         Initial Phase (Desk Evaluation),  26-30 September 2012
·         Pengumuman Hasil Desk Evaluation 1 Oktober 2012
·         Regional Finals (Presentation  via Teleconference)  8 Oktober 2012

3.      Video Conference Perguruan Tinggi PIC dengan Dirjen DIKTI dan Panitia Pusat 4 September 2012

Seleksi Tingkat Pusat (Nasional)
1.       Untuk katagori  The Best Theory pada Seleksi Nasional akan dilakukan dalam 3(Tiga) tahap yaitu:
·         Seleksi Tertulis Essay (Quarter Finals),  26 November 2012
·         Seleksi Final Presentasi Open Ended (Grand Finals)  29 November 2012
2.      Untuk katagori  The Best Science Project pada seleksi National Finals akan dilakukan dalam 1(satu) tahap yaitu:
·         Poster Session Nasional 26 November 2012
·         Grand Finals (Presentation & Demo)  27 November  2012 
3.      Field Trip (PLTU Kamojang) Peserta Theory dan Science Project 28 November 2012
4.      Penganugerahan Hadiah Pemenang Theory dan Science Project 30 November 2012

Tips Sederhana buat Calon Juara OSN Pertamina 2013
Berikut ada beberapa tips yang semoga bermanfaat buat kamu yang berminat banget jadi bagian dari peserta OSN Pertamina 2013.
1.       Rajin kunjungi situsnya dan raup informasi sebanyak-banyaknya, mulai dari informasi contoh soal yang diujiankan, khusus untuk yang ambil kategori The Best Theory
2.      Cari tahu kampus yang bermitra dengan pihak OSN Pertamina, kamu bisa melacaknya dari sekarang serta cari info dari dosen atau panitia penyelenggara di tiap kampus.
3.      Butuh pelatih atau dosen pembimbing, saya yakin, tiap kampus yang mendapat informasi OSN Pertamina ini akan membantu sepenuh hati mahasiswa yang menjadi perwakilan kampus, mungkin membantu dari sisi buku referensi, penjelasan, nasihat dan sebagainya
4.      Belajar dari para alumni, nah kamu bisa belajar dengan para alumni juara OSN Pertamina dari tahun 2008 – 2012
5.      Tetap semangat dan yakin kamu pasti bisa!
Semoga penjelasan dan informasi tentang OSN Pertamina serta tips-tipsnya bermanfaat.
Selamat berkompetisi!
Kalau bukan orang mudanya yang peduli dengan perkembangan ilmu pengetahuan,   lalu siapa lagi?
Bersama OSN Pertamina, Mencetak Generasi Sobat Bumi Berprestasi :D