Selasa, 17 Juni 2014

Jilbab Traveller #3 : Pasar Tani, Power Bank dan Taman Jubli Emas

-->
11 Juni 2014
Eaaakk hari pertame di Alor Setar ni *ih, cakap dah macam orang Malaysie je, padahal masih hari pertama hahaha* oke, pagi ini kami nak ke Pasar Tani, belanjaaa *_* Jadi Pasar Tani ni, berjadwal pula, *sat na (baca: sebentar ya) tanya Nisa dulu*. Pasar Tani beroperasi setiap hari Rabu, Jum’at dan Minggu, jam 08.00-12.00 dan semua bahan pokok dijual disini \(^0^)/ dan inilah hasil ladang  kami eh hasil belanjaan kami. Adapun total belanja kami RM 50, ish tinggi juga lah biaya hidup disini, tapi masih mendingan lah daripada di Kuala Lumpur *seka keringat*

Oh ya, hari kedua, kondisi kesehatan tubuhku belum stabil, masih jet lag #gayanya :p, tapi beneran T_T padahal masih jam 8, tapi aku keringatan dan kaki gemetaran, emang sih belum sarapan juga HAHAHA. Nah, karena belum sempat masak di rumah, kami pun beli sarapan, dan inilah dia Bubur Ayam Malaysia ^_^ ada semur jamurnya *ngiler* *penggemar jamur* Nah, harganya RM 5,5 , agak mahal memang T_T tapi tergantung kita mau pilih campuran buburnya apa-apa saja, mungkin karena aku miliih 2 jamur trus pakai suwiran ayam, makanya mahal T_T.

Lepas tu, kami pulang, sarapan, masak makan siang *tak pernah pernah pon aku masak hihihi, tapi karena demi bertahan hidup di negeri orang, tak ada pilihan lain lagi* #lebay :D Ini idenya Kak Erna, dia masak kerang rebus dan sambal kecapnya. Sedaapp *_*
Menjelang siang, sekitar jam 13.00 kami bergerak ke UTC (Pusat Transformasi Bandar) Kedah, seperti Petisah nya Malaysia, dengan diantar oleh Madam Jihan, Profesornya Nisa, Nah di UTC ni banyak menjual pakaian, alat-alat elektronik, aksesoris dan lain lain sedangkan misiku kesini diantaranya adalah beli power bank, karena penting sangat untuk menjaga kestabilan baterai Asro :D Andromax V ku ^_^ biar bisa powerfull meski dibawa kemana pun. Alhamdulillah dapat \(^0^)/ meski dengan budget terbatas. Tapi… T_T (next post diceritain yah)
cuma RM 50 je dengan kapasitas baterai 60000 mAh, tapi.... umaaakkkk T_T


Lelah juga ya berkeliling, :D  karena belum sholat zhuhur, kami pun singgah di Pusat Dakwah Islam Negeri Kedah. Selesai sholat, kami bergerak untuk pulang dan kali ini pulang naik bus *yeaayy* naik bus ni cuma RM 1 ja, dan diturunkan di depan jalan mau ke KUIN.
Eaaak, habis sholat, wajah kami bersinar kan? *iya sinar matahari* hihihi

Sorenya, sekitar jam 6, nah di jam 6 sore, langit Alor Setar tu macam jam 4 sorenya di Medan, teraang dan adem sepoi-sepoi angin *_* . Nisa ngajak kami ke taman Jubli Emas, lengkapnya tentang taman ni akan diceritakan secara khusus yak. Yang seronoknya, kami dari kosan menuju taman ini ditempuh dengan jalan kaki, mungkin ada sekitar 1,5 km perjalanan, pulang pergi, 3 km juga T_T, belum lagi hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang, kencang kurang kencang *_* mestilah hati-hati, jalan di tepi saja kami, tapi kalau tak jalan mungkin tak dapat koleksi gambar sebanyak ni, :D Dan, Alamat bakal mengurut kakilah malam ni T_T bersebab betis telah berkonde pulak :D 
seru-seruan di Taman Jubli Emas ^_^
Beruntungnya, untuk makan malam kami ditraktir abang Nisa, tarraaa…Tomyam Ayam, Papri, dan Kerang Rebus (kalau ini mah, sisa kerang rebus kami yang belum habis)
 Sebagai penutup, sebelum tidur, biar badan tetap fit, saya minum kopi radix hangat *aih, dah macam iklan pulak ni, kenal kopi radix pon disini nya hihihi* tapi lumayan enaklah badan, segar bugar ^_^.

Kisah tanggal *eh di Alor Setar ni, tanggal berarti copot, hahaha, untuk menyebutkan tanggal, mestilah pakai kata tarikh* tarikh 12 Juni 2014 macam mana pulak? Tungguin yaaaa, makin seru soalnya perjalanan ini \(^0^)/

Senin, 16 Juni 2014

Jilbab Traveller # 2 : Kedah, I'm Coming


10 Juni 2014
Pagi, Damansara, Kuala Lumpur :-*, ceraahh sangat. Setelah membersihkan diri dan beberes untuk melanjutkan perjalanan puanjaaangg ke Kedah, jam setengah delapan kami dan Yusuf bergerak keluar flat dan kemudian mencari sarapan.
lokasi sarapan kami ^^
Sarapan di Malaysia ini macam-macam, samalah kayak di Indonesia, tapi jangan harap ada yang jual lontong disini, lontong cuma ada di Malaysia pas hari raya :D Nah, kami sarapan di Restoran Nur Iqbal Maju, resto ini buka 24 jam looohh. Dan dikelilingi dengan flat-flat menjulang tinggi, strategis sekali, untuk pelajar dan pekerja yang tak sempat masak , apalagi pelancong kayak kami.
Suasana resto biasa aja, yang berbeda adalah di meja makan telah tersedia 4 bungkusan  ( waktu itu aku gak tau apa isinya), kalau meja makan di Indonesia kan, di atas mejanya ada saos sambal, kecap, tisu, garpu, teko, kerupuk.
‘Kamu mau pesan apa?’ Tanya Yusuf
‘Disini tersedia apa saja?’
‘Nasi lemak…’,
Aku dan Kak Erna pun pesan nasi lemak, sedang si Yusuf pesannya beda pulak tu, dia pesan telur roti bakar.
Ok, tak berapa lama, Yusuf bilang, ‘ini nasi lemaknya, ambil lah berapa suka’ Dia menunjuk ke arah bungkusan yang aku tak tau apa isinya tadi dan ternyata nasi lemak. Amppuuunn, sikitnya HAHAHA @_@
Dan dengan tanpa mengubah air mukaku, oh oke fine, dan pas di buka, tarrraaa, sekepal nasi lemak, telur rebus yang dibelah empat, itu pun dalam tiap bungkus hanya 1 belahan telur rebus yang ditempatkan dan sesendok sambal X_X . Minumnya aku pesan teh tarik, aih seger dan hangatnya *_* Tapi Alhamdulillah dengan rahmat dan berkah Allah, aku kenyang juga :p 
 
Sedangkan pesanan si Yusuf, enaknyaaa *_*, telur roti bakar disini, itu telur yang dimasak dengan roti kemudian dipanggang, nah disajikan dengan kuah kari lalu acar #ngiler kan :D ntar sarapan di KL aku pesan itu ah, #moga ringgitku cukup hihih *lirik dompet
Aku gak tau total berapa sarapan kami, soalnya di bayarin Yusuf hihihi, *mekaseh ye* yang jelas nasi lemak tadi harganya 1 RM , teh tarik aku gak tau harganya belum ditanya sama si Yusuf.
Dan, saatnya melanjutkan perjalanan \^0^/ aku kira stasiun bus Puduraya itu dekat dari Damansara, tapi Ya Allah, jauh juga, T_T sekitar 2 jam dari Damansara plus macet. Sepanjang jalan, kami menikmati suasana Kuala Lumpur di hari Selasa tralala ini, di dalam mobil (baca: kereta) Yusuf ini, sembari baca koran terbitan hari itu. Well, Kuala Lumpur saat kini tengah terus berproses membangun dan membangun, terutama infrastruktur jalan rayanya, meski begitu, tak tampak pengguna jalan begitu riuh, tetap tertib, tak ada bunyi klakson, cakep dah ^^ , sesekali kami juga tanya-tanya tentang si Yusuf, keluarga, sekolah dan macamlah :D tapi kali ini tak ada yang menelepon Yusuf jadi tak pakai nyasar. :D 

Orang Malaysia ni kalau cakap, pelan dah gitu cepat, rapat bibit dan giginya, sedangkan aku, lambat pulak nangkap, jadi sesekali terjadi miskom hahaha
Aku kira sudah sampai di stasiun bus Puduraya saat Yusuf menghentikan mobilnya di tepi pertokoan, memang di sekitar itu juga ada beberapa mobil yang lagi parkir 1 van putih, dan ternyata menuju ke Kedah juga bisa dengan van itu hanya saja lebih lama, karena menunggu penumpang lain. Namun Yusuf berinisiatif  menghentikan mobilnya disana dan numpang parkir saja, karena dia ingin mengajak kami jalan-jalan, biar tau rasanya naik LRT (Long Rapid Train), ongkosnya cuma 2,6 RM. 




Menuju LRT kita masuk dari Putra World Trade Centre. Jadi LRT itu melewati banyak spot keren, ini dia petanya, nah karena kami mau ke terminal yang jadinya berhenti di terminal :D

LRT nya sejuuukk, nyaman, asyik dah ^^, dan cepat, tak terasa sudah tiba di terminal Puduraya, ya agak modern dikit lah dari terminal di Indonesia khususnya di Medan, rapi, tapi pas menuju terminalnya dari LRT kan melewati jembatan yang menyambungkan ke terminal, ehm, ada dikit bau sampah, selain itu, meski aku tetap waspada, namun agak nyantai dan lalai juga, ah terminalnya nyaman, kemungkinan ada perompak itu kecil, tapi setelah diceritakan Syahmi, kawan Nisa, terminal Puduraya itu harus hati-hati T_T #huwaaa Umaaakk, kemaren aku kok nyantai banget yah, waspada sih waspada tapi tak terlalu, nyantailah, namanya nikmati perjalanan, sambil tengok kiri kanan, tas selempang memang tetap stand by di depan ^^. So, buat konkawan yang hendak ke terminal Puduraya, mestilah hati-hati yak ;)
Untuk menuju ke Kedah, Alor Setar, harga tiket 45 RM, waktu perjalanan 8 jam :D , persiapkan bekal makan yah, soalnya bus disini tak kayak di Indonesia, setiap kali jam makan dan sholat bakal berhenti, tapi ini tidak, sesekali berhenti, hanya untuk ngisi BBM dan itu pun cuma sekitar 15 menit X_X lepas tu lanjut lagi, jadi hanya sempat tandas (buang air kecil) sebentar, ke mini market beli minum dan cemilan, dah itu doang, kebayangkan perutku melilit tralala T_T Alhamdulillah persediaan cemilan kami masih ada, sesekali hanya beli minum saja.

Oh ya, siang itu, pas bus kami berangkat, KL dalam keadaan berhujan. Yusuf mengantarkan kami sampai di depan pintu Bus, ish, anak tu baik kali :D *semoga segera dapat jodoh ya, Cup* Dan kami pun berangkaaatt, wohooo, melakukan perjalanan 8 jam itu di siang hari berasaaaa banget, tapi dibayar lunas dengan pemandangan alam yang disajikan. Menuju Malaysia Utara, pemandangannya itu, kiri kanan kadang bukit batu kapur yang menjulang, sesekali ada juga pabrik, tiang-tiang pembangkit tenaga listrik, masjid, pemukiman penduduk,  sawah, kebun karet.
Kegiatan kami pun di bus, tau lah yah, makan, minum, tidur, cek HP, makan, minum, tidur, cek HP lagi :D kadang-kadang melirik ke atok yang di sebelah ku, soalnya pas di terminal, anaknya nitip buat tengok-tengokkan si atok, atok baru pulang umroh, nah pas di terminal ia diantar anak dan cucu-cucunya ^^, sebelum berangkat, aku dipesankan anaknya untuk tengok-tengokkan atok. Dan Alhamdulillah si atok aman terkendali ^^.
8 Jam kemudian :D , kami tiba di Kedah, aku pun mengabarkan Nisa, bus akan berhenti di Terminal Bus Shahab. Alhamdulillah kami tiba di Kedah dalam keadaan selamat dan kelaparan TT_TT
You know what?, Kedah itu luas mamen, salahsatu daerahnya bernama Alor Setar nah disinilah kami, dan cuaca panas menyambut kedatangan kami, Kak Erna yang hidup di kaki gunung, siap siaplah meleleh hahaha.
Kami pun langsung menuju ke kos an Nisa yang berada di kawasan Kollej Universiti Insaniah. Melihat bawaan kami yang heboh, tak mungkin di tempuh dengan jalan kaki, bisa patah-patah dengan sempurna tulang-tulangku T_T, maka naik teksi jadi solusi, RM 10.
Di Alor Setar ni, dialek masyarakatnya beda lagi, makin ribet, pelan-pelan baru bisa nyambung dengan cakap mereka ni, ringgit ja dibilang kupang, dan sekilas juga mirip bahasa Padang, bilang dua aja duo, lima – limo, bungsu-bongsu, kalo tak ada Nisa, ntahlah, bisa jadi pake bahasa tubuh hihihi.
Malam pertama di Alor Setar, setelah makan malam, kami pun diajak Nisa keluar, karena aku perlu notes baru, bersebab notes yang kubawa rapuh sekali #eaaakk . Biasalah keuntungan hidup di daerah kampus, adalah dekat dengan kedai ATK, rumah makan murah meriah dan gorengan ^_^
Akhirnya aku membeli notes cantik, seharga RM 4,5 dan disinilah aku menuliskan perjalananku :D lepas tu kami pulang, dan bersiap untuk istirahat, sebelumnya aku pesan kopi radix kemasan buatan Malaysia ke Nisa, aih, aku rasa drop kali badanku T_T, dan aku gak mau berlama-lama dengan keadaan ini, gak lucu kan di kampong orang sakit-sakitan -_-“ .
Oh ya tentang Nisa, ntar diceritakan secara khusus yak :D
Mungkin karena jet lag ya #ciyeee yang jet lag , jadi susah tidur, aku baru bisa tidur sekitar jam 12 malam waktu Malaysia Utara.
Oke, masih ada sisa 11 hari lagi untuk berpetualang, have a nice trip, Sailormoon \(^0^)/
Bersambung yaaaa…  

Sabtu, 14 Juni 2014

Jilbab Traveller: First Flight dan Kuala Lumpur, Malaysia


9 Juni 2014
Wohooo, Today is My Big Day, \^0^/ hari ini adalah hari penerbangan pertamaku ke luar negeri. Perlahan tapi pasti mimpi yang kutulis di dinding kamar, terwujud satu per satu. Menjelajahi bumi Allah, dan Malaysia, adalah negeri pertama yang akan aku tuju.
Seakan percaya tak percaya, dah kayak adegan Rapunzel pertama kali keluar dari menara hahaha, Galau abis :D. Nah, Aku, seminggu sebelum keberangkatan aja masih tugas di luar kota, belum packing dan belum observe, aku masih search sedikit di internet, dan menghubungi kawan-kawan yang di Malaysia serta saudara emak. Sampai malam hari H pun, kami (aku pergi bersama Kak Erna) belum pasti bakal ada yang jemput atau tidak di bandara :D karena teman yang di Kedah sudah mewanti-wanti bahwa bandara KL itu buesssaarr, dan pun bila tiba di KL, KL itu luaasss T_T ya kekhawatiran yang berlebihan tapi mestilah ditanggapi serius dan endingnya… :D 
Ekspresi Rapunzel saat pertama kali keluar dari Menara nya HAHAHA
Senin malam, selesai sholat maghrib, aku baru mulai packing -_-“ dan Alhamdulillah selesai sekitar dua jam berikutnya :D dan sekitar jam 10 Kak Erna datang. Dia menginap di rumah, agar kami bisa berangkat bersama keesokan paginya. Selama seminggu keberangkatan kami belum ada bertemu untuk merencanakan hendak kemana saja di Malaysia selama dua minggu, Mas Bro dan Mba Sis :D , malam itu barulah kami bicarakan dan simpulannya adalah kami dijemput oleh seorang teman temannya teman di bandara. Dan kami akan langsung ke Kedah. Gak sabar menunggu esok pagi ^_^.
Tarraaa…pagi, kamu *_*, sebelum berangkat kami menunggu Alfamart depan rumah buka :D , dan hari itu aku dalam kondisi drop, batuk dan flu T_T maka aku perlu bawa permen tolak angin, tolak angin cair, lalu lasegar ukuran 1 liter, youC1000 rasa lemon, wafer tango, cemilan oishi sponge coklat.
Well, udah jam 9 aja, fine, saatnya berangkeee…becak mesin telah di stop, dan kami pun menuju stasiun Bus Damri di Carefour. Awalnya aku gak tau stasiun Damri ini dimana ternyata disamping Carefour :D . Nah, buat yang minim dana untuk berangkat ke bandara via taksi,kereta api atau kendaraan sewa lainnya, mending naik Bus Damri aja deh, murah meriah \^0^/ gak berasa 2 jam, eh udah sampai di Bandara KNIA.
Aku dan Kak Erna
Dengan nomor penerbangan QZ-124 Air Asia dan jadwal terbang 13.30 , kami pun menanti giliran check in dengan duduk manis (ahai… ) dan pemirsah,  bila hendak berangkat menggunakan pesawat apalagi ke luar negri, pastikan kamu sudah sampai 2 jam sebellumnya di bandara, bersebab, jam tiba dihitung berdasarkan jam yang berlaku di Negara kita tuju, dan Malaysia itu 1 jam lebih cepat dari Indonesia.
Jangan kayak kami hahaha, kami sempat direpetin petugas check in, kami sepele sama jadwal check in, karena melihat antrian check in masih panjang, jadi ya duduk tenang aja dulu, eh giliran udah sepi baru heboh hahaha. Kami check in dalam keadaan terburu-buru X_X setelah direpetin petugas check in -_-“, Alhamdulillah tak ditinggal pesawat, hahaha, nasib kali aku ini, tempo hari pas tugas keluar kota, hamper ditinggal kereta api -_-“ ya Allah.
Karena diawali dengan terburu-buru, maka kami pun menuju ke ruang keberangkatan juga terburu-buru hahaha. Jadi di KNIA itu ada tempat khusus untuk keberangkatan, dia seperti pintu masuk, nah boleh masuk bila men-scan barcode tiket, saking paniknya, Kak Erna yang megang tiket kami, tak sadar bahwa tiket dari check in tadi itu diselipkan di passport, hebohlah kami mencari benda yang bisa di scan. Bertanyalah kami sama abang-abang yang ada di belakang kami yang kayaknya juga mau masuk.
Pas pulak Kak Erna pegang tiket online yang sudah ku print out, tiket itulah yang digosok gosokkan Kak Erna ke layar scan barcode, haduh, kalo ingat kejadian itu ngakak guling-guling aku :DD Nyadar kebodohan yang kami lakukan pas bertanya dengan petugas, dan kami pun bisa melewati pintu untuk masuk ke ruang keberangkatan.
Selanjutnya, kami menuju ke ruang pemeriksaan passport, lalu masih dengan tergopoh-gopoh pulak T_T aku tak merasakan lagi betapa beratnya tasku T_T #umaakk , kami menuju bagian pemeriksaan barang, dan disini kehebohan terjadi,
Aku panik, 2 tasku sudah berjalan ke terowongan pemeriksaan, nah tinggal dompet kecil yang kugantung dileher, aku panik umaaakk, hampir aku potong leher #horor >.< eh potong tali tas kecilku, tapi kenapa gak dari tadi aku copotkan tali pengaitnya saja, daripada ribet melepaskannya dari kalungan leherku. HAHAHA
Sebenarnya aku tau bahwa kita tidak boleh bawa cairan lebih dari 100 ml, nah kalian dah baca kan di awal perjalanan tadi kami sempat belanja, dan semua minuman itu disita #Umaak lagi TT_TT, aku sempat menyerahkan botol Tupperware-ku, tapi tak tak, tak tega, enak aja petugas imigrasi itu -_-“ ku minumlah setengahnya, lagi pulak aku capek juga kan pas lari-lari dari tadi HAHAHA, sedangkan minuman yang lain kami relakan, lain aku lain pula Kak Erna, Kak Erna disempatkannya meminum youC100 miliknya, HAHAHA, tak mau rugi :p, barulah kami boleh jalan lagi. Saat rapi-rapi, seorang petugas mengumumkan ‘Dompet, siapa ini?’ pas ku tengok, huwaaa dompetku T_T Ya Allah, thank you Allah :-*. Seronok kali kan perjalanan ini hihihi
Lalu kami pun menuju Gate 3, tempat dimana pesawat kami parkir. So, dimanakah dikau wahai Seat 27B? Kami pun terbang, #terharu *_* terakhir kali naik pesawat itu 5 tahun lalu -_-“ dan teteup deg deg an, segala macam dzikir aku lafadzkan, aih, cem gini lah Miss #Cupu jalan-jalan :D  
Hanya perlu waktu 45 menit saja, tapi ditambah pendaratan yang super hati-hati dan agak makan waktu, ada juga lah 1 jam di pesawat, kami tiba di Bandara jam 14.30 waktu Indonesia sedangkan waktu Malaysia adalah 15.30.
Untuk penerbangan low cost  dan khusus pesawat Air Asia, kita bakal mendarat di KLIA 2, ini Bandara baru, baru diresmikan 2 Mei 2014, meski baru, tapi memang luaasssssss T_T, untuk menuju ke pemeriksaan passport saja memakan perjalanan 30 menit, lalu pemeriksaan barang, dan kemudian ruang keluar dari Bandara, disana sudah ramai orang yang menanti keluarga, teman, dan lain-lain. Sedangkan kami? Kami harus menunggu jemputan Yusuf sekitar jam 5 sore nanti, ah tak lama pikir kami, sempatlah kami mencari sim card hp, ya Bandara KLIA 2 ini macam Mall, bukan macam lagi emang Mall lah :D cantek kali *_*.
Bawaan Kak Erna hahaha :D , bawaanku lebih heboh lagi hihihi
Nah, sim card yang kami pilih berdasarkan observ adalah Maxis, sekitar 9RM udah termasuk pulsa 5 RM di dalam, dan sudah bisa internetan puaass :D menunggu Yusuf, kami sempatkan sholat, kemudian cari tempat menunggu yang asik.
Kartu Maxis
Menunggu dan menunggu, eh udah jam 5, belum ada tanda-tanda Yusuf datang, oke. Sebaiknya kita makan, kami pun makan. Lapar, jendral T_T. Tips, nih buat kamu yang lagi-lagi minim dana kayak kami ini #eh :D , bawa nasi lengkap dengan lauknya yah, karena beli di Bandara itu mahal, ntar belum ngapai-ngapain ringgit kamu habis lagi T_T.
makan nasi bungkus di Bandara KLIA 2 ckckck, pasti orang Indonesia kan? Hahaha
Dan, sudah jam 7 malam, di Malaysia ini, jam 7 itu kayak jam 5 di Medan, masih terang, wow, *_* belum ada tanda-tanda Yusuf datang. Kami pun menelepon Yusuf, ternyata eh ternyata, waktu yang diperlukan Yusuf dari Kampus nya Kolej Universiti Islam AntaraBangsa Selangor sekitar 2 jam, oke dan kami pun menunggu lagi T_T
Dalam masa penantian itu kami gunakan untuk sholat magrib jam setengah delapan, lalu beli minum karena bandara sangaaatt dingin T_T, jadi dehidrasi bawaannya, lalu kegiatan kami berikutnya keluar masuk dari satu toilet ke toilet lainnya HAHAHA, membandingkan toilet yang di ujung sana dengan yang di ujung sini, HAHAHA. Kemudian, kami menulis, lalu menulis, lalu menunggu, dan terasa sekali, sudah jam 9 :D Yusuf nelpon, dan ternyata mobilnya rusak pulak TT_TT perlu waktu 2 jam lagi untuk tiba di Bandara, maka kami pun mengulang kegiatan yang di atas tadi, kecuali sholat, karena sebelumnya sudah di jamak, :D
Dua kali beli minum, X_X sebotol RM 3,5
Sekitar jam setengah 12, penantian yang panjang pemirsah hihihi tapi tetap dibawa seru :D , Yusuf tiba, kami pun berangkat ke flat adiknya di daerah Damansara, dan itu sekitar 2 jam dari Bandara. So, Malaysia ni luaassss, kemana-mana jauh, jadi wajar saja jika mobil (baca: kreta ) sudah menjadi keperluan utama bagi warga Malaysia. Pengen belajar bawa mobil *_* #Semangat, Ul :D , lanjuutt…
Khusyu' , menunggu HIHIHI
Sepanjang perjalanan, kami bercerita, dan memuaskan mata dengan pemandangan Malaysia di waktu malam. Indahnyaaaa *_* Nah, tentang si Yusuf ini, nanti akan diceritakan dalam satu cerita khusus, sabar yah ^_^. Ada yang unik dari si Yusuf ni, dia paling tidak focus bawa mobil bila sudah menjawab telepon, pasti nyasar HAHAHA.
Singkat cerita, tibalah kami di Damansara, sebuah daerah yang berisikan bangunan flat berlantai 6. Kuala Lumpur adalah pusat belajar dan bekerja bagi para warganya sehingga kita pendatang tidak akan menemui rumah penduduk pada umumnya, rata-rata gedung perkantoran, perkuliahan dan flat. Kalau pun rumah, pastilah ia perumahan yang elite yang tertata rapi.
Flat yang sederhana ini, jadi tempat menginap kami sementara, karena sudah tidak mungkin lagi mengejar bus ke Kedah. Esok perjalanan dilanjutkan. Nah, sampailah kami di flat Yusuf, di lantai 6, alamak penatnya T_T gemetar kaki ku saat menaiki anak tangga ini.
Dan, cerita ini bersambung yeee… mau tau gimana serunya perjalanan kami ke Kedah, Jom…