Senin, 26 Mei 2014

Senin Sore, Hujan, Fortuner, Tupperware dan Aku

Di penghujung hari Senin, 26 Mei 2014 ingin rasanya duet dengan Mariah Carey untuk menyanyikan Hero, it’s a long road / when you face the world alone / No one reaches out a hand / for you to hold

Yok, Let’s review keseharian aku di hari Senin yang gak biasa ini. Pagi bangun dengan mata sembab dan masih ingin lanjutkan tidur lagi :D tapi aku tahu kalau aku harus mengajar anak bangsa, Semangat lah awak yak an ^_^
Oke, karena sudah telat, aku hanya membawa bekal nasi saja, rencana mau beli lauk seperti biasa, tapi tadi mah pelanggan warungnya rame banget, ku urungkan niatku untuk beli lauk dan you know what, aku membawa dua Tupperaware imut tanpa ada isinya T_T, dan aku memang sempatkan juga bawa sereal yang karena masih panas, aku pun menyimpannya di botol kecil, dan bekal itu semua ku letak di goody bag, goody bag nya udah rada rapuh gitu deh, tapi aku yakin aja makenya, padahal T_T kalau tau kejadiannya bakal seperti tadi sore ….
Di sekolah, seperti biasa, aku…telat :D anak-anak udah kelar upacara aku baru datang, dan aku tiba, aku tak langsung ke lapangan, tapi rapi-rapi dulu, minum sereal ku dulu yang sudah hangat dan sholat Dhuha (ehm, mumpung masih muda ya kan, yang muda yang sholehah, insyaAllah) setelah itu barulah aku meluncur ke lapangan.
Kegiatan anak-anak hari ini tak banyak, evaluasi di Sentra Memasak. Sementara di luar sana, beban langit seperti bertambah-tambah saja, tinggal menunggu kerannya dibuka dan deraslah, sehingga makin meriah yang namanya Sentra Memasak X_X, aku hampir tidak bisa mengendalikan anak-anak yang special ini -_- makin deras hujan, makin kencang pulak suara mereka, akhirnya kubawa lah mereka bermain hahaha ini bekal dari mengikuti penampilan Kampung Dongeng semalam, banyak kuperoleh ice breaking :D
Singkat cerita, tibalah waktu pulang sekolah. Aku kira anak-anak udah gak les lagi tapi kata Bu Nisa, anak-anak Les, baiklah T_T, nah anak-anak itu paling malas les hahaha, kalau sudah begitu maka akan disiasati dengan iming-iming hadiah atau tidak ya mengikuti mau mereka terlebih dahulu, kayak hari ini, Baihas, diajak baca Iqro’ eh dianya malah ngajak daku dengeri cerita. X_X Baihas ini hobi nonton dan cerita, tadi dia cerita film My Name is Khan dari awal sampai akhir, :D meski agak mengantuk, demi Baihas, alias menyenangkan hati anak-anak, aku pun mendengar cerita Baihas, dengan syarat, setelah aku mendengarnya dia mau mau mendengarkan aku untuk mau diajak baca Iqro’ :D
Menjelang sore, hujan masih awet aja T_T, dan aku sudah memperkirakan kondisi jalan bakal macet total, perjalananku ke tempat ngajar privat bisa menghabiskan waktu dua jam X_X ternyata betul, aku pun telat lagi, aihh…T_T aku sudah sampai di daerah UNIMED ini, tapi pas sampai di Lau Dendang eh ortu murid privatku sms bahwa tak jadi les, wuaaaa T_T nyeseknya itu disini.
Akhirnya aku memilih balik pulang, sebelumnya aku ashar dulu di masjid, kaoskakiku basaahh T_T. Alat kecentilanku berupa bedak padat kesayanganku ketinggalan di sekolah T_T, cemana ini? Mana besok libur lagi, ah sesuatu kali kurasa hari ini. Perjalanan pulang pun memakan waktu satu setengah jam.
Oh ya tadi di awal aku ada cerita kondisi perbekalanku kan? Nah, aku ingatkan kembali bahwa saat perjalanan pulang dari sekolah, aku kan pakai payung, basah, pas naik angkot langsung kulipat aja tu payung, dan kumasukkan ke dalam goody bag ku yang terbuat dari kertas karton itu, disitu aku masih nyantai saja meski kutahu ini tas bakal jebol X_X dalam hitungan jam :D
Dan, sampailah aku ditujuanku, tepat azan magrib, suasana jalan basah karena hujan seharian tadi dan mulai gelap, hanya diterangi lampu jalan ditambah lampu gerobak roti bandung tepat dimana aku hendak menyebrang, namun tanpa disangka, saat ditengah penyebrangan, goody bagku jebol T_T, dua Tupperware imutku, botol minumku, botol serealku, payung, berhamburan di jalan T_T dan ada juga kudengar suara teriakan perempuan, perasaan bendaku yang jatuh kenapa yang disana yang menjerit.
Satu hal, ini seperti adegan-adegan di FTV jadi ingat si Juki gue, hahaha  aku reflek toh mengutip bendaku yang berhamburan, sementara ada mobil fortuner putih di depanku, hahaha T_T pada saat itu aku berharap ada yg bantuin aku mengutip benda-bendaku, tapi gak ada T_T, atau paling tidak, orang yang mengemudi fortuner putih itu turun dan membantuku, asli sumpah, itu semua hanya ada di tipi berwujud iklan odol gigi Clos* Up atau iklan parfum A*e dan ditambah imajinasi tingkat tinggiku. :D 
sumber foto: http://www.garassitoyota.com/2013/05/harga-toyota-fortuner-surabaya.html
Selesai mengutip, aku gak sempat nengok sekitar, yang kutahu, cepat mengumpulkan barangku lalu pergi secepatnya dari lokasi, T_T
Duh ya Allah, kalau ingat kejadian sore menjelang maghrib tadi, aku ngekeh sendiri T_T, penderitaanku sebenarnya makin lengkap, sesaat sebelumnya dapat kiriman gambar dari sahabatku yang isinya begini:

Dan itu pas banget, hahaha Uji Nyali bener dah :D
Cuma yang aku sedihkan adalah Tupperware imutku hilang satuuuu huwaaa, padahal itu pemberian Mbakku tercinta, cemana ini? Dicetak ulang lagi gak ya produk tersebut oleh Tupperware? T_T
dok.pribadi [ bekal tempat nasi,botol sereal,1 Tupperware imut yg seharusnya dua, satu ilang T_T dan satu lagi botol minumku, lupa ku poto X_X dan yang di atas itulah almarhum goody bagku T_T 
dok.pribadi, [Nah ini dia si botol minumku, yg tadi ketinggalan dipoto sama kawan-kawannya] :D

 
Dok.Pribadi [Huwaaa biasanya mereka bertiga begini tak terpisahkan, kini Tupperware imutku yg ditengah telah hilang T_T , maafkan aku, padahal dengan adanya kalian bertiga, aku jadi turut mengurangi sampah plastik saat membeli lauk pauk atau membawa bekal dari rumah, kamu diproduksi lagi gak sama pabrik Tupperware? ]
Aku baru nyadarnya pas, selesai mengutip bendaku, diperjalanan pulang aku masih memeluk tumpukan barang-barangku gak sempat lagi memasukkan dalam tas, karena memang gak muat, kalau gak ngapain aku bawa goody bag T_T, dan aku pun tiba di rumah seperti orang yang baru diusir majikan hahaha :D
Alhamdulillah masih selamat dan gak dilindes sama si fortuner :D gak lucu aja kan ntar ada berita bahwa seorang gadis kritis ditabrak fortuner saat mengutip bekalnya yang jatuh dan berserak ditengah jalan, ya kan kalau ditinggal begitu aja sayaaanggg T_T aih, tapi murah kali harga nyawaku ya tapi kalau dipikir pikir bukan masalah nyawa juga tapi menghargai pemberian orang terkasih gitu loh, sampai punya kewajiban untuk menjaga pemberiannya ^_^ (banyak kali ‘tapi nya :D )
Hari ini macam Hari Senin lah kutengok

Senin, 12 Mei 2014

Menovelkan Sejarah: Sebuah Cara Melawan Lupa


Judul                 : Sang Patriot
Penulis              : Irma Devita
Penerbit           : Inti Dinamika Publisher
Cetakan            : I,  Pebruari  2014
Halaman          :266 Halaman

Menovelkan Sejarah: Sebuah Cara Melawan Lupa
Oleh: Nurul Fauziah

Sang Patriot, sekilas judulnya sama dengan judul film yang berkisah tentang hidup Prabowo, mantan Panglima Kostrad era Presiden Soeharto. Film dokumenter tersebut tayang menjelang Pemilu Legislatif lalu dan berdurasi sekitar 30 menit. Tentu ekspektasi penonton mengarah pada bagaimana lika liku hidup Prabowo hingga masa pencapaiannya saat ini, namun, film yang diisukan sebagai salahsatu media kampanye partainya, justru mengisahkan penyebab Prabowo yang diadili oleh pengadilan militer dan diberhentikan dari kesatuannya bersebab Tragedi 12 Mei 1998 silam.
Masih lekat diingatan tentang krisis politik yang melanda Indonesia 16 tahun lalu, Jakarta, pusat ibu kota Negara Republik Indonesia, rusuh, dan berujung pada demonstrasi besar-besaran menuntut lengsernya Presiden Soeharto. Aparat keamanan, yang diharapkan mampu mengamankan massa, justru berbalik malah tindakan aparat mengancam jiwa rakyat sipil, akibatnya korban jiwa bergelimpangan, diantaranya mahasiswa. Esoknya, 13 Mei 1998, massa mengamuk, kerusuhan semakin menjadi, Jakarta chaos. Sampai sekarang peristiwa tersebut, tragedi Mei 1998, oleh August Mellaz, salah seorang yang ambil bagian dalam arus demonstan, dikenal dengan perjuangan melawan lupa.
Kita tinggalkan sejenak, Sang Patriot versi film, dan mari mengenal lebih dekat salah seorang patriot yang kisahnya lebih nyata, lebih sejati, tanpa dibuat-buat, dan tanpa mengharap sebuah pengakuan, tapi keikhlasan berjuang demi tanah air yang layak huni untuk hidup yang lebih baik.
Oke, here we go
Kisah dibuka dengan prolog yang khas tulisan Dan Brown saat mengawali beberapa novelnya, salahsatunya The Da Vinci Code, cerita dibuka dengan kematian sang pendeta yang tidak wajar, dan dari sinilah cara Dan Brown mencengkram imajinasi pembaca untuk tidak tahan meneruskan bacaan hingga tuntas.
Begitu juga yang dilakukan Irma Devita, pada prolog Sang Patriot, mungkin buat pembaca yang tidak sabar, tentu langsung membuka beberapa halaman terakhir, yang merupakan puzzle yang melengkapi prolog, tapi buat apa puzzle awal dan akhir tanpa dilengkapi rangkaian puzzle di tengah-tengah cerita? Tentu akan bolong, tidak menjadi cerita yang utuh, maka kisah pun mengalir.
Terdiri dari 25 judul, termasuk prolog dan epilog, dan judul yang kedua setelah prolog adalah Senopati Kecil dengan latar dan setting Kediri tahun 1923 , awalnya nyantai aja begitu pas dibuka dengan kisah Legenda Calon Arang, tapi setelah dipikir-pikir apa kaitannya dengan kisah yang mau diangkat, yakni Senopati Kecil, sang Patriot yang menjadi tokoh sentral dalam novel ini. Kalau pun hendak dibuka dengan memperkenalkan asal usul Gurah, sebuah desa di Kabupaten Kediri yang menjadi latar bab ini, mungkin bakal lebih asyik  Mbak Irma mengawalinya dengan penggambaran suasana desa Gurah waktu itu. Tapi tak mengapa, pun begitu saya sebagai pembaca jadi turut tahu bahwa legenda perempuan sesat itu ternyata berasal dari Desa Gurah.
Adalah orang zaman dulu, hidup berpindah-pindah, begitu juga yang dilakukan oleh sepasang suami istri, Hasan dan Amni beserta anak mereka, dari Madura memilih Kampung Kauman, Kediri sebagai tempat mengukir hidup.
Nah, dibagian ini pembaca akan disuguhkan siapa sosok Sang Patriot kecil. Jujur, saya sendiri saja tidak tahu siapa beliau, kalau bukan dari pemaparan di halaman 10,
Di rumah itulah Sroedji, anak kedua pasangan Hasan dan Amni yang lahir di Bangkalan, tanggal 1 Februari 1915, beserta enam saudaranya dibesarkan.
Dan diantara para saudaranya, hanya Sroedji seorang yang punya semangat tinggi untuk bersekolah, ya tahu sendirilah di zaman itu dengan menganggarkan Ayah yang seorang pedagang dan ibu yang seorang rumah tangga, agak mustahil untuk bersekolah tinggi, tapi beruntung Sroedji yang cerdas akhirnya berhasil melanjutkan sekolah setamat dari kelas II sekolah rakyat atau Ongko Loro ke Hollands Indische School (HIS) berkat bantuan Pakde Pusponegoro, seorang ningrat. Dan terus berprestasi hingga bisa bersekolah di sekolah kejuruan bidang pertukangan, Ambactsleergang.
Sampai disini, pembaca terus dimotivasi dengan optimisme Sroedji muda, sesekali ia juga membantu ayahnya berdagang, paling suka dengan kebiasaan Sroedji
Selagi menunggu dagangan, Sroedji tekun membaca buku-buku berbahasa Belanda yang selalu dibawanya (Hal.13)
Bener-bener keren nih pemuda (uhuy :D)
Cuma memang disekitaran halaman 16-18 itu keterangan waktu melompat-lompat, Mbak Irma mungkin lupa menyertakan keterangan waktu dan tempat, eh tiba-tiba sudah di pelabuhan aja, kedua orangtua Sroedji berangkat haji.
Memasuki Judul 3, lebih ehm lagi , penasaran bagaimana sang patriot jatuh cinta, di Judul ini jawabannya. Adalah Rukmini perempuan beruntung itu, namun juga kuat kemauan. Betapa inginnya ia bersekolah di Sekolah Tinggi Hukum dan menjadi seorang yang bergelar Meester in de Rechten. Namun, apalah daya, sang ayah, pun menjodohkan ia dengan seorang pemuda.  Singkat cerita, dengan diawali pertemuan jahil di pasar dan berakhir di pelamin. Bahagia sekali. Pasangan adalah cerminan kita, maka Rukmini adalah cerminan Sroedji begitu sebaliknya mereka saling melengkapi.
Hanya sampai di Judul 1-3 sajalah pembaca disuguhkan episode kehidupan Sroedji yang anteng, damai dan sentosa. Sroedji tidak kebanyakan pemuda yang sudah merasa aman dengan keadaan yang bersekolah tinggi, menjadi pegawai di pemerintahan, beristrikan seorang yang berpendidikan pula dan dikaruniai anak yang lucu. Dalam benak Sroedji betapa inginnya ia ikut andil dalam membela negeri.  
Nah ini asyiknya membaca novel yang bersetting sejarah, secara gak sadar kita belajar sejarah, dari penyelipan opening oleh penulis sebelum masuk ke kisah tokoh utamanya. Sroedji, yang sudah lama sekali bercita-cita menjadi tentara Indonesia tetap menunggu kesempatan yang tepat tanpa gegabah meski sebenarnya dimasa penjajahan Belanda, pemerintah membuka kesempatan bergabung di Koninklijke Millitaire Academie(KMA) dan Corps Opleideing Reserve Officieren (CORO). Tapi Sroedji tidak mau. Baginya bergabung dengan korps militer Belanda sama dengan kaum kafir yang menghantam bangsa sendiri.
Pada 3 Oktober 1943, Koran Djawa Baroe, disana tercantum bahwa Jepang membuka perekrutan tentara PETA (Pembela Tanah Air) dan betapa berbinarnya mata Sroedji membaca pengumuman itu dan terbersit di hati keinginan lamanya yang terpendam
Tentu keinginannya ini tidak mudah terwujud bersebab ia mesti merundingkannya dengan kekasih hati, Rukmini, sempat was-was bila Rukmini tidak mendukungnya, tapi Rukmini memang wanita yang luarbiasa akan pemahaman terhadap potensi dan keinginan suami tercinta. Ia pun mengikhlaskan Sroedji ikut perekrutan itu,

Kau punya mimpi jadi tentara agar  dapat membaktikan tenagamu kepada rakyat banyak. Mungkin inilah saat yang tepat mewujudkannya…’ (Hal. 47)

Tak mudah menjadi seorang kadet, latihannya luarbiasa keras. Sroedji berusaha bertahan sekuat tenaga dan menjadi penyemangat teman-temannya. Kalimatnya keren,

Seorang prajurit yang kehilangan semangat juang ibarat mayat yang mengusung keranda kematiannya sendiri’  (Hal.57)

Pada halaman 171 juga ada kalimat keren Sroedji

‘Sekacau apapun keadaan, sikap tenang, disiplin dan kepandaian membaca situasi akan berujung pada jalan keluar terbaik’

Bermodalkan latihan yang amat keras selama 4 bulan, resmilah Sroedji menjadi anggota PETA, dan membentuk Daidan atau batalion di Karesidenan Besuki. Namun yang namanya penjajah, sudah pasti banyak bohongnya. Para petinggi PETA mulai melihat kekejaman Jepang terhadap rakyat, selain itu perekrutan anggota battalion mulai tidak diperhatikan, untuk latihan tidak dilengkapi dengan fasilitas persenjataan, bahkan tentara PETA sendiri tidak dibolehkan pegang senjata. Seiring berjalannya waktu, Jepang hancur, sejak peristiwa pemboman Hiroshima dan Nagasaki di tahun 1945. Berefek pada pembubaran PETA oleh pemerintahan Indonesia. Perjalanan karir ketentaraan Sroedji tak henti sampai di pembubaran PETA, istilah kemiliteran dalam bahasa Jepang mulai di ganti, pada hal. 73 Mbak Irma memaparkan, Sroedji berpangkat Mayor yang membawahi wilayah Jember Selatan berpusang di Kencong dan memimpin Batalion Alap-Alap atau Batalion Sroedji. Dari sinilah Sroedji mulai beraksi.

Sebuah Kado untuk Nenek Tercinta

Novel yang warna covernya ini merah keemasan sudah direncana terbitkan sejak Mbak Irma masih kecil.  Jadi teringat kisahku dengan ibu dari nenekku alias buyutku, aku selalu menjadi teman saat ia tidur, dan sebelum tidur di dalam ranjang berkelambu itu, buyutku tak bosan-bosannya bercerita, terkadang kisah yang diceritakan itu-itu saja hehehe, tapi menyenangkan sekali.

Aku rasa begitu pula yang dilakukan Mbak Irma dengan sang nenek. Dan novel ini bukan sembarang novel. Novel ini wujud dari janji Mbak Irma gadis terhadap neneknya Rukmini untuk mengisahkan perjuangan sang kakek dalam bentuk novel.

Tak banyak cucu yang memiliki motivasi seperti Mbak Irma, semoga kelak dengan terbitnya novel ini menjadi inspirasi para cucu  atau keturunan dari patriot di seluruh Indonesia  untuk mengisahkan perjuangan kakek, nenek atau anggota keluarga mereka yang pernah berjuang untuk Indonesia namun namanya tenggelam oleh waktu.

Bila Mbak Irma tak menuliskan kisah Sroedji mungkin tak banyak yang tahu bahwa kisah kepahlawanannya yang begitu luar biasa.

Sekali lagi selamat buat Mbak Irma akhirnya janji terhadap nenek tercinta terlunaskan sudah. Tinggal saat ini bagaimana kita menjadikan sejarah sebagai bahan untuk memprediksi masa depan, mengimprovisasinya dan meneruskan perjuangan para patriot bangsa.

Kisah Rukmini juga mengingatkan ku pada film IP MAN seorang pendekar Wu Ching, Ip Man memiliki istri yang begitu ia cintai, ya mirip Sroedji ini, sewaktu Cina dijajah Jepang, ia pun ikut berjuang. Istrinya juga tidak lepas dari ancaman bahaya diperkosa dan dibunuh.

Menjadi istri tentara bagi Rukmini juga tidak mudah, apalagi pas membaca adegan sewaktu Rukmini hijrah ke Kediri dalam keadaan hamil besar, MasyaAllah itu aku membacanya sesak napasT_T Mbak Irma pintar membangun suasana di dalam novel ini T_T seolah aku mengikut perjalanan Rukmini.

Kebangkitan Novel Sejarah

Sejarah, mestinya menjadi pelajaran yang menyengkan di sekolah, karena dari sejarah lah generasi muda bisa belajar dari masa lalu, lebih mengenal jati diri bangsanya, tidak mudah terpengaruh kebudayaan bangsa lain, menghargai jasa pahlawan dan masih banyak lagi manfaatnya.

Nah, semoga dengan semakin berkembangnya tren menerbitkan novel sejarah, bisa membantu generasi muda untuk menyukai sejarah.

Tentu tidak mudah bagi Mbak Irma yang terbiasa menulis non fiksi tapi bersebab sebuah janji, ia pun menulis novel dan itu langsung novel sejarah yang penelusuran risetnya tidak mudah, belum lagi penggambaran adegan sadisnya. Sempat dibeberapa bagian membuatku mual T_T ini Mbak Irma gimana ya kondisinya pas mengetik adegan itu, dan aku selain mual, jadi membara juga, ya Allah segitunya, rakyat zaman dahulu diperlakukan T_T selama ini melihatnya cuma di film thriller atau psycho  gitu, tapi membaca novel Mbak Irma membuatku berkesimpulan, memang penjajah itu mati semua hatinya T_T titisan monster, bahkan Dementornya penjara Azkabannya Harry Potter.

Untuk data novel, daku gak meragukan lagi, karena dia cucu sang patriot, hanya saja memang pendiskripsian tempat dan latar, Mbak Irma masih kaku, efek terbiasa menulis non fiksi itu bisa jadi kebawa, namun untuk pemaparan data, Mbak Irma luwes sekali, ini manfaat terbiasa nulis non fiksi, lebih tertata dia, lebih terstruktur, enak bacanya, yang pembahasan berat soal tanggal dan peristiwa jadi ringan dibuatnya ;)

Oh ya, tentang Somad si pengkhianat, kenapa ya Sroedji tidak menyadari keberadaannya setelah tiga kali berturut-turut Belanda mengetahui keberadaan Batalion Sroedji? Agak aneh aja menurutku bagian ini, atau merupakan klimaks biar seru

Dan memang agak susah dibedakan mana kisah yang nyata dan yang ditambahkan oleh penulis atau semua kisah adalah memang benar adanya?

Kemudian, ada pencantuman bahasa Jawa yang tidak ada terjemahannya, pada halaman 79, karena tidak semua pembaca, bisa mengerti bahasa Jawa, mungkin bisa dilengkapi dengan artinya, meski sebenarnya di beberapa bahasa Jawa, Mbak Irma mencantumkan artinya, tapi mendadak penghujung cerita Mbak Irma sudah merasa bahwa pembaca sudah mengertilah itu.

Lalu untuk istilah-istilah lain, hendaknya tak perlu dimuat pada halaman belakang, pembaca biasanya paling malas saat asik baca di susahkan dengan istilah asing kemudian diminta mencari artinya di halaman belakang, itu agak menganggu banget. Bagaimana jika peletakan footnotedengan begitu, pembaca tidak perlu terlalu jauh kehalaman belakang tapi hanya dengan melihat keterangan di footnote saja.

Oh ya satu hal lagi yang daku suka, bahwa perjuangan memang tidak dengan leha-leha, berpasrah diri terhadap Allah , iman yang tebal dan kuat kemudian iming-iminga mati syahid peroleh syurga itu motivasi luarbiasa sekali. Dapatlah daku simpulkan bahwa, sebenarnya Allah yang menguatkan para patriot bangsa ini, teriakan Allahu Akbar menggema di buku ini dan itu memang menggetarkan musuh Allah. Nah, pelajarannya adalah kalau mau jadi tentara, jadilah tentara yang taat agama, Sroedji dengan keimanannya membuat ia tetap keep calm, dan stay cool.

Overall, novel ini sangat menginspirasi, selamat membaca, selamat belajar sejarah.







Sabtu, 12 April 2014

Frozen : Saat Kekuatan Justru Jadi Kelemahanmu


Judul: Frozen
Sutradara: Chris Buck dan Jennifer Lee
Durasi: 102 Menit
Produksi : Walt Disney Animation Studio
Budget: $105 million
Liris :19 November 2013
Genre: Komedi, Musikal, Animasi
http://img1.wikia.nocookie.net/__cb20131002122858/disney/images/thumb/5/58/Frozen-movie-poster.jpg/250px-Frozen-movie-poster.jpg

Well, mumpung masih lekat diingatan dan baru nonton juga hehehe. Film ini direkomendasikan oleh muridku, kalau kata pepatah, guru suka nonton murid begitu pula *emang ada pepatah begitu?, ya daripada dianalogikan pakai kata ‘kencing’?
Diinspirasi dari dongeng karya Hans Christian Andersen yang berjudul Ratu Salju, film Frozen tercipta, dan dirilis November 2013. Cukup ketinggalan buat aku hahaha, tapi tak mengapa, daripada nonton The Raid #2 sungguh aku tak sanggup T_T dengan film berdarah-darah gitu.
Frozen adalah film animasi komedi fantasi musical, hadeh ribetkan yak menjabarkannya, tapi udah ngerti lah ya. Yup, film animasi, ada komedinya juga terus dikit-dikit nyanyi hehehe :D
Film ini diawali dengan adegan seorang bocah lelaki dan rusa kutub peliharaannya sedang membantu memecahkan es di danau yang beku, diperjalanan pulang, di sebuah hutan, bocah tersebut melihat kejadian aneh, deru derap langkah kuda yang tergesa dikendalikan oleh seorang raja ratu dan kedua putri kecil mereka ke sebuah tempat, tempat para trolls atau manusia batu hidup. Apa yang disaksikan bocah lelaki tersebut menjadi hal yang terlupakan bertahun-tahun kemudian.
Alkisah hiduplah raja ratu dari kerajaan Arendelle dan kedua putri kecil mereka,Elsa dan Anna. Putri Elsa seperti sebuah kutukan, sedari kecil telah memiliki kekuatan ajaib untuk menciptakan es dan salju. Suatu malam, disaat Putri Anna, adiknya bersikeras mengajak Elsa untuk bermain es, secara tidak sengaja, Elsa mencelakakan Anna, hingga Anna hampir tidak sadarkan diri. Seketika itu raja dan ratu membawa Elsa dan Anna ke pemukiman trolls, manusia batu yang bias menyembuhkan Anna dan memindahkan ingatan Anna atas kekuatan sihir yang dimiliki kakaknya, sejak itu pula lah, Raja dan Ratu memutuskan untuk mengisolasikan Elsa di kastil tepatnya di kamar Elsa agar Elsa bias belajar mengendalikan kekuatannya, takut kalau-kalau secara tak sengaja dan sadar ia mencelakakan adiknya lagi, terlebih lagi orang lain, jadi seluruh jendela dan pintu istana ditutup selama bertahun-tahun kemudian.
Tahun demi tahun berlalu, hingga Elsa dan Anna tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, tapi sayang, mereka hidup terpisahkan kamar. Anna melewati hari-hari tanpa kakaknya, setiap saat ia bernyanyi ‘Do you want to build a snowman?’ di depan pintu kamar kakaknya, berharap bisa membujuknya untuk bermain seperti waktu kecil dulu, tapi berhubung karena ingatan Anna akan kejadian Elsa yang hampir mencelakakannya ia tidak ingat, maka Anna menganggap bahwa Elsa adalah kakak yang tidak mau bertemu dan bermain dengan adiknya, Anna bersebab kekuatan ajaib yang tidak terkendali itu.
Menghadapi sulung perempuannya yang unik itu, kedua orangtua Elsa tidak berarti benar-benar mengisolasikan Elsa, ayahnya selalu mengajarkan cara mengendalikan kekuatan ajaib Elsa dengan kata-kata, bahwa kekuatan tersebut harus disembunyikan, jangan dirasakan, dan jangan biarkan orang lain tahu. Ayah Elsa mensiasatinya tangan Elsa dengan sarung tangan.
Sampai disini dakuw mikir, bukannya sarung tangan kan juga disentuh sama Elsa, kenapa gak beku yak? Hehehe :D
Kesedihan semakin menjadi saat kedua orangtua mereka meninggal di laut karena badai.
Sepeninggal kedua orangtua mereka, tibalah umur Elsa untuk dinobatkan menjadi ratu, penerus raja, ayahnya yang meninggal. Anna begitu gembira menyambut hari penobatan tersebut, saking girangnya, dia menjelajahi seluruh kota sambil bernyanyi For the First Time in Forever, hingga bertemu dengan Pangeran Hans dari Selatan dan Anna pun terpesona. Berbeda dengan Anna yang riang gembira, justru Elsa menyambut hari itu dengan penuh kegalauan, bayangin aja, apapun yang ia sentuh bisa berubah jadi es, apalagi pada saat penobatan ia harus memegang tongkat dan cawan suci. Meskipun begitu, prosesi penobatan pun berjalan lancar, ya sempat berubah jadi es juga tu tongkat dan cawan suci tapi buru-buru Elsa meletakkan kembali.
Acara perayaan penobatan Ratu Arandelle yang baru pun digelar. Anna masih seronok dan terpesona dengan Pangeran Hans. Nah, disini nyanyi lagi kita, judul lagunya Love is an open door. Harap maklum aja dengan tingkah Anna, seumur-umur gak pernah bertemu pria cakep, pas ketemu Hans, ia langsung aja yakin dengan mitos Love at the first sight, dan bahkan Hans memutuskan untuk menikahi Anna. Mendengar berita keinginan adiknya untuk menikah malam itu juga, Elsa kaget. Awalnya ia berusaha tenang menghadapi sikap adiknya. ‘Kamu tahu apa soal cinta kak?, bahkan kau saja sering membantingkan pintu untukku’, Woopp mendengar itu Elsa, ngamuk, kekuatannya bekerja, bangsawan dari Weselton yang mencari keuntungan dari wilayah Arandelle memanfaatkan momen ini untuk mencari kelemahan kerajaan Arandelle, muncullah pernyataan, bahwa Ratu Elsa adalah monster.
Menghindari kekuatannya yang lebih besar, lebih dikarenakan panic juga, Elsa memilih kabur sejauhnya dari Arandelle. Nun tinggi di atas pegunungan salju di Utara sana, Elsa menyendiri, disini kita nyanyi (lagi) saudara-saudara, Let it Go, dinyanyikan oleh Demi Lovato, keren mah suaranya, lirik lagu ini juga Jleb banget, mewakili perasaan Elsa yang ingin bebas, bebas dari kutukan, bebas menggunakan kekuatan itu, bebas dari perasaan takut mencelakakan adiknya gegara kekuatan yang tak pernah ia harapkan. Di atas pegunungan ini, Elsa menciptakan istana es versi dirinya, pas adegan ini, daku paling suka saat ia merubah kostumnya, *_* mirip Sailormoon saat melakukan adegan ‘Berubah!’, ditambah lagi desain kostum Ratu Salju-nya yang mewah *_* jubah transparannya itu looh, maniisss, belahan betisnya apalagi wew, Sekseeeeh hehehe. #dasar_khayalan_gadis :p
Didera rasa bersalah, Anna pun meminta Hans menjaga kerajaan sedang Anna berusaha mencari kakaknya. Ditengah-tengah pencarian Elsa, Anna dipertemukan dengan Kristoff si manusia gunung dan rusa kutub kesayangannya, Sven. Merekalah yang menuntun Anna untuk ke Gunung Utara tempat dimana Elsa membangun kerajaan es-nya, diperjalanan bertambah lagi teman mereka, Olaf. Olaf adalah manusia salju buatan mereka waktu kecil, dan kini saat kekuatan Elsa makin menjadi, Olaf pun turut hidup. Nah, diadegan ini, pas ditanya Olaf ‘Apa tujuan kalian mencari Elsa?’, ‘Kami ingin Elsa menciptakan suasana menghangat kembali, alias musim semi seperti Arandelle sediakala’. Mendengar kata ‘Summer Breeze’, si Olaf manusia salju yang aneh, (aneh lah, masak manusia salju mengharapkan musim semi?,bukannya musim tersebut justru malah melelehkan dirinya?) hahaha, disini Olaf malah nyanyi, lucu lah ekspresi Olaf pas nyanyi, jadi keinget ulah minion di Despicable Me #2.
Akhirnya, Anna menemukan istana es kakaknya. Elsa kaget, namun Elsa tidak ingin kembali ke Arandelle. Anna tetap membujuk kakaknya. Elsa menjadi gelisah, dalam kegelisahannya itu, Elsa melakukan serangan kembali untuk mengusir adiknya, dan kena lah jantung Anna, Anna melemah. Celakannya lagi, Elsa juga menciptakan monster salju untuk mengusir, Anna, Kristoff, Olaf dan Svan.
Semakin lama Anna semakin melemah, rambutnya mendadak memutih. Kristoff pun mengajak Anna untuk menemui para trolls, ia pun menceritakan kejadian masa kecilnya saat melihat raja dan ratu mendatangi pemukiman trolls untuk menyembuhkan Anna. Namun, kali ini, trolls tidak mampu menyembuhkan kutukan tersebut, hanya cinta sejati yang dapat menyembuhkan Anna. Yup, seperti kebanyakan film-film Walt Disney, selalu mengedepan cinta sejati. #Tsaahh.  Mendengarkan saran troll itu, segera Kristoff membawa Anna kepada Hans yang berada di Kerajaan Arandelle.
Di Arandelle, saat mengetahui kuda Hans kembali tanpa ada Anna di atas kudanya, Hans memutuskan untuk mencari Anna di Gunung Utara. Sesampainya disana, Hans berhadapan dengan monster salju, Monster Salju kalah, Hans juga berhasil melumpuhkan Elsa. Elsa dipenjara, tangannya dirantai di penjara Kerajaan Arandelle. Saat Elsa sadar, Hans kembali meminta Elsa untuk membuat cuaca cerah kembali. Tapi, Elsa gak tahu bagaimana caranya, sampai semakin lama, kekuatan Elsa terus bertambah.
Sementara itu, Anna semakin melemah, Kristoff berhasil membawanya ke pelukan Hans, namun tak dinyana, Anna yang mengira Hans adalah cinta sejatinya, berharap dapat ciuman agar kutukan kekuatan kakaknya pada dirinya hilang, malah sebaliknya, Hans membiarkan Anna mati membeku pelan-pelan. Hans selama ini mengatur siasat agar kekuasaan kerajaan Arandelle,pindah ke tangannya dengan cara membuat Anna jatuh cinta dan menikah.
Di luar sana, efek kekuatan Elsa malah menjadi badai salju yang dahsyat. Kristoff dan Sven yang berjalan lesu  menuju jalan pulang, akhirnya terpaksa berbalik karena khawatir dengan Anna, Kristoff diam-diam mencintai Anna.
Di ruang perapian, tempat Anna disekap oleh Hans, datanglah Olaf untuk menyelamatkan Anna, dengan bantuan Olaf, perapian dinyalakan, Anna bisa hangat kembali, di adegan ini ada satu kalimat yang mempesonaku, ‘Pergilah Olaf, aku tidak apa-apa’, ‘tidak, aku mau menunggu cinta sejatimu disini’, ‘Tidak Olaf, nanti kau meleleh’, ‘Bukannya setiap orang akan meleleh?’ Ow ow so sweet, ngertikan maksud meleleh disini? Terharu, terpukau, begitu lah kira-kira :D
Dengan kekuatannya Elsa bisa melarikan diri dari penjara, Anna hampir terperangkap akibat kutukan es yang semakin bereaksi hendak membunuhnya. Olaf membantunya keluar dari situasi buruk tersebut dan berlari menemui Kristoff.
Di tengah-tengah laut yang beku, dimana kapal-kapal para tamu dari Negara tetangga masih berlabuh dan juga ikutan beku. Hans berhasil menemui Elsa, Hans memaksa Elsa agar segera mengubah cuaca, Hans juga menyampaikan bahwa adiknya Anna telah mati membeku akibat kekuatannya. Di tempat yang sama juga, saat Kristoff hampir mendekati Anna untuk menciumnya, Anna malah berbalik arah untuk menyelamatkan kakaknya yang terduduk lemas mendengar kabar burung kematian Anna dari Hans, sedangkan Hans dari belakang Elsa telah bersiap-siap menghunuskan pedang ke arah Elsa, melihat hal itu, Anna yang didalam kepayahannya menahan jantung yang hampir beku, Anna mengorbankan dirinya untuk menghalau pedang Hans, detik itu juga, Anna berubah jadi patung Es, pedang Hans pecah karena beku dan tidak jadi menghunus Elsa.
Melihat patung Es adiknya yang malang, Elsa menangis memeluk Anna, keajaiban datang, patung es Anna mencair, kutukan terhadap Anna sirna. Terungkaplah jawaban bahwa cinta sejati Anna itu ya kakaknya bukan Kristoff yang baru ia temui dalam kurun waktu semalaman sedangkan Elsa adalah kakaknya yang telah hidup bertahun-tahun dengannya. Dan Elsa juga mendapatkan jawaban tentang bagaimana ia mengendalikan kekuatannya, ya dengan cinta. Cinta kepada rakyatnya, ia menjadikan kekuatan menciptakan es nya untuk membahagiakan rakyatnya, bukan dengan menakuti mereka. Intinya bagaimana agar kekuatan kita itu jadi manfaat buat banyak orang, begitulah cara mengendalikannya. ^_^
Pssst, bagaimana nasib Hans? Ya tahu sendirilah ya, yang jelas, ada kalimat keren dari Anna untuk Hans:
Prince Hans               : Anna? But she was froze your heart?
Princess Anna           :The only frozen heart around here is yours

JLEB! HEHEHEH, ayo buat hatinya yang lagi beku, maka lelehkanlah lembutkanlah dengan berzikir, banyak baca Qur’an, dan kurangi tertawa yang berlebihan. Dan buat yang lagi marah-marahan sama kakak atau adik perempuannya, film yang cukup feminim ini bisa jadi inspirasi atau pembelajaran buat kamu agar stop untuk marah-marahan, baikan dan kompakan lagi seperti dulu itu jauh jauuuh lebih baik. Kan seru tuh bisa makan coklat atau es krim bareng, nyalon bareng, beli baju bareng, dan seru-seruan bareng. ^_^

Film animasi ini cukup direkomendasi buat ditonton remaja dan dewasa. Tumben banget film sekelas Disney yang biasanya kalau ending itu diakhiri dengan kissing pangeran ke sang putri, tapi kali ini, rasa sayang dan pelukan dua saudara kandung yang menyelesaikan kutukan salju itu, kirain kissingnya Kristoff dan Anna, ternyata eh ternyata hehehe. Suka deh endingnya :-*. Kalau nonton versi 3D nya pasti berasa banget efek suasana dingin yang dimunculkan di film ini, sepanjang film disajikan gambar salju melulu, brrrr brrrr hehehe ^_^