Tampilkan postingan dengan label Zee Suka Nonton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zee Suka Nonton. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 April 2014

Frozen : Saat Kekuatan Justru Jadi Kelemahanmu


Judul: Frozen
Sutradara: Chris Buck dan Jennifer Lee
Durasi: 102 Menit
Produksi : Walt Disney Animation Studio
Budget: $105 million
Liris :19 November 2013
Genre: Komedi, Musikal, Animasi
http://img1.wikia.nocookie.net/__cb20131002122858/disney/images/thumb/5/58/Frozen-movie-poster.jpg/250px-Frozen-movie-poster.jpg

Well, mumpung masih lekat diingatan dan baru nonton juga hehehe. Film ini direkomendasikan oleh muridku, kalau kata pepatah, guru suka nonton murid begitu pula *emang ada pepatah begitu?, ya daripada dianalogikan pakai kata ‘kencing’?
Diinspirasi dari dongeng karya Hans Christian Andersen yang berjudul Ratu Salju, film Frozen tercipta, dan dirilis November 2013. Cukup ketinggalan buat aku hahaha, tapi tak mengapa, daripada nonton The Raid #2 sungguh aku tak sanggup T_T dengan film berdarah-darah gitu.
Frozen adalah film animasi komedi fantasi musical, hadeh ribetkan yak menjabarkannya, tapi udah ngerti lah ya. Yup, film animasi, ada komedinya juga terus dikit-dikit nyanyi hehehe :D
Film ini diawali dengan adegan seorang bocah lelaki dan rusa kutub peliharaannya sedang membantu memecahkan es di danau yang beku, diperjalanan pulang, di sebuah hutan, bocah tersebut melihat kejadian aneh, deru derap langkah kuda yang tergesa dikendalikan oleh seorang raja ratu dan kedua putri kecil mereka ke sebuah tempat, tempat para trolls atau manusia batu hidup. Apa yang disaksikan bocah lelaki tersebut menjadi hal yang terlupakan bertahun-tahun kemudian.
Alkisah hiduplah raja ratu dari kerajaan Arendelle dan kedua putri kecil mereka,Elsa dan Anna. Putri Elsa seperti sebuah kutukan, sedari kecil telah memiliki kekuatan ajaib untuk menciptakan es dan salju. Suatu malam, disaat Putri Anna, adiknya bersikeras mengajak Elsa untuk bermain es, secara tidak sengaja, Elsa mencelakakan Anna, hingga Anna hampir tidak sadarkan diri. Seketika itu raja dan ratu membawa Elsa dan Anna ke pemukiman trolls, manusia batu yang bias menyembuhkan Anna dan memindahkan ingatan Anna atas kekuatan sihir yang dimiliki kakaknya, sejak itu pula lah, Raja dan Ratu memutuskan untuk mengisolasikan Elsa di kastil tepatnya di kamar Elsa agar Elsa bias belajar mengendalikan kekuatannya, takut kalau-kalau secara tak sengaja dan sadar ia mencelakakan adiknya lagi, terlebih lagi orang lain, jadi seluruh jendela dan pintu istana ditutup selama bertahun-tahun kemudian.
Tahun demi tahun berlalu, hingga Elsa dan Anna tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, tapi sayang, mereka hidup terpisahkan kamar. Anna melewati hari-hari tanpa kakaknya, setiap saat ia bernyanyi ‘Do you want to build a snowman?’ di depan pintu kamar kakaknya, berharap bisa membujuknya untuk bermain seperti waktu kecil dulu, tapi berhubung karena ingatan Anna akan kejadian Elsa yang hampir mencelakakannya ia tidak ingat, maka Anna menganggap bahwa Elsa adalah kakak yang tidak mau bertemu dan bermain dengan adiknya, Anna bersebab kekuatan ajaib yang tidak terkendali itu.
Menghadapi sulung perempuannya yang unik itu, kedua orangtua Elsa tidak berarti benar-benar mengisolasikan Elsa, ayahnya selalu mengajarkan cara mengendalikan kekuatan ajaib Elsa dengan kata-kata, bahwa kekuatan tersebut harus disembunyikan, jangan dirasakan, dan jangan biarkan orang lain tahu. Ayah Elsa mensiasatinya tangan Elsa dengan sarung tangan.
Sampai disini dakuw mikir, bukannya sarung tangan kan juga disentuh sama Elsa, kenapa gak beku yak? Hehehe :D
Kesedihan semakin menjadi saat kedua orangtua mereka meninggal di laut karena badai.
Sepeninggal kedua orangtua mereka, tibalah umur Elsa untuk dinobatkan menjadi ratu, penerus raja, ayahnya yang meninggal. Anna begitu gembira menyambut hari penobatan tersebut, saking girangnya, dia menjelajahi seluruh kota sambil bernyanyi For the First Time in Forever, hingga bertemu dengan Pangeran Hans dari Selatan dan Anna pun terpesona. Berbeda dengan Anna yang riang gembira, justru Elsa menyambut hari itu dengan penuh kegalauan, bayangin aja, apapun yang ia sentuh bisa berubah jadi es, apalagi pada saat penobatan ia harus memegang tongkat dan cawan suci. Meskipun begitu, prosesi penobatan pun berjalan lancar, ya sempat berubah jadi es juga tu tongkat dan cawan suci tapi buru-buru Elsa meletakkan kembali.
Acara perayaan penobatan Ratu Arandelle yang baru pun digelar. Anna masih seronok dan terpesona dengan Pangeran Hans. Nah, disini nyanyi lagi kita, judul lagunya Love is an open door. Harap maklum aja dengan tingkah Anna, seumur-umur gak pernah bertemu pria cakep, pas ketemu Hans, ia langsung aja yakin dengan mitos Love at the first sight, dan bahkan Hans memutuskan untuk menikahi Anna. Mendengar berita keinginan adiknya untuk menikah malam itu juga, Elsa kaget. Awalnya ia berusaha tenang menghadapi sikap adiknya. ‘Kamu tahu apa soal cinta kak?, bahkan kau saja sering membantingkan pintu untukku’, Woopp mendengar itu Elsa, ngamuk, kekuatannya bekerja, bangsawan dari Weselton yang mencari keuntungan dari wilayah Arandelle memanfaatkan momen ini untuk mencari kelemahan kerajaan Arandelle, muncullah pernyataan, bahwa Ratu Elsa adalah monster.
Menghindari kekuatannya yang lebih besar, lebih dikarenakan panic juga, Elsa memilih kabur sejauhnya dari Arandelle. Nun tinggi di atas pegunungan salju di Utara sana, Elsa menyendiri, disini kita nyanyi (lagi) saudara-saudara, Let it Go, dinyanyikan oleh Demi Lovato, keren mah suaranya, lirik lagu ini juga Jleb banget, mewakili perasaan Elsa yang ingin bebas, bebas dari kutukan, bebas menggunakan kekuatan itu, bebas dari perasaan takut mencelakakan adiknya gegara kekuatan yang tak pernah ia harapkan. Di atas pegunungan ini, Elsa menciptakan istana es versi dirinya, pas adegan ini, daku paling suka saat ia merubah kostumnya, *_* mirip Sailormoon saat melakukan adegan ‘Berubah!’, ditambah lagi desain kostum Ratu Salju-nya yang mewah *_* jubah transparannya itu looh, maniisss, belahan betisnya apalagi wew, Sekseeeeh hehehe. #dasar_khayalan_gadis :p
Didera rasa bersalah, Anna pun meminta Hans menjaga kerajaan sedang Anna berusaha mencari kakaknya. Ditengah-tengah pencarian Elsa, Anna dipertemukan dengan Kristoff si manusia gunung dan rusa kutub kesayangannya, Sven. Merekalah yang menuntun Anna untuk ke Gunung Utara tempat dimana Elsa membangun kerajaan es-nya, diperjalanan bertambah lagi teman mereka, Olaf. Olaf adalah manusia salju buatan mereka waktu kecil, dan kini saat kekuatan Elsa makin menjadi, Olaf pun turut hidup. Nah, diadegan ini, pas ditanya Olaf ‘Apa tujuan kalian mencari Elsa?’, ‘Kami ingin Elsa menciptakan suasana menghangat kembali, alias musim semi seperti Arandelle sediakala’. Mendengar kata ‘Summer Breeze’, si Olaf manusia salju yang aneh, (aneh lah, masak manusia salju mengharapkan musim semi?,bukannya musim tersebut justru malah melelehkan dirinya?) hahaha, disini Olaf malah nyanyi, lucu lah ekspresi Olaf pas nyanyi, jadi keinget ulah minion di Despicable Me #2.
Akhirnya, Anna menemukan istana es kakaknya. Elsa kaget, namun Elsa tidak ingin kembali ke Arandelle. Anna tetap membujuk kakaknya. Elsa menjadi gelisah, dalam kegelisahannya itu, Elsa melakukan serangan kembali untuk mengusir adiknya, dan kena lah jantung Anna, Anna melemah. Celakannya lagi, Elsa juga menciptakan monster salju untuk mengusir, Anna, Kristoff, Olaf dan Svan.
Semakin lama Anna semakin melemah, rambutnya mendadak memutih. Kristoff pun mengajak Anna untuk menemui para trolls, ia pun menceritakan kejadian masa kecilnya saat melihat raja dan ratu mendatangi pemukiman trolls untuk menyembuhkan Anna. Namun, kali ini, trolls tidak mampu menyembuhkan kutukan tersebut, hanya cinta sejati yang dapat menyembuhkan Anna. Yup, seperti kebanyakan film-film Walt Disney, selalu mengedepan cinta sejati. #Tsaahh.  Mendengarkan saran troll itu, segera Kristoff membawa Anna kepada Hans yang berada di Kerajaan Arandelle.
Di Arandelle, saat mengetahui kuda Hans kembali tanpa ada Anna di atas kudanya, Hans memutuskan untuk mencari Anna di Gunung Utara. Sesampainya disana, Hans berhadapan dengan monster salju, Monster Salju kalah, Hans juga berhasil melumpuhkan Elsa. Elsa dipenjara, tangannya dirantai di penjara Kerajaan Arandelle. Saat Elsa sadar, Hans kembali meminta Elsa untuk membuat cuaca cerah kembali. Tapi, Elsa gak tahu bagaimana caranya, sampai semakin lama, kekuatan Elsa terus bertambah.
Sementara itu, Anna semakin melemah, Kristoff berhasil membawanya ke pelukan Hans, namun tak dinyana, Anna yang mengira Hans adalah cinta sejatinya, berharap dapat ciuman agar kutukan kekuatan kakaknya pada dirinya hilang, malah sebaliknya, Hans membiarkan Anna mati membeku pelan-pelan. Hans selama ini mengatur siasat agar kekuasaan kerajaan Arandelle,pindah ke tangannya dengan cara membuat Anna jatuh cinta dan menikah.
Di luar sana, efek kekuatan Elsa malah menjadi badai salju yang dahsyat. Kristoff dan Sven yang berjalan lesu  menuju jalan pulang, akhirnya terpaksa berbalik karena khawatir dengan Anna, Kristoff diam-diam mencintai Anna.
Di ruang perapian, tempat Anna disekap oleh Hans, datanglah Olaf untuk menyelamatkan Anna, dengan bantuan Olaf, perapian dinyalakan, Anna bisa hangat kembali, di adegan ini ada satu kalimat yang mempesonaku, ‘Pergilah Olaf, aku tidak apa-apa’, ‘tidak, aku mau menunggu cinta sejatimu disini’, ‘Tidak Olaf, nanti kau meleleh’, ‘Bukannya setiap orang akan meleleh?’ Ow ow so sweet, ngertikan maksud meleleh disini? Terharu, terpukau, begitu lah kira-kira :D
Dengan kekuatannya Elsa bisa melarikan diri dari penjara, Anna hampir terperangkap akibat kutukan es yang semakin bereaksi hendak membunuhnya. Olaf membantunya keluar dari situasi buruk tersebut dan berlari menemui Kristoff.
Di tengah-tengah laut yang beku, dimana kapal-kapal para tamu dari Negara tetangga masih berlabuh dan juga ikutan beku. Hans berhasil menemui Elsa, Hans memaksa Elsa agar segera mengubah cuaca, Hans juga menyampaikan bahwa adiknya Anna telah mati membeku akibat kekuatannya. Di tempat yang sama juga, saat Kristoff hampir mendekati Anna untuk menciumnya, Anna malah berbalik arah untuk menyelamatkan kakaknya yang terduduk lemas mendengar kabar burung kematian Anna dari Hans, sedangkan Hans dari belakang Elsa telah bersiap-siap menghunuskan pedang ke arah Elsa, melihat hal itu, Anna yang didalam kepayahannya menahan jantung yang hampir beku, Anna mengorbankan dirinya untuk menghalau pedang Hans, detik itu juga, Anna berubah jadi patung Es, pedang Hans pecah karena beku dan tidak jadi menghunus Elsa.
Melihat patung Es adiknya yang malang, Elsa menangis memeluk Anna, keajaiban datang, patung es Anna mencair, kutukan terhadap Anna sirna. Terungkaplah jawaban bahwa cinta sejati Anna itu ya kakaknya bukan Kristoff yang baru ia temui dalam kurun waktu semalaman sedangkan Elsa adalah kakaknya yang telah hidup bertahun-tahun dengannya. Dan Elsa juga mendapatkan jawaban tentang bagaimana ia mengendalikan kekuatannya, ya dengan cinta. Cinta kepada rakyatnya, ia menjadikan kekuatan menciptakan es nya untuk membahagiakan rakyatnya, bukan dengan menakuti mereka. Intinya bagaimana agar kekuatan kita itu jadi manfaat buat banyak orang, begitulah cara mengendalikannya. ^_^
Pssst, bagaimana nasib Hans? Ya tahu sendirilah ya, yang jelas, ada kalimat keren dari Anna untuk Hans:
Prince Hans               : Anna? But she was froze your heart?
Princess Anna           :The only frozen heart around here is yours

JLEB! HEHEHEH, ayo buat hatinya yang lagi beku, maka lelehkanlah lembutkanlah dengan berzikir, banyak baca Qur’an, dan kurangi tertawa yang berlebihan. Dan buat yang lagi marah-marahan sama kakak atau adik perempuannya, film yang cukup feminim ini bisa jadi inspirasi atau pembelajaran buat kamu agar stop untuk marah-marahan, baikan dan kompakan lagi seperti dulu itu jauh jauuuh lebih baik. Kan seru tuh bisa makan coklat atau es krim bareng, nyalon bareng, beli baju bareng, dan seru-seruan bareng. ^_^

Film animasi ini cukup direkomendasi buat ditonton remaja dan dewasa. Tumben banget film sekelas Disney yang biasanya kalau ending itu diakhiri dengan kissing pangeran ke sang putri, tapi kali ini, rasa sayang dan pelukan dua saudara kandung yang menyelesaikan kutukan salju itu, kirain kissingnya Kristoff dan Anna, ternyata eh ternyata hehehe. Suka deh endingnya :-*. Kalau nonton versi 3D nya pasti berasa banget efek suasana dingin yang dimunculkan di film ini, sepanjang film disajikan gambar salju melulu, brrrr brrrr hehehe ^_^




Minggu, 02 September 2012

Mirror Mirror : Kisah Snow White yang Tak Biasa

-->
“Mirror mirror in the wall who’s the prettiest in the world?”, masih ingat dengan kalimat tersebut?. Ya, kalimat itu bukan mantra apalagi resep dokter :D. Saat masih ‘unyu unyu’ saya sudah beberapa kali nonton kisah tentang snow white entah itu versi Walt Disney ( yaeyalah secara WD lah perusahaan produksi film pertama yang memfilmkan kisah snow white),nah versi WD banyak lagi, ada yang kartun ada juga yang diperankan oleh manusia.

disneydreaming.com
Kali ini kisah klasik putri salju tampil ke layar bioskop dengan format yang berbeda. Tahun 2012 saja, ada dua film yang diadaptasi dari dongeng Snow White. Mirror Mirror (Maret, 2012) dan Snow White and The Huntsman (Juni, 2012). Tapi, saya hanya membahas Mirror Mirror, karena saya sudah nonton filmnya, dan saya ingin membagi pengalaman nonton saya dengan Anda.

Buat saya, tidak ada ide yang original, yang ada bagaimana kita meng-originalkan ide kita, maksudnya kita adalah manusia sang makhluk peniru ulung, ide boleh sama, tapi sudut pandang terhadap ide tentu beda. Inilah yang ada di Mirror Mirror walau diadaptasi dari dongeng klasik yang dikarang oleh Brothers Grimm ( Jacob Grimm dan Wilhelm Grimm) pada 1937 silam, tapi dikemas beda oleh sutradara Tarsem Singh.

Perbedaan Demi Perbedaan
Biasa kalau kisah-kisah dongeng putri dan pangeran itu klise banget ya kan?, ada putri yang punya ayah seorang Raja namun beribu tirikan Ratu yang jahat kemudian Raja wafat, negeri dalam keadaan carut marut kemudian putri dengan kebaikan hatinya menunggu keajaiban bahwa akan datang seorang pangeran yang akan menyelamatkannya putri dan negeri, kemudian pangeran melawan ratu jahat, ratu kalah dan putri dan pangeran pun menikah dengan iring-iringan kereta kuda putih dan tebaran bunga dimana-mana.
Hahaha

Stop…Stop
Jangan khayal cerita Mirror Mirror bakal seperti itu, semua serba terbalik. Ada beberapa adegan yang asli jauh banget dengan kisah-kisah dongeng putri dan pangeran yang pernah ada:
1.      Kurcaci dalan Snow White adalah kurcaci yang baik hati, tapi dalam Mirror Mirror, kurcacinya adalah kumpulan kurcaci perompak, jadi pekerjaan sehari-hari mereka jadi perompak.
2.      Untuk membalaskan dendam ke Ratu Jahat, Snow malah belajar ilmu bela diri pada para kurcaci dan Snow membalas kebaikan kurcaci dengan memasak makanan yang enak.
3.      Di Mirror Mirror yang menyelamatkan Putri bukan pangeran tapi terbalik, putrid yang menyelamatkan pangeran. Jadi ada adegan dimana Pangeran dikasih ramuan jatuh cinta sama Ratu Jahat, namun Ratu malah salah kasih ramuan yang dikasih malah ramuan cinta agar anjing peliharaan suka sama majikannya. Jadi, untuk menghilangkan pengaruh sihir itu, Snow harus mencium pangeran. Hahaha
4.      Terus pas adegan Ratu Jahat mengamuk, jadi ceritanya Snow dan pengeran lagi serta kurcaci lagi berdiskusi di dalam rumah kurcaci, tiba-tiba Ratu mengamuk di hutan karena pangeran yang dia suka malah lari dan bertemu Snow. Mengetahui hal itu Snow lalu keluar dengan belatinya dan mengunci pintu rumah kurcaci sambil berkata ‘Biar aku saja yang melawan Ratu’. Pangeran dan kurcaci pun bingung, aku pun bingung HAHAHA. Akhirnya pintu rumah didobrak gak tega dong ngeliat Snow berjuang sendiri, berkali-kali di dobrak tetap gak kebuka, eh belakangan baru salahsatu kurcaci ngaku bahwa ia pegang kunci. Gubrak! Jadi acara mendobrak tadi buat apa HAHAHA.
5.      Endingnya lebih mengejutkan lagi, biasanya cerita makan memakan apel kan diawal kisah tu, tapi kisah memakan apel dibuat sutradara di akhir film, tapi yang makan malah Ratu yang sudah tua mirip mak lampir karena kekuatan kecantikan abadinya telah hilang. Apel pun dimakan Ratu dan lenyaplah Ratu seketika. Kemudian entah darimana bergema suara kerincing mirip nada lagu India, eh mereka malah menari dan menyanyi ala India di Istana. Gubrak! Wajah aja sih secara sutradaranya dari India :D


Beberapa hal yang aku suka dari film Mirror Mirror:
1.      Kebiasaanku kalau nonton film gak terlepas dari menyimak gaya pakaian para pemainnya, dan salut buat sutradara Mirror Mirror yang berhasil menciptakan suasana klasik dan didukung dengan pemilihan kostum yang keren gila. Huwaaa…aku pengen banget pakai baju ala putri gitu yang roknya kembang karena dibentuk oleh rangkaian rotan mirip sangkar burung.

collider.com
toonaripost.com



2.      Settingnya itu loh, gelap tapi gak begitu memberikan kesan ‘gothic’.
3.      Pilihan para pemainnya, Lily Collins, matanya, alisnya, bentuk wajahnya yang klasik serta kulit putihnya yang kayak salju mendukung banget dah kalau dia jadi Snow White,coba aku? HAHAHA jadi pemeran labu aja dah syukur banget #PLAKK. Acting Julia Robert biasanya yang protagonist tapi difilm ini dia berhasil bermain antagonis, gak nyangka Julia bisa jahat juga ya :D
jotzoom.com


Mirror Mirror, high recommended banget buat ditonton :) Next, daku review film yang lain lagi yaaa ^_^

wired.com








Jumat, 02 Maret 2012

N5M: Maret yang Penuh Man Jadda wa Jada

 
            Sebentar ya, mengawali tulisan ini daku mau teriak dulu, ehm…ehm..tes…Seharusnyaaaaa yang jadi pemeran Sarah atau Nisa ituuuuuuuu AKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU…U…U…U…U #obsesi artis yang blm kesampaian hihihi.
            Jika kamu seorang zee reader sejati, tentu sudah baca tulisanku sebelumnya yang berjudul CASTING HAHAHA. Nah, kemaren premiere film N5M, langsung dah kebelet nonton, penasaran sama pemeran hasil open casting yang tempo hari. =D


            Sebelum nonton, pastikan jangan ada pemikiran bahwa film yang diadaptasi dari novel wajib semua adegan di novel numplek di film *jiaaahhh, mana bisaaa???, lo mau nonton novel apa baca film seehhh??? Heheheh*.
            Oke, Negeri 5 Menara The Movie, berkisah tentang seorang Alif Fikri (Gazza Zubizareta ) yang baru tamat Tsanawiyah diminta orangtuanya melanjutkan studi ke pesantren Pondok Madani yang ada di Ponorogo, Jawa Timur. Sebenarnya permintaan bersekolah ke pesantren adalah permintaan amaknya Alif. Amak merasa umat saat ini membutuhkan manusia yang berpendidikan umum sekaligus tak jua melupakan agamanya, begitulah kira-kira impian terbesar amak. Ayah Alif pun mendukungnya. Suatu subuh disela-sela Alif yang masih merajuk tentang keinginan sekolah di Bandungnya terancam gara-gara keinginan Amak yang ingin Alif ke Pesantren, Ayah mengajak Alif ke Pasar menjual kerbau. Di pasar, Alif terheran-heran melihat transaksi jual beli kerbau yang memasukkan tangan pembeli dan penjual ke dalam sarung. Lalu masuklah pesan filosofisnya…ini ni yang daku suka, selepas menjual kerbau, Alif dan Ayah berehat di tepi pantai, terjadilah dialog,
            ‘Manga ko ayah manjual kabau, jo apo ayah mambajak sawah beko?’  hahaha kurang lebih begitulah isi dari pertanyaan Alif ke Ayahnya. Kemudian Ayahnya menjawab bahwa, kerbau itu dijual untuk biaya sekolah Alif ke Jawa, lalu ayah mempertanyakan kembali ke Alif tentang penolakannya terhadap permintaan Amak,
            ‘Apo pernah amak maminta ka Alif sesuatu yang begitu diinginkannya ka Alif?, pernah?’, ditanya begitu Alif tergugu. Ayah melanjutkan, nah Nak, Hidup itu samo jo ayah manjual kabau tu, dijabat dan dijalani dahulu baru kita tahu. Intinya, apapun yang tak kita suka, namun menurut pandangan orang baik, apalagi orangtua kita, jalani saja dulu, jika tak jua, berbalik arahlah *ini sih makna yang aku dapat tangkap ya, dari kasus Alif*. Ditambah lagi, mungkin Alif takut dikutuk jadi anak durhaka, dan memilih untuk menjalani permintaan Amaknya. ^^
            Akhirnya, Alif pun pergi ke Pondok Madani mengendarai bus 3 hari 3 malam bersama ayahnya, singkat cerita Alif pun lulus, kemudian bertemu dengan teman-teman sekamar dan makin akrab setelah dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, mereka adalah Raja (Jiofani Andre Lubis) dari Medan, Said ( Ernestsan G Samudera)  dari Surabaya, Dulmajid (Baharis Adnanda Putra) dari Sumenep, Atang ( Rizki Ramdani) dari Bandung dan Baso (Billy Sandi) dari Gowa. Sampai disini…tonton sendiri yaaaa…gak seru kalo daku certain semuanya hihihihi.

Aku dan N5W The Movie
            Film yang diangkat dari novel-novel yang kata Sidik Nugroho dalam kritikannya di Kompas (Minggu, 26/02) menyebut sastra motivasi sedang melanda perbukuan Indonesia, dan bahkan menurutku sedang merambah ke dunia perfilman, beberapa novel sedang dipersiapkan untuk di filmkan seperti Novel 9 Summers 10 Autumns-nya Iwan Setyawan, dll.
            Negeri 5 Menara The Movie adalah film yang diangkat dari novel karya A. Fuadi berjudul Negeri 5 Menara, diproduksi oleh Kompas Gramedia, disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman, dengan susunan tim kerja syarat pengalaman, seperti Eros Eflin, Roy Rolang, serta Citra Subiyakto.Dibintangi oleh banyak pemain muda nan baru di ranah perfilman dan diambil dari beberapa open casting yang dilakukakn di beberapa kota besar di Indonesia salahsatunya di Medan, dan aku termasuk peserta open casting yang belum lulus hihihihi.
            Menonton N5M ini aku exciting banget, karena gerah dengan film Indonesia yang ntah hapa hapa kalau orang Medan bilang. Mulai dari awal film kita disuguhkan setting pemandangan Danau Maninjau dan Bukittinggi, wuaaahh, jadi pengen ke sumbar  T_T *padahal November lalu baru dari sana hehehe*, lalu dari segi dialog, mungkin sutradara dan seluruh awak pembuat film ini  belajar dari film Di Bawah Lindungan Ka’bah yang juga bersetting daerah Sumbar, namun tak sedikitpun memakai bahasa Padang. Penonton serasa di Padang betul saat mendengar dialog amak (Lulu Tobing), Ayah (David Chalik), serta Alif di awal film, asyik aja gitu dengarnya, tentu bagi penonton yang tidak mengerti, ada translatenya, jadi tenang aja, hehehe.
            Yup, sekarang kita menilik ke pemainnya, huwaaa…si Alif mah ganteng euy, pinter nih tim pencari bakatnya meng-huntingpemain utama,  *hush…dah tua, meliriknya yang brondong hihihi #tutup muka pake panic*, kalo aku pandang2, si Gazza mirip Daniel Radcliffe, pemeran Harry Potter. Cuma agak surprise dengan pemilihan tokoh Randai yang diperankan Sakurta Ginting, jauh dari kesan yang digambarkan di novel, tapi ya itu tadi novel ya novel, film ya film, ah tetep gak setuju aja =D. Kemudian pemain baru hasil dari open casting, okelah, apresiasi dengan tim open cast, pasti gak mudah mencari pemain baru dengan bakat alami, seperti bakat acting serta camera face *mungkin aku kurang camera face kali ya, #berkaca sambil membandingkan wajahku dengan kamera, hihihihi. Amak yang diperankan Lulu Tobing, wew, apa gak ada lagi artis yang asli minang? Tapi, apresiasi lagi buat Mbak Lulu yg sudah bekerja keras untuk menampilkan dialek Minang walau terkadang dialek bataknya sedikit kedengaran heheheh *wajarlah ya ^^
            Tentang adegan, seperti yang daku sampaikan di awal, gak semua adegan di novel di gambarkan di film, ada beberapa yang beda, seperti adegan Shahibul Menara minta izin keluar asrama, kalau di film alasannya mereka hendak membeli es untuk pementasan drama, sedangkan di novel, alasan mereka keluar bukan untuk itu, karena dah lama baca novelnya jadi rada lupa, yang jelas mereka keluar asrama bukan untuk membeli es, namun berpetualang karena ingin melihat suasana dunia luar asrama.
Adegan yang aku suka pas Ust. Salman (Doni Alamsyah) ujug2 masuk kelas sambil bawa pedang berkarat dan membawa batang kayu. Adegan ini jika dikaitkan dengan strategi mengajar di kelas, berhubung aku adalah berkuliah di jurusan pendidikan, beginilah seharusnya strategi mengajar yang tidak hanya ceramah dan CBSA catat buku sampai abis. Siapa murid yang gak terpelongoh, guru masuk kelas sambil bawa pedang berkarat dan sebatang kayu, hihihi. Adegan ini membuatku kembali ter’wow’, setelah Ust. Salman berhasil membuat batang kayu itu terbelah setelah beberapa kali dipacungkan ke kayu bersebab pedangnya berkarat, Ustadz pun berkeringatan dan ngos-ngosan dibuatnya. Lalu penonton segera terhipnotis dengan cakap ustadz, yang intinya, bukan yang paling tajam tapi yang paling sungguh-sungguh, MAN JADDA WA JADA *merinding aku woi di adegan ini, mau luruh air mata ini T_T*.
Pesan lain yang ingin disampaikan film ini selain MAN JADDA WA JADA adalah, kalo punya mimpi itu jangan nanggung-nanggung, tinggi sekalian, kalo bukan kita yang membela impian kita mati-matian, lalu siapa lagi? heuheuheu... 
Keknya para guru wajib nonton N5M deh, ada juga adegan Kiai Rais, saat Genset di asrama bermasalah, dan Atang dkk berniat protes ke Kiai, eh Kiai bukan ngasih solusi, malah meminta Atang mencarikan solusinya karena kalo orang protes tentu punya solusi, begitu kata Kiai Rais, namun dalam menemukan solusi, Kiai tetap membimbing santrinya tidak hanya melepas tanggungjawab begitu saja.
Trus, apalagi yah…wah…pokoknya nonton sendiri deh. Ya ya ya =). Humornya dapat, panorama Danau Maninjau, Bukit tinggi, serta Ponorogo Jawa Timur, keren. Lalu, salut buat sutradara yang berusaha menampilkan setting tahun 80-an, kesan jadulnya juga dapat, mantap dah ^^. Belum nonton, mah rugi banget euy, selepas nonton, jadi makin semangat mengejar mimpi dan nyelesein kuliah disela2 badai menerpa. Happy Watching yo, moviefreak!