Sabtu, 12 April 2014

Frozen : Saat Kekuatan Justru Jadi Kelemahanmu


Judul: Frozen
Sutradara: Chris Buck dan Jennifer Lee
Durasi: 102 Menit
Produksi : Walt Disney Animation Studio
Budget: $105 million
Liris :19 November 2013
Genre: Komedi, Musikal, Animasi
http://img1.wikia.nocookie.net/__cb20131002122858/disney/images/thumb/5/58/Frozen-movie-poster.jpg/250px-Frozen-movie-poster.jpg

Well, mumpung masih lekat diingatan dan baru nonton juga hehehe. Film ini direkomendasikan oleh muridku, kalau kata pepatah, guru suka nonton murid begitu pula *emang ada pepatah begitu?, ya daripada dianalogikan pakai kata ‘kencing’?
Diinspirasi dari dongeng karya Hans Christian Andersen yang berjudul Ratu Salju, film Frozen tercipta, dan dirilis November 2013. Cukup ketinggalan buat aku hahaha, tapi tak mengapa, daripada nonton The Raid #2 sungguh aku tak sanggup T_T dengan film berdarah-darah gitu.
Frozen adalah film animasi komedi fantasi musical, hadeh ribetkan yak menjabarkannya, tapi udah ngerti lah ya. Yup, film animasi, ada komedinya juga terus dikit-dikit nyanyi hehehe :D
Film ini diawali dengan adegan seorang bocah lelaki dan rusa kutub peliharaannya sedang membantu memecahkan es di danau yang beku, diperjalanan pulang, di sebuah hutan, bocah tersebut melihat kejadian aneh, deru derap langkah kuda yang tergesa dikendalikan oleh seorang raja ratu dan kedua putri kecil mereka ke sebuah tempat, tempat para trolls atau manusia batu hidup. Apa yang disaksikan bocah lelaki tersebut menjadi hal yang terlupakan bertahun-tahun kemudian.
Alkisah hiduplah raja ratu dari kerajaan Arendelle dan kedua putri kecil mereka,Elsa dan Anna. Putri Elsa seperti sebuah kutukan, sedari kecil telah memiliki kekuatan ajaib untuk menciptakan es dan salju. Suatu malam, disaat Putri Anna, adiknya bersikeras mengajak Elsa untuk bermain es, secara tidak sengaja, Elsa mencelakakan Anna, hingga Anna hampir tidak sadarkan diri. Seketika itu raja dan ratu membawa Elsa dan Anna ke pemukiman trolls, manusia batu yang bias menyembuhkan Anna dan memindahkan ingatan Anna atas kekuatan sihir yang dimiliki kakaknya, sejak itu pula lah, Raja dan Ratu memutuskan untuk mengisolasikan Elsa di kastil tepatnya di kamar Elsa agar Elsa bias belajar mengendalikan kekuatannya, takut kalau-kalau secara tak sengaja dan sadar ia mencelakakan adiknya lagi, terlebih lagi orang lain, jadi seluruh jendela dan pintu istana ditutup selama bertahun-tahun kemudian.
Tahun demi tahun berlalu, hingga Elsa dan Anna tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, tapi sayang, mereka hidup terpisahkan kamar. Anna melewati hari-hari tanpa kakaknya, setiap saat ia bernyanyi ‘Do you want to build a snowman?’ di depan pintu kamar kakaknya, berharap bisa membujuknya untuk bermain seperti waktu kecil dulu, tapi berhubung karena ingatan Anna akan kejadian Elsa yang hampir mencelakakannya ia tidak ingat, maka Anna menganggap bahwa Elsa adalah kakak yang tidak mau bertemu dan bermain dengan adiknya, Anna bersebab kekuatan ajaib yang tidak terkendali itu.
Menghadapi sulung perempuannya yang unik itu, kedua orangtua Elsa tidak berarti benar-benar mengisolasikan Elsa, ayahnya selalu mengajarkan cara mengendalikan kekuatan ajaib Elsa dengan kata-kata, bahwa kekuatan tersebut harus disembunyikan, jangan dirasakan, dan jangan biarkan orang lain tahu. Ayah Elsa mensiasatinya tangan Elsa dengan sarung tangan.
Sampai disini dakuw mikir, bukannya sarung tangan kan juga disentuh sama Elsa, kenapa gak beku yak? Hehehe :D
Kesedihan semakin menjadi saat kedua orangtua mereka meninggal di laut karena badai.
Sepeninggal kedua orangtua mereka, tibalah umur Elsa untuk dinobatkan menjadi ratu, penerus raja, ayahnya yang meninggal. Anna begitu gembira menyambut hari penobatan tersebut, saking girangnya, dia menjelajahi seluruh kota sambil bernyanyi For the First Time in Forever, hingga bertemu dengan Pangeran Hans dari Selatan dan Anna pun terpesona. Berbeda dengan Anna yang riang gembira, justru Elsa menyambut hari itu dengan penuh kegalauan, bayangin aja, apapun yang ia sentuh bisa berubah jadi es, apalagi pada saat penobatan ia harus memegang tongkat dan cawan suci. Meskipun begitu, prosesi penobatan pun berjalan lancar, ya sempat berubah jadi es juga tu tongkat dan cawan suci tapi buru-buru Elsa meletakkan kembali.
Acara perayaan penobatan Ratu Arandelle yang baru pun digelar. Anna masih seronok dan terpesona dengan Pangeran Hans. Nah, disini nyanyi lagi kita, judul lagunya Love is an open door. Harap maklum aja dengan tingkah Anna, seumur-umur gak pernah bertemu pria cakep, pas ketemu Hans, ia langsung aja yakin dengan mitos Love at the first sight, dan bahkan Hans memutuskan untuk menikahi Anna. Mendengar berita keinginan adiknya untuk menikah malam itu juga, Elsa kaget. Awalnya ia berusaha tenang menghadapi sikap adiknya. ‘Kamu tahu apa soal cinta kak?, bahkan kau saja sering membantingkan pintu untukku’, Woopp mendengar itu Elsa, ngamuk, kekuatannya bekerja, bangsawan dari Weselton yang mencari keuntungan dari wilayah Arandelle memanfaatkan momen ini untuk mencari kelemahan kerajaan Arandelle, muncullah pernyataan, bahwa Ratu Elsa adalah monster.
Menghindari kekuatannya yang lebih besar, lebih dikarenakan panic juga, Elsa memilih kabur sejauhnya dari Arandelle. Nun tinggi di atas pegunungan salju di Utara sana, Elsa menyendiri, disini kita nyanyi (lagi) saudara-saudara, Let it Go, dinyanyikan oleh Demi Lovato, keren mah suaranya, lirik lagu ini juga Jleb banget, mewakili perasaan Elsa yang ingin bebas, bebas dari kutukan, bebas menggunakan kekuatan itu, bebas dari perasaan takut mencelakakan adiknya gegara kekuatan yang tak pernah ia harapkan. Di atas pegunungan ini, Elsa menciptakan istana es versi dirinya, pas adegan ini, daku paling suka saat ia merubah kostumnya, *_* mirip Sailormoon saat melakukan adegan ‘Berubah!’, ditambah lagi desain kostum Ratu Salju-nya yang mewah *_* jubah transparannya itu looh, maniisss, belahan betisnya apalagi wew, Sekseeeeh hehehe. #dasar_khayalan_gadis :p
Didera rasa bersalah, Anna pun meminta Hans menjaga kerajaan sedang Anna berusaha mencari kakaknya. Ditengah-tengah pencarian Elsa, Anna dipertemukan dengan Kristoff si manusia gunung dan rusa kutub kesayangannya, Sven. Merekalah yang menuntun Anna untuk ke Gunung Utara tempat dimana Elsa membangun kerajaan es-nya, diperjalanan bertambah lagi teman mereka, Olaf. Olaf adalah manusia salju buatan mereka waktu kecil, dan kini saat kekuatan Elsa makin menjadi, Olaf pun turut hidup. Nah, diadegan ini, pas ditanya Olaf ‘Apa tujuan kalian mencari Elsa?’, ‘Kami ingin Elsa menciptakan suasana menghangat kembali, alias musim semi seperti Arandelle sediakala’. Mendengar kata ‘Summer Breeze’, si Olaf manusia salju yang aneh, (aneh lah, masak manusia salju mengharapkan musim semi?,bukannya musim tersebut justru malah melelehkan dirinya?) hahaha, disini Olaf malah nyanyi, lucu lah ekspresi Olaf pas nyanyi, jadi keinget ulah minion di Despicable Me #2.
Akhirnya, Anna menemukan istana es kakaknya. Elsa kaget, namun Elsa tidak ingin kembali ke Arandelle. Anna tetap membujuk kakaknya. Elsa menjadi gelisah, dalam kegelisahannya itu, Elsa melakukan serangan kembali untuk mengusir adiknya, dan kena lah jantung Anna, Anna melemah. Celakannya lagi, Elsa juga menciptakan monster salju untuk mengusir, Anna, Kristoff, Olaf dan Svan.
Semakin lama Anna semakin melemah, rambutnya mendadak memutih. Kristoff pun mengajak Anna untuk menemui para trolls, ia pun menceritakan kejadian masa kecilnya saat melihat raja dan ratu mendatangi pemukiman trolls untuk menyembuhkan Anna. Namun, kali ini, trolls tidak mampu menyembuhkan kutukan tersebut, hanya cinta sejati yang dapat menyembuhkan Anna. Yup, seperti kebanyakan film-film Walt Disney, selalu mengedepan cinta sejati. #Tsaahh.  Mendengarkan saran troll itu, segera Kristoff membawa Anna kepada Hans yang berada di Kerajaan Arandelle.
Di Arandelle, saat mengetahui kuda Hans kembali tanpa ada Anna di atas kudanya, Hans memutuskan untuk mencari Anna di Gunung Utara. Sesampainya disana, Hans berhadapan dengan monster salju, Monster Salju kalah, Hans juga berhasil melumpuhkan Elsa. Elsa dipenjara, tangannya dirantai di penjara Kerajaan Arandelle. Saat Elsa sadar, Hans kembali meminta Elsa untuk membuat cuaca cerah kembali. Tapi, Elsa gak tahu bagaimana caranya, sampai semakin lama, kekuatan Elsa terus bertambah.
Sementara itu, Anna semakin melemah, Kristoff berhasil membawanya ke pelukan Hans, namun tak dinyana, Anna yang mengira Hans adalah cinta sejatinya, berharap dapat ciuman agar kutukan kekuatan kakaknya pada dirinya hilang, malah sebaliknya, Hans membiarkan Anna mati membeku pelan-pelan. Hans selama ini mengatur siasat agar kekuasaan kerajaan Arandelle,pindah ke tangannya dengan cara membuat Anna jatuh cinta dan menikah.
Di luar sana, efek kekuatan Elsa malah menjadi badai salju yang dahsyat. Kristoff dan Sven yang berjalan lesu  menuju jalan pulang, akhirnya terpaksa berbalik karena khawatir dengan Anna, Kristoff diam-diam mencintai Anna.
Di ruang perapian, tempat Anna disekap oleh Hans, datanglah Olaf untuk menyelamatkan Anna, dengan bantuan Olaf, perapian dinyalakan, Anna bisa hangat kembali, di adegan ini ada satu kalimat yang mempesonaku, ‘Pergilah Olaf, aku tidak apa-apa’, ‘tidak, aku mau menunggu cinta sejatimu disini’, ‘Tidak Olaf, nanti kau meleleh’, ‘Bukannya setiap orang akan meleleh?’ Ow ow so sweet, ngertikan maksud meleleh disini? Terharu, terpukau, begitu lah kira-kira :D
Dengan kekuatannya Elsa bisa melarikan diri dari penjara, Anna hampir terperangkap akibat kutukan es yang semakin bereaksi hendak membunuhnya. Olaf membantunya keluar dari situasi buruk tersebut dan berlari menemui Kristoff.
Di tengah-tengah laut yang beku, dimana kapal-kapal para tamu dari Negara tetangga masih berlabuh dan juga ikutan beku. Hans berhasil menemui Elsa, Hans memaksa Elsa agar segera mengubah cuaca, Hans juga menyampaikan bahwa adiknya Anna telah mati membeku akibat kekuatannya. Di tempat yang sama juga, saat Kristoff hampir mendekati Anna untuk menciumnya, Anna malah berbalik arah untuk menyelamatkan kakaknya yang terduduk lemas mendengar kabar burung kematian Anna dari Hans, sedangkan Hans dari belakang Elsa telah bersiap-siap menghunuskan pedang ke arah Elsa, melihat hal itu, Anna yang didalam kepayahannya menahan jantung yang hampir beku, Anna mengorbankan dirinya untuk menghalau pedang Hans, detik itu juga, Anna berubah jadi patung Es, pedang Hans pecah karena beku dan tidak jadi menghunus Elsa.
Melihat patung Es adiknya yang malang, Elsa menangis memeluk Anna, keajaiban datang, patung es Anna mencair, kutukan terhadap Anna sirna. Terungkaplah jawaban bahwa cinta sejati Anna itu ya kakaknya bukan Kristoff yang baru ia temui dalam kurun waktu semalaman sedangkan Elsa adalah kakaknya yang telah hidup bertahun-tahun dengannya. Dan Elsa juga mendapatkan jawaban tentang bagaimana ia mengendalikan kekuatannya, ya dengan cinta. Cinta kepada rakyatnya, ia menjadikan kekuatan menciptakan es nya untuk membahagiakan rakyatnya, bukan dengan menakuti mereka. Intinya bagaimana agar kekuatan kita itu jadi manfaat buat banyak orang, begitulah cara mengendalikannya. ^_^
Pssst, bagaimana nasib Hans? Ya tahu sendirilah ya, yang jelas, ada kalimat keren dari Anna untuk Hans:
Prince Hans               : Anna? But she was froze your heart?
Princess Anna           :The only frozen heart around here is yours

JLEB! HEHEHEH, ayo buat hatinya yang lagi beku, maka lelehkanlah lembutkanlah dengan berzikir, banyak baca Qur’an, dan kurangi tertawa yang berlebihan. Dan buat yang lagi marah-marahan sama kakak atau adik perempuannya, film yang cukup feminim ini bisa jadi inspirasi atau pembelajaran buat kamu agar stop untuk marah-marahan, baikan dan kompakan lagi seperti dulu itu jauh jauuuh lebih baik. Kan seru tuh bisa makan coklat atau es krim bareng, nyalon bareng, beli baju bareng, dan seru-seruan bareng. ^_^

Film animasi ini cukup direkomendasi buat ditonton remaja dan dewasa. Tumben banget film sekelas Disney yang biasanya kalau ending itu diakhiri dengan kissing pangeran ke sang putri, tapi kali ini, rasa sayang dan pelukan dua saudara kandung yang menyelesaikan kutukan salju itu, kirain kissingnya Kristoff dan Anna, ternyata eh ternyata hehehe. Suka deh endingnya :-*. Kalau nonton versi 3D nya pasti berasa banget efek suasana dingin yang dimunculkan di film ini, sepanjang film disajikan gambar salju melulu, brrrr brrrr hehehe ^_^




Senin, 17 Februari 2014

Workshop Qbaca: Menggagas 1001 Cerita Nusantara

doc.pribadi

Wew, workshop perdana di tahun 2014 yang kuikuti adalah workshop Qbaca: Menggagas 1001 Cerita Nusantara (18/2) . Dan menjadi suatu kehormatan, Medan menjadi kota pertama, roadshow tim Workshop Qbaca. Seperti apa? Sila dibaca ^_^
Adapun pemateri pertama dibawakan oleh Mas Bambang Trim, as we knew, Mas BT ini menjuluki dirinya sebagai Tukang Buku Keliling yang telah menulis lebih dari 150 judul buku, bangganya lagi, ia adalah anak Medan euy, asli Tebing Tinggi. Anak Medan memang T-O-P :D dan sekarang Mas BT aktif sebagai ketua kompartemen Diklat-Litbang-Informasi IKAPI, dan program Menggagas 1001 Cerita Nusantara bekerjasama dengan Qbaca diamanahkan ke Mas BT.

Workshop dibuka dengan pembahasan tentang konten, agak mengintip ke Wikipedia dulu :D , konten (content, in English)  adalah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik.
Nah, Mas BT, cukup memukau saat menyampaikan bahwa buku yang paling laku di Amerika Serikat adalah buku tentang teknik menggendong bayi, yang penulisnya terinspirasi saat melihat masyarakat Bali menggendong Bayi, #hallooo? See?
Hari ini orang yang paling hebat adalah orang yang menguasai konten, dan Indonesia dalam slide-nya, Mas BT sampaikan bahwa , dengan 17.508 pulau di dalamnya dan 746 bahasa yang digunakan masyarakatnya, itu semua bisa menjadi surga berkembangnya konten-konten berbasis Nusantara. Hal inilah yang mendasari semangat program Menggagas 1001 Cerita Nusantara, tepatnya untuk menyelamatkan konten-konten tersebut dan mengabadikannya dalam bentuk tulisan sehingga bisa diwariskan kepada anak cucu bangsa Indonesia, kelak.
Masih tentang konten, jauh hari sekali, tepatnya 1996, Bill Gates ber-statement begini: Content is King. Delapan tahun kemudian, 2014 ini, kita bisa melihat hasil dari pernyataan orang terkaya di dunia tersebut. Ya sekarang disebut Big Data Era.

Konten yang berupa data dan informasi itu menjadi raja karena hampir setiap hari diakses jutaan orang, dan kebayang gak, kalau data itu berupa benda yang visible, setiap detiknya ia berseliweran di sekeliling kita.

Bila sudah seperti itu, kenapa tidak konten tentang Indonesia kita kumpulkan dan rapih kan sehingga berpeluang besar untuk disebarluaskan secara besar-besaran ke seluruh dunia.

Meski, risikonya adalah di luarnegeri, kata Mas BT, sudah ada text book yang khusus membahas Indonesia, di satu sisi, bangga dong, Negara kita dipelajari oleh orang asing, di sisi lain, adalah siap-siaplah kita dijajah lagi secara konten atau pemanfaatan sumber daya alam bila tak tahu atau sanggup mengolah sumber daya alam sendiri. Ya Allah, jangan sampe T_T ntar anak cucu gue gimana? :O

Setelah mengetahui kenyataan tentang konten, semoga membuka pikiran kita semua untuk lebih melek informasi/konten, dan jangan mau menjadi PKI , Pemuda Kurang Informasi. Hehe
Fenomena Buku di Indonesia
Pembahasan selanjutnya tentang Fenomena Buku di Indonesia. Pada sesi ini tak kalah mencengangkan lagi. Berhubung karena TB Gramedia adalah toko buku terbesar di Indonesia, jadi standar jumlah buku yang diproduksi di Indonesia tiap bulannya berkiblat ke TB Gramedia. Tahun 2011, tercatat 2300 buku yang masuk ke TB Gramedia per bulannya, catat ya PERBULAN. Estimasinya adalah, tahun 2013 ada 30.000 judul buku yang diproduksi di Indonesia. Wow! Ini adalah kabar menggembirakan buat kita semua, namun belum sepenuhnya, karena menurut saya kegembiraan ini belum didukung total oleh kesadaran masyarakat untuk membeli buku asli. Masih bermentalkan gratisan atau fotokopi T_T Semoga kita segera sadar dan berbenah.
Data buku di Indonesia tersebut menjadi data tersendiri oleh IKAPI untuk mendata penerbit dari 30.000 buku yang diterbitkan, dan ternyata dari 1.126 penerbit yang terdata di IKAPI, sekitar 1.004 penerbit yang terdata berasal dari pulau Jawa ;O, sisanya tersebar di Indonesia dengan pembagian yang cukup mengiris hati. Yah, agaknya ini menjadi PR buat kita semua, agar lebih bisa bersinergi lagi, dan penerbit yang belum terdaftar segera mendaftarkan diri ke IKAPI. Oh ya, adapun dari 30.000 buku tersebut, hampir 60% adalah buku teks, selebihnya buku umum. Lagi-lagi ini tantangan para penulis Indonesia. Mari kita galakkan program Menggagas 1001 Cerita Nusantara.
Ngobrolin soal buku, kadang memang gak ada matinye :D tapi pernah gak terpikirkan, apa standar yang membuat buku itu disebut buku. Dan UNESCO pun membuat standarisasinya, meski tetap dilakukan penyesuaian penyesuaian.
Yang disebut buku, syaratnya:
1.       Bukan terbitan berkala
2.      Lebih dari 49 halaman
3.      Memiliki kover yang tebal
4.      Diterbitkan suatu Negara dan tersedia untuk public
5.      Dicetak min. 50 eks
Pertanyaannya, gimana dengan buku anak? Keblenger juga anak dikasi buku yang tebalnya 49 halaman :D , maka, penyesuaian itu penting, pengecualian untuk buku anak, begitu paparan Mas BT.
Lanjuuutt
Mulai Menulis
Lalu, kita ni udah sadar akan pentingnya konten, nasib buku di Indonesia, so? What next?
Ya mulai Menulis dong, ^_^. Ayo, tunjukkan bahwa kita bisa berkontribusi dalam program 1001 Cerita Nusantara ini. FYI, adapun naskah 1001 Cerita Nusantara ini nantinya dibuat dalam bentuk e-book. (penjelasannya terpisah ya, panjang buanget kalau dibahas juga disini hehehe)
Adapun jenis naskah yang diterima tim Penggagas 1001 Cerita Nusantara adalah bisa: fiksi, non fiksi dan faksi
Misal: konten yang Anda angkat adalah tentang tanaman, pernah kah kita terpikir untuk menyusun buku dengan judul 50 tanaman yang mengubah dunia?, itukan sekaliber dunia, kita bisa mempersempitnya dengan 50 tanaman yang mengubah Indonesia, lebih spesifik lagi, di Sumatera Utara.
Itu contoh, dan kontennya Indonesia banget kan yang kaya akan alamnya. Anda bisa juga menelurkan ide, tak perlu jauh-jauh, apa yang sangat dekat dengan Anda, tentu masih berbasis Nusantara ya.
Bila Anda sudah mulai menulis, karena naskah akan diterbitkan dalam bentuk e-book, maka jumlah halaman yang diminta min. 24 halaman. Naskah ditunggu sampai April 2014. Info lanjut bisa menghubungi Mas BT di bambangtrim72@gmail.com. Naskah untuk sementara waktu dikirim ke email tersebut. InsyaAllah ide Anda aman pada orang yang tepat.
Oh ya, hindari plagiat yah ^_^
Goes to Frankfrut Book Fair 2015
Yuhuuu, tahu tidak, goal dari program ini juga adalah untuk menyukseskan Indonesia yang dapat kesempatan menjadi tamu dalam Frankfrut Book Fair 2015, sebuah event terbesar di dunia yang konsen dalam dunia baca tulis, dengan lokasi event seukuran tiga kali lapangan bola, Negara yang diundang panitia mendapat kesempatan untuk memamerkan buku-buku dari penulis dan penerbit di negaranya, even ini juga kesempatan besar untuk menasionalkan nama penulis dari tiap Negara. Kerenkan? *_*
Nah, tahun 2015, Indonesia mendapat jatah space sekitar 250 meter persegi, luasnyaa, :O melihat kondisi perbukuan kita, malu dong bila space tersebut kebanyakan kosong melompong, untuk itulah program ini hadir, dan kabarnya pemerintah memfasilitasi untuk menerbitkan buku yang diseleksi dari 1001 Cerita Nusantara ini, tunggu apalagi?
Program ini berlaku untuk siapa saja, penulis terkenal atau belum terkenal sekalipun asal punya niat dan misi yang sama. Mengangkat konten berbasis Nusantara.
Adapun buku yang sudah terpilih untuk dipamerkan di FBF 2015, buku roman karya sastrawan lama, seperti Siti Nurbaya-Marah Rusli, Debu Tjampur Debu-Chairil Anwar, Layar Terkembang-ST. Takdir Alisjahbana. Bumi Manusia-Pramoedya Ananta Toer, Sepasang Pedang Iblis-Asmaraman, dan karya sastrawan masa kini lainnya.
Yuk, menjadi bagian sejarah dengan mengabadikan dalam tulisan 1001 Cerita Nusantara.
Ruang Nada Sela, Kantor Telkom Medan, 18 Februari 2014

Jumat, 07 Februari 2014

Surat Untuk Stiletto Book

--> 
Sudut kamar, 7 Februari 2014
Dear Stiletto yang smart n sexy badai,

sumber gambar: baneofyourresistance.com

Ah menulis surat in the middle of deadline itu seperti Cinta mengejar Rangga di Bandara, harus segera disampaikan bila tidak nanti rasa ini bisa menjadi daftar rasa dalam mie instan. :D 

sumber gambar: facebook.com

Hai, Stilo kaget ya dapat surat dari aku? Dalam hati Stilo #kamu siapa? :O Hehe baiklah, perkenalkan namaku Nurul Fauziah, aku pecinta kegiatan membaca dan menulis. Aku pernah bercita-cita menjadi pegawai di salahsatu toko buku terbesar di Indonesia. Ya, itu cerita singkat tentang diriku.

Sebenarnya sudah lama aku mengenal tentang dirimu, sejak kemunculan pertamamu diwarnai dengan even-even  kepenulisan bertajuk A Cup of Tea, beberapa tema yang diangkat sempat aku ikuti, yang paling aku ingat itu even A Cup of Tea Menggapai Mimpi, tapi belum beruntung hehe. Mungkin pengalamanku akan Menggapai Mimpi menurutmu belum cetar membahana, maka dari itu naskahku tidak lolos, tapi aku yakin, meski belum baca dan memiliki buku tersebut T_T, naskah yang terbit adalah yang the best ever. Sejak saat itu, bersebab kesibukanku, aku jadi jarang ikut even kepenulisanmu, atau bisa jadi juga karena gak dapat informasinya, atau karena aku yang gak update tentang kamu yah di socmed? Ah, biarlah pertanyaan ini menemukan jawabannya sendiri seperti dengan sendirinya aku menemukanmu, #cieeee 
 
Nah, sekarang gak terasa dirimu sudah memasuki tahun ketiga meramaikan dunia penerbitan Indonesia, Selamat ya Stiletto #emmuuah hehe. Ibarat bayi yang berusia tiga tahun, kamu lagi ceria-ceria nya, kemudian lagi berbahagia merayakan lancarnya kamu dalam menegakkan kaki untuk berjalan bahkan berlari ^_^

Well, Awal mendengar namamu, Stiletto, aku gak ngeh sama sekali sampai akhirnya aku menonton sebuah iklan yang aku sekilas mendengar kata Stiletto, dan aku baru tahu kalau Stiletto itu sepatu hak tinggi T_T. Betapa cupu-nya aku. Haha. Pantas saja, logo kamu bergambar sepatu tersebut. Hadeh, kemana saja aku? Pemilihan brand kamu unik, Stilo apalagi sesuai banget dengan filosofis yang dibangun dari keberadaan sepatu tersebut.

Dalam website-mu *aku nyontek dulu nih hihihi*, kamu ada karena salahsatunya terinspirasi dari kalimat,

Strong women wear their pain like stilettos, no matter how much it hurts, all you see is the beauty of it.

Dalem banget dah ungkapan tersebut, JLEB abis @_@, arti menurut versiku adalah, wanita kuat itu membalut luka mereka ibarat memakai sepatu stiletto, betapapun lukanya, sakitnya, semua yang dilihat adalah kecantikannya saat memakai sepatu itu, gak ada itu meringis kesakitan.

Dan itulah ceritaku saat masa-masa pertama aku mengenalmu, setelah itu perkenalanku padamu berlanjut kepada like fanpage mu di facebook, hunting buku-bukumu, tapi jujur untuk mengoleksi bukumu aku bisa dibilang bukan seorang yang Rockie Reader atau  Loyal Reader apalagi hehe, yang A Cup of Tea Menggapai Mimpi saja belum sempat aku koleksi T_T, tapi kemarin aku bela-belain meng-hunting novel Seribu Kerinduan Mbak Herlina P Dewi yang ternyata ia seorang Pemimpin Redaksi kamu, WOW :O,Dan satu-satunya alasan aku membeli novel yang membahana itu adalah sinopsisnya yang gak jauh beda dari kisah yang aku alami baru-baru ini #huwaaaa, tisu mana tisu? T_T

 Dan, here I am,
Aku dan kisah Renata
 
sumber: dokumen pribadi
Meski belum membaca secara keseluruhan, buku terbitan kamu yang perdana aku koleksi ini, udah oke banget, tema dan isi cerita tak usah diragukan, apalagi yang nulis adalah Sang Pemred kamu, Stilo ^_^ , namun memang menurutku, mesti cover bukanlah segalanya, tapi terkadang coveradalah segala-galanya, desain cover sebenarnya udah dapet, tapi kualitas kertas covernya Stilo, kurang kokoh menurutku, sehingga mempengaruhi ke’bening’an desain yang ditampilkan, kalau pun tema cover sendu galau tralalala tapi didukung kualitas kertas cover yang bagus, pasti bisa lebih kece lagi. Untuk font mungkin bisa lebih gede lagi, Stilo, yang ramah mata gitu,  Oh ya, Stilo, satu lagi ini, pemilihan desain layoutuntuk ruang quote di setiap lembarnya penting banget, biar mata ini lebih dimanjakan lagi olehnya sehingga berat untuk tidak menuntaskan bacaan dari buku terbitan kamu. Tsaaahh. Semoga membantu ya Stilo, maaf ya kalau aku bawel >.<

Sekali lagi, Stiletto Book, happy anniversary yaaa, peluk dan cium dari jauh, semoga makin berjaya dan menginspirasi perempuan Indonesia, dan kita, perempuan yang membaca buku terbitan kamu bisa lebih seksi dalam kecerdasan, lebih percaya diri dengan kemampuan, dan tampil lebih cantik dengan pengetahuan, seperti yang kamu visikan dalam hidup kamu Stiletto. \(^0^)/

http://stilettobook.com/

From your big fans,
Nurul Fauziah
nufazee@gmail.com

#Tulisan ini diikutsertakan dalam Writing Contest: Surat untuk Stiletto Book, DL: 7 Februari 2014 pukul 23.59