Tampilkan postingan dengan label Zee Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zee Curhat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2015

Master Chef Indonesia Session 4 dan Ayam Goreng Jahe

Master Chef Indonesia sebuah ajang pencarian chef handal yang diadopsi dari program yang sama asalnya dari Inggris sana dan bekerjasama dengan RCTI. Sebenarnya saya gak terlalu mengikuti program ini, hanya saja Sabtu, 6 Mei 2015, pas lagi nonton TV dan kejebak nonton, sembari nonton Indonesia Open juga hihi.


Kebayang dong tantangannya berkali lipat, lihat aja jurinya, paling gak peserta harus hati hati sekali memikirkan apa yang hendak dimasak, sekalinya membuat masakan khas Italia, namun gagal di lidah Sir Matteo, habislah dicaci maki. Di episode perdana MCI #4 itu saja, udah banyak peserta yang kena semprot Sir Matteo, hiiii, kritikannya buat JLEB dan ‘sakitnya tuh disini, Sir’. Kalau Chef Arnold, kritikannya masih wajarlah penggunaan kata yang dipakai, tapi kalau Sir Matteo, ‘Ini masakah dari Neraka’, aih. Kalau aku digituin, dah lah gulung gulungkan aja adek Bang ke adonan spageti itu.

Ingin rasanya bisik di telinga Sir Matteo dan Chef Arnold, kata Rasulullah, kalau kita gak suka dengan makanannya, sebaiknya kita diam, dan itu sunnah. Hehe.



Namun, diantara sekian banyak drama yang terjadi di tayangan perdana MCI #4 lalu, satu hal yang jadi perhatianku. Sebelumnya, inti dari ajang ini sebenarnya sederhana, peserta diminta membuat masakan yang sederhana pun jadi tapi walau sederhana buatlah enak dan pas final touch sajikan dengan mewah. That’s The Point. Masalahnya, di tantangan kedua, perkara mencabut bulu ayam okelah, namun ketika proses memasak ayam yang bisa dibilang waktu dah mepet banget, karena waktu membersihkan bulu ayam digabung dengan waktu mengolah ayamnya menjadi masakan lezat, disitulah tantangannya.

Jadi, ada satu peserta yang buat masakan olahan ayam yang super duper guampang banget,apalagi kalau bukan Ayam Goreng, ya Ayam Goreng pemirsah, namun judulnya Ayam Goreng Jahe. Dan tahu apa yang terjadi pas proses penjurian, Chef Arnolf membelah sepotong paha ayam itu daaaann dilihat masih berdarah, merah kehitaman dari tekstur daging ayam yang belum masak itu kelihatan pemirsa. Wuidih, aku aja ngeliatnya, sama geramnya dengan ekspresi Chef Arnold, fatal sekali itu. How come, girl?

Aku lupa nama peserta yang melakukan kesalahan fatal itu, tapi yang jelas dia sebelum masuk MCI mestilah berguru padaku dulu soal masak memasak ayam goreng #Plak *ditabok pake ayam goreng*

Adapun masak ayam goreng yang lezat itu adalah direbus dulu dengan bumbu atau istilahnya diungkep, jadi pas digoreng, gak perlu minyak goreng banyak atau digoreng sebentar pun gak masalah, karena udah matang pas diungkep.



Resep Andalan Ayam Goreng Andalan The Nufa’s Family:

Bahan:
1 Kg daging ayam, potong 10, sesuai selera

Bumbu ungkep:
5 siung bawang putih
Jahe segede ibu jari
1 sdm Ketumbar
Garam secukupnya

Semua bumbu haluskan, masukkan ke dalam ayam yang sudah bersih, aduk sampai bumbu tercampur merata, tuangkan sedikit saja air. Kemudian ungkep/rebus sampai air rebusan ayam menyusut.

Kemudian ayam siap digoreng. Hmm, harum dan lezat. Sisa rebusan ungkepan ayam bahkan bisa buat bumbu tempe goreng , tahu goreng, atau brokoli goreng tepung. Keluargaku doyan banget makannya.

Selamat Menonton MCI dan mencoba resep ayam goreng ala The Nufa’s Family.

Senin, 08 Juni 2015

To Be or Not To Be



…Begitu muda kita menempelkan suatu profesi hanya karena melakukan satu-dua pekerjaan saja. Menyebut diri blogger hanya karena punya blog (padahal tidak update juga), satu dua kali menulis menyebut diri penulis, sesekali bepergian melabeli diri traveler, bikin satu-dua kali koleksi busana sudah menjadi desainer dan seterusnya. Mungkin ini urusan pribadi, namun di ranah professional hal ini sulit dibenarkan. Penghargaan terhadap mereka yang betul betul berprofesi itu menjadi terabaikan. Apalagi ketika kalah ‘pamor’ dengan para wannabe ini yang populer di ranah maya. Selalu ada proses yang dilewati untuk boleh memakai label profesi tertentu, kalau mau pekerjaan itu disandang dalam jangka waktu lama, Tidak hanya musiman atau ikut ikut terus.

Petty S Fatimah-Pemimpin Redaksi Majalah Femina

Sumber Foto dari Fesbuk Mba Ani Berta


Awal baca pernyataan tersebut sempat menggelegak juga kepala saya haha, pernyataan yang sama pernah saya dapat dari diskusi dengan kawan kawan penulis, bahwa belum disebut penulis kalau belum menerbitkan buku, heuheu. Mendengarkan hal itu saya langsung menciut ciut dan ciut.

Sementara salahsatu guru kepenulisan saya Bang Ali Murthado, redaktur Harian Analisa pernah bilang, bahwa kalau kita sudah pernah menulis, ya kita penulis, bagi saya gak ada penulis pemula apalagi manula hehe, begitu kata Bang Ali.

Kontradiktif memang, namun namanya hidup, gak bisa semuanya harus ideal sesuai ingin kita.

Sebenarnya ada dua sikap untuk merespon pernyataan Bu Petty diatas

Motivasi yang Makjleb. Bu Petty gak salah tapi gak juga benar, bagi yang mental tahan banting, pernyataan Bu Petty di atas merupakan cambukan banget. Iya yah, aku blogger, tapi blog gak up date, iya yah aku ngaku penulis tapi gak berkarya, dan iya yah lainnya, ya sebelas dua belas dengan, iya yah, ngakunya muslimah, tapi gak berjilbab, hehey.

Motivasi yang buat down, bagi yang baru mulai nge blog atau menulis, pasti pernyataan Bu Petty ini mematikan, sangat mematikan semangat kita kita yang baru memulai dunia nge blog, dunia tulis menulis, dan dunia yang katanya ‘profesi’, tapi benar juga dalam komen Bang Aswi- Blogger Bandung di fesbuk Mbak Ani Berta, blogger yang memposting pernyataan Bu Petty pertama kali, bahwa sebuah profesi dikatakan profesi apabila dalam pengakuan profesinya kita diminta sumpah untuk itu, seperti profesi dokter, pengacara, dll, nah penulis dan blogger, profesi gak yah hehe, buka kamus lagi yuk.

Jadi, sebenarnya sah sah aja sih pernyataan Bu Petty, yang penting diri kita nih, kalau kita memang passion dengan sesuatu, pasti akan diseriusin, love what you do, do what you love, sederhana bukan?

Cuma memang, saya akan mengeluarkan pernyataan yang sama seperti Bu Petty kepada kawan kawan yang memang sudah lama bergelut di dunia blogger dan kepenulisan, terlebih diri saya sendiri, biar jadi penyulut api semangat lagi untuk nge blog dan menulis.

Dan saya hindarkan sekali mengutarakan pernyataan tersebut kepada newbie dan lihat jiwa dan bahasa tubuhnya, kalau kira kira dia golongan darah B haha, kenapa jadi lari ke golongan darah, ya lihat audiens nya maksud saya, gak mau jadi pematah semangat orang, karena saya tahu rasanya semangat saya dipatahkan orang lain.

Makanya sesekali kita perlu orang orang yang mendukung kita, dan kadang kita perlu orang yang mengkritisi kita, semua itu pasti baik untuk kita, biar kita jangan terlena dengan zona nyaman, tapi ayo cari yang lebih menantang, mestilah naik level, belajar belajar dan belajar.

Kamis, 11 Desember 2014

Kumpulan Emak Blogger Tandingan

Kumpulan Emak Blogger (KEB), buat yang pertama kali dengar atau baca nama komunitas ini pasti responnya beda-beda, ada yang ngekeh sambil bilang ‘ada ya?’ , ada juga yang komentar, mau buat kumpulan emak blogger tandingan dengan kumpulan bapak blogger, dan respon-respon itu aku alami sendiri. Hihihi

Respon pertama aku alami, pas komen-komen an postingan link teman di sebuah grup blogger khusus anak Medan. Ini aku screenshot hasil komen kami :-D


Dalam hatiku, mereka komen begitu, karena belum tahu, sepak terjang KEB, kalau tahu mungkin gak komen seperti itu, ya kalau memang terwujud adanya komunitas tandingan KEB, gak apa-apa juga, Kumpulan Bapak-Bapak Blogger, malah aku mendukung banget. Akhirnya aku gak respon, mending responnya dengan aksi nyata aja #benerin bulu mata.

Respon kedua, pas menghadiri undangan untuk blogger dari sebuah restoran di Medan, jadi pas sesi tanya jawab, aku memperkenalkan diri dari dua komunitas, pertama dari komunitas blogger di Medan yang aku ikuti dan Kumpulan Emak Blogger, mau tahu respon audiens lain?, ya mereka ada yang tersenyum dan ngekeh, mungkin baru dengar, dan agak asing bagi mereka, tapi aku pede aja. Terakhir, aku jadi dikenal sama mereka, ‘Mbak yang dari Emak Blogger yah’, bahkan ada yang minta link blog aku, huwaa mendadak berasa artis.Hahaha

Pertama kali kenal KEB dari Kak Haya Aliya Zaki, ia penulis asal Medan, tapi menetap di Jakarta, aku pun minta dimasukkan ke grup facebook KEB, awalnya agak minder, soalnya kan aku belum menikah waktu itu, khawatir syarat bergabung di KEB adalah sudah menikah, ternyata Kak Haya bilang, untuk menjadi anggota KEB gak mesti sudah menikah, yang penting perempuan, hehehe.

Kak Haya menyuruhku inbox Mak Sary Melati, dan Mak Sary membalas inbox, memberitahu cara gabung di KEB, akhirnya, resmilah per Januari 2014 aku jadi anggota KEB, dan gak berasa sekarang sudah mau Januari lagi, udah hampir setahun, tapi sejak gabung, aku baru aktif di KEB 5 bulan terakhir, selebihnya jadi silent reader terus, ternyata setelah gabung, coba promosi link blog setiap kali posting new entry, eh emak-emaknya banyak yang respon, yang selama ini blogku jarang ada yang komen, kali ini jadi banyak yang baca dan komen, kemudian, aku juga sudah merasakan manfaat gabung di KEB, September lalu menghadiri press conference Aku Anak Sehat, 2014 dari Tupperware di Medan dan infonya itu dari KEB. Dari press conference itu, aku bertemu dengan Mak KEB lain yang stay di Medan, ternyata ada Mak Windi Teguh dan Mak Annisa Fitri Rangkuti, huwaaa, senangnyaaa.

Sebenarnya untuk di Medan sendiri, member KEB gak banyak, selain dua mak yang aku temui tersebut. Mungkin karena itu juga KEB di Medan, antara eksis dengan tidak, jadi wajar juga yak banyak yang asing dengan KEB hehehe, tapi gak apa, yang penting tetap nge blog, setujuuu?

Sekali lagi, aku senang bisa menjadi bagian dari keluarga besar KEB, karena nyaman, feels like home, sesuai dengan welcome statement di halaman website resmi KEB ‘Selamat Datang di RUMAH EMAK-Sebuah Rumah (grup) untuk menjalin persahabatan dan memfasilitasi semua perempuan yang suka nulis, ngeblog atau sekadar curhat online social media , untuk saling memberikan inspirasi, berbagi karya dan ide-ide positif sehingga bisa menjadikan tulisannya sebuah karya yang bermanfaat.


Lagi pula, aku merasakan sekali rasanya jadi Istri Rumah Tangga yang memutuskan untuk full time house wife, praktis menghabiskan waktu hampir di rumah, dan aku pikir dengan menulis, nge-blog, bisa mengurangi rasa jenuh, bahkan membaca postingan blog dari Emak lain, aku merasa dunia gak sekecil my production room hahaha *gayaa*, membaca pengalaman jalan-jalan, cerita hikmah, resep masakan, informasi kece, tips tips oke, give away give away kereen, semua dah bisa jadi bahan nge blog.

Saluuut buat para emak yang sesibuk apapun tapi komitmen buat nge-blog, bahkan ada yang sehari atau dua hari habis lahiran udah nge blog, hihihi, lagian apa susahnya ya sekarang, serba mudah, nge blog pun sudah bisa di layar smartphone 5 inci .

Berkah berlimpah dari Allah untuk Mak Mira Sahid *aamiin*, founder KEB , yang pada tanggal 18 Januari 2012 (bentar lagi ulang tahun nih yeee) , pertama kali membuat laman group facebook Kumpulan Emak Blogger, dan dalam 1 hari, member grup mencapai 100 orang, dan kini sudah terdata 1.732 member. Semoga keberadaan KEB semakin berkah dan bermanfaat untuk perempuan Indonesia.



Info lengkap KEB bisa cek di websitenya, disana juga ada bagaimana cara bergabung di KEB.

Mom, girl, happy blogging, yeaaa ^0^