Minggu, 17 Agustus 2014

Sudahkah Kita Bersahabat dengan Bencana?


Dua ujian yang paling sukar di dalam hidup ini ialah: KESABARAN untuk menunggu waktu yang sesuai, dan KEBERANIAN untuk menerima apa saja yang akan dihadapi (anonim)

Sahabat, sebuah istilah untuk menyatakan status pertemanan tingkat tinggi, yang diukur dari tingkat kedekatan, sudah sangat saling mengenal secara mendalam. Namun bagaimana pula bila status ini kita sandingkan dengan yang namanya bencana, adakah akan lekat bersahabat? Sementara seringnya bila bencana datang, hanya kesedihan yang ia sisakan?

Saking seringnya Indonesia dilanda bencana, Indonesia sampai dijuluki Negeri Seribu Satu Bencana. Adalah sangat melelahkan fisik dan batin bila terus saling menyalahkan terhadap siapa dan apa yang menyebabkan bencana, seperti seolah tak ada pilihan, bersahabat menjadi satu-satunya pilihan, melawan pun bukan solusi, ada yang kekuasaannya melebihi kita manusia yang hanya butiran debu ini di alam semesta. Yang Maha Kuasa. Allah.

Untuk menjadi sahabat bencana yang baik, mari berkenalan sejenak dengan istilah bencana. Bencana, menurut UU No.244 tahun 2007, adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam, maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Lebih lanjut tentang bencana, secara umum, bencana terbagi dua, yaitu bencana alam, tentang bencana jenis ini tentu tidak bisa terlepas dari posisi geografis Indonesia yang memang berada pada jalur ring fire of pacific (cincin api pasifik), sebuah jalur yang terdapat 128 lebih pegunungan api aktif dan itu membentang dari seluruh pulau besar di Indonesia, dan mengalir sekitar 150 sungai, belum lagi Indonesia juga terletak pada pertemuan 3 lempeng, (lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik) dari pertemuan ini terdapat 13 wilayah di Indonesia yang berisiko terhadap gempa tektonik dan tsunami.

Bencana alam yang ada, belum lagi termasuk, bencana alam yang disebabkan tangan manusia, seperti penebangan pohon di hutan sembarangan, pembakaran hutan dengan sengaja oleh oknum tak bertanggungjawab demi proyek membuka lahan baru. Lalu, bencana alam seperti angin puting beliung, banjir, juga kerap melanda Indonesia, dan juga pemanasan global, Indonesia juga kena dampaknya, dilihat mulai tidak teraturnya siklus antara musim hujan dan kemarau.   

Untuk jenis bencana alam saja di Indonesia sudah sangat banyak, belum lagi ditambah dengan bencana sosial yang diidap Indonesia yang hingga kini masih menjadi PR pemerintah dan kita semua, apalagi kalau bukan bencana kemiskinan, kelaparan, konflik antar suku dan agama, bencana korupsi di pemerintahan, serta bencana sosial lainnya.

Sebagai kalaedoskop dalam setengah tahun 2014 saja, Indonesia sudah kenyang dengan dihadapkan berbagai bencana, baik  alam maupun sosial. Adapun flashback bencana alam di awal tahun 2014, yakni bencana alam banjir yang melanda Jakarta dan Manado, lalu gempa bumi di Kebumen, sesekali tercatat gempa dengan skala kecil di Aceh, serta bencana alam meletus Gunung Sinabung dan Gunung Kelud. Kehilangan nyawa dan kerugian materi sudah pasti ada.

Sedangkan untuk bencana sosial yang terjadi di awal tahun 2014 juga tak kalah meriah bahkan terkadang membuat nyesek di dada, diantaranya: ditangkap sejumlah koruptor dan terkadang tertangkap kamera wajah sumringah mereka seolah rasa bersalah itu telah mati, lalu aneka tindakan anarkis yang terjadi baik itu di kalangan masyarakat bahkan pelajar, serta sikap arogansi dan apatis masyarakat terhadap sekitar itu masih kental sekali, ah entahlah Indonesiaku.

Meskipun begitu mari pelan-pelan kita berbenah, segera sadar diri, seperti yang disampaikan Ebiet G. Ada dalam syair lagunya, Berita Kepada Kawan:

Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang

Bagaimana Cara Bersahabat dengan Bencana?

Dari awal tulisan ini pembaca terus disajikan pertanyaan, ya, terkadang dengan pertanyaan, seseorang yang ditanya tersebut akan lebih kontemplatif, sehingga setiap kita diminta untuk autokritik.

Bersebab rangkaian bencana yang terjadi bukan karena Allah hendak menguji kepada satu manusia, tapi semua makhluk ciptaanNya yang mendiami bumiNya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. 29 : 2 – 3)” 

Dan masih banyak sejuta hikmah yang bisa kita ambil dari tanda atau pesan yang Allah sampaikan lewat bahasa bencana, bisa jadi itu ujian, agar kita bisa naik ke tingkat kehidupan yang lebih berkelas, atau bentuk rasa sayang Allah dan menjadikan bencana sebuah alat untuk mengingatkan agar kita lebih peduli lagi dengan alam, lebih bersyukur nikmat.

Berguru pada Warga Jepang dan Gaza

Adapun, bila kita dihadapkan pada bencana alam, berbagai respon kita munculkan, dan itu spontan, mulai dari histeris, menangis, terdiam, pingsan, panik serta emosi lainnya. Belum lagi media khususnya televisi akan memasang musik latar, biasanya syair dari lagu Kabar Kepada Kawan – Ebiet G. Ade, agar mendukung suasana semakin sedih dan galau, ditambah lagi potongan-potongan gambar ekspresi korban bencana alam yang penuh pilu dan tatapan kesedihan. Mungkin masih ingat peristiwa Tsunami tahun 2004 yang melanda Aceh, setiap hari tayangan menyayat hati wara-wiri di televisi, informasi nomor rekening bantuan juga segera disebar. Itulah fenomena respon masyarakat Indonesia pasca bencana.

Namun, berdasarkan pengalaman Euis Fauziah di mailing list pembaca asma nadia pada Kamis 17 Maret 2011 menuliskan bagaimana respon masyarakat Jepang pasca bencana alam yang sudah seperti hal biasa saja bagi mereka.

Euis sempat mengira bahwa respon warga Jepang akan seperti respon warga Indonesia, maka sesaat bencana terjadi, Euis menyetel TV untuk menunggu musik latar ala Ebiet G Ade diputar, lalu cuplikan gambar korban bencana, dan info rekening donasi, dan dugaan Euis tak satu pun terbukti, di stasiun-stasiun TV Jepang, pasca bencana, jangan harap media elektronik menyajikan perayaan kesedihan dengan memutar musik latar, diselingi video klip para korban bencana bahkan info rekening donasi, yang disiarkan TV justru, lanjut Euis dalam tulisannya:

1.    Peringatan pemerintah terhadap rakyatnya untuk tetap waspada
2.    Pemerintah menghimbau seluruh rakyatnya untuk bahu membahu hadapi bencana, termasuk permintaan untuk hemat listrik.
3.    Pemerintah juga meminta maaf karena akan dengan terpaksa melakukan pemadaman listrik terencana
4.    Media juga aktif menyampaikan tips hadapi bencana alam dan menginformasikan  nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi dalam 24 jam
5.    Cepat dalam pengiriman tim SAR menuju daerah bencana
6.    Mendokumentasikan warga dan pemerintah yang bekerja sama menyelamatkan warga yang terkena bencana. Mereka sangat sigap dan di Jepang, nyawa itu sangat bernilai.
7.    Pemerintah juga kerap mengobarkan semangat kepada warganya dengan tenang dan tidak emosional: ‘Mari berjuang bersama-sama menghadapi bencana, Mari kita hadapi’ ( istilah resmi yang dipakai pemerintah dalam mengobarkan semangat warganya dengan kata ‘Norikoeru’ yang bila diterjemahkan arti harfiahnya: menaiki dan melewati sepenuh hati) *wuidih daleeemm*

Selain itu Euis masih dalam catatan pengalamannya menuliskan bahwa potret para warga yang terkena bencana itu terus saling menyemangati seperti ada yang cari istrinya dan belum ketemu, ekspresinya galau maksimal, tapi tetap tenang dan tidak emosional, lalu disemangati oleh seorang nenek yang berada di tempat pengungsian, ‘Gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de’ (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah!)

Subhanallah, seolah olah hanya kata SEMANGAT yang mereka punya untuk tetap bertahan dan lanjutkan hidup pasca bencana dan ditinggal oleh orang terkasih.  

Lain di Jepang lain pula di Gaza. Hampir sebulan Gaza digempur oleh Israel sepanjang Juli dan awal Agustus 2014. Dan bencana di Gaza bukanlah bencana alam melainkan bencana kemanusiaan, menyaksikan gambar hasil bidikan pahlawan informasi yang turun langsung ke daerah konflik sangat mengiris hati. Hampir seluruh korban adalah anak-anak.

Dibalik bencana tersebut, pun warga Gaza tetap optimis hadapi hidup. Mungkin kita tidak sanggup hidup di penjara terbesar di dunia itu. Rasa aman mahal sekali disana.

Sepanjang yang kita saksikan di media, yang ada di Palestina hanyalah kesedihan, namun, dalam buku Antologi yang berjudul Membalut Luka Gaza ‘Perjalanan Para Dokter dan Relawan untuk Mengembalikan Senyum Palestina’ pada halaman 8 dibuka dengan terjemahan dari sambutan DR. Midhaad Abbas, Direktur Jenderal Hubungan dan Kerja Sama Internasional Departemen Kesehatan Palestina.
‘Anda mungkin heran, mengapa kami masih bisa tertawa dan merasa bahagia, mengapa kami masih terus menjalani hidup seperti ini, tidak memilih untuk mengungsi? Karena dalam hidup ini hanya ada dua pilihan bagi kami: hidup bahagia di dunia atau wafat dalam syahid untuk surga. Kami menjadikan hidup ini sesederhana apa adanya’. 
Selain mempersiapkan mental hadapi sahabat kita ‘Bencana’, hal lain seperti informasi mengenai tanda-tanda bencana ataupun cara menghadapinya juga harus kita tahu, data-data penting seperti berkas, hendaknya di scan lalu di email sehingga bila suatu saat kita tak sempat menyelamatkan berkas-berkas tersebut, setidaknya bukti scan-nya tersimpan aman dalam email.

Sekali lagi, Yuk, saatnya kita bersahabat dengan bencana.
Semoga bermanfaat, dan tulisan ini saya tutup dengan kutipan dari sinetron Para Pencari Tuhan Jilid 8

Hidup ini apa sih? Kita hanya hidup dari satu takdir ke takdir yang lain. Kita gak minta hidup ini, tapi Allah yang berikan. Mbok ya dijalani sajalah, dengan menjalani perintahNya dan menjauhi laranganNya 

NB: Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Kebencanaan http://www.tdmrc.org/id/lomba-menulis-kebencanaan

Rabu, 23 Juli 2014

The Liebster Award Pertamaku


Hehey, gak nyangka dapat giliran The Liebster Award juga T_T #kirain selama ini gak ada yang mau kenalan sama Nurul #nangis guling-guling :D #lebay amat. Surprise itu saya dapat di hari Selasa siang, 17 Juni 2014 dari Mbak Lani Vitri. Terimakasih Mbak, #haru
Tentang Liebster Award, pertama kali saya baca kok mirip nama hewan laut yang mirip udang tapi dalam versi besar :D *hayoo tebak, apaan?* Lobster hihihi X_X ternyata aku salah T_T. Kata ‘Liebster sendiri aslinya berasal dari Bahasa Jerman yang artinya, Yang Tersayang.

Nah, The Liebster Award sendiri adalah sebuah penghargaan yang dibuat untuk para blogger supaya saling mengenal dan semakin merasakan aura dan manfaat nge blog. Gimana caranya supaya dapat penghargaan ini? #eciyeee



Pertama, mestilah punya blog dolo :D yang kedua, nah ini dia ni, di LA ada tiga aturan main lengkapnya baca situs ini aja yah, hehehe http://wordingwell.com/the-liebster-award-the-official-rules-my-first-blog-award-and-a-few-personal-secrets-revealed/ .
Di komunitas Kumpulan Emak-Emak Blogger, kita pakai aturan Liebster Award yang ini nih:
  1. Membuat postingan tentang award ini di blog
  2. Ucapkan terimakasih pada yang memberikanmu award dan sertakan back link ke blognya.
  3. Share 11 hal tentang kamu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan kepadamu.
  5. Pilih 11 blogger yang  menerima award darimu dan beri mereka 11 pertanyaan tentang hal yang ingin kamu ketahui dari mereka.
Hokeeh, langsung aja kita masuk ke poin 3, berikut adalah 11 hal tentang saya:

1.       Nama saya Nurul Fauziah *mana tau ada yang belum kenal :D* boleh dipanggil Uul, Nyunyun, Zee, Nurul, Rul asal jangan dipanggil Nur
2.      Saya adalah muslimah blasteran, blasteran Padang dan Sunda *hahaha* tapi belum pernah ke Sumedang sampai sekarang T_T *semoga suatu saat nanti* #menatap langit
3.      Punya hobi baca buku, beli buku, numpukin buku, nyampul buku, resensi buku, minjem buku (kadang-kadang, hihihi *pencitraan banget*) dan mesti bawa buku kemana-mana walau cuma 1 di dalam tas, kalau gak bakal dilanda kebosanan yang nyata *apa coba?*
4.      Baru aja nerbitin buku nikah #eaaak *pengantin baru ceritanya* hihihi, sekarang lagi serius nulis novel, resensi buku dan ikutan lomba menulis serta hantu Give Away
5.      Pemakan segalanya yang halal, kecuali petai dan jengkol, gak suka makanan yang terlalu pedas, sedang-sedang ajah :D paling doyan makan Soto, Es Krim,  Coklat dan Buah-buahan, minumnya paling doyan Jus Alpukat dan Air Putih *jiaaahh udah kayak di warteg aja ini* :D
6.      Adapun yang paling dibenci di dunia ini adalah bila keinjek nasi dan nonton film horror  >.<
7.      Paling suka dikasih kejutan yang membahagiakan dan dikasih kado, makanya kadang hobi ikut undian undian berhadiah hihihi , kemudian menang dan dapat kiriman hadiah dari Abang Tukang Pos #eeaak
8.     Punya misi keliling Indonesia dan Dunia, Jilbab Traveller wanna be
9.      Terobsesi sekali dengan costplay Sailormoon, suatu hari pengin make tapi yang versi Sailormoon Hijaber mungkin :D
10.    Quote yang paling disuka: Man Jadda Wa Jada
11.   Aroma yang klasik itu adalah harum bau tanah kering yang dijatuhi hujan dan aroma rumput yang baru dipangkas hmmm…

Next, Saya akan jawab 11 pertanyaan dari Mbak Lani ^_^

1.       Cita-cita pertama banget waktu kecil, ingin jadi apa dan kenapa?

Ingin jadi guru, karena hobi mengajar adik-adik saya, nah mereka jadi murid saya, mereka murid percobaan saya
  1. Jajanan Indonesia favorit tapi yang udah jarang banget ditemui, adakah? Kenapa suka?
Es tong tong, *eh, es tong-tong ya namanya?* saya lupa, bentuknya es-nya petak, kemudian pegangannya itu lidi :D , dan rupa es nya adalah kacang hijau atau kacang merah yang dibekukan, hmm nyummy
Jajanan lainnya adalah mayong, ini makanan orang India, jadi zaman saya kecil, penjual mayong langganan kami tiap sore adalah seorang nenek keturunan India, mayong itu dimakan dengan kelapa dan taburan gula :D
3.      Buku bacaan zaman kanak-kanak/remaja yang menginspirasi/berkesan banget sampai sekarang, adakah dan kenapa?

Kalau zaman kanak-kanak yang paling berkesan itu cerpen di Majalah Bobo, judulnya Bola-Bola Kesepian, berkisah tentang seorang anak perempuan yang selalu sendirian di rumah sementara kedua orangtua-nya bekerja, jadi suatu hari ia mengisi harinya dengan membuat kue yang diberi judul Bola-Bola Kesepian.

Kalau bacaan zaman remaja yang paling berkesan, novel 101 Dating Jo dan Kas yang ditulis Asma Nadia, hahaha, sangat berkesan. :D

4.      Apa objek wisata dalam negeri terunik yang ingin banget dikunjungi tapi belum kesampaian?
Objek wisata terunik yang ingin banget dikunjungi, Sabang, Belitung dan Raja Ampat, itu :D semoga kesampaian, aamiin

5.      Menurut Anda, blogwalking itu penting nggak dan adakah blog yang senang dikunjungi? sebutkan kalau ada!
Tentang blogwalking, sebenarnya gak punya waktu khusus untuk blogwalking, blogwaking akan saya lakukan bila ingin baca judul postingan blog yang menarik, kemudian terdampar disana, dan ninggalin komen, biasanya juga nge-blogwalking demi memenangkan teman yang lagi ikutan kompetisi dan itu diundi berdasarkan komen yang terbanyak, saya insyaAllah bantu hihihi

Lalu, keuntungan blogwalking lagi dan meninggalkan komen, para blogger yang baca blog kita, mana tau ada juga yang ngunjungi blog kita dan hal itu bisa membantu menaikkan traffic blog kita hehehe.

Blog yang paling senang dikunjungi itu adalah blog fashion dan blog travelling ^_^

6.      Blogpost terfavorit di blog Anda sendiri yang mana, kenapa, dan sertakan link-nya.


Ini postingan saya terbaru, saya suka karena, saya totalitas posting foto perjalanan disini dan lucu-lucu hahaha
  1. Acara favorit televisi, selain sinetron/drama korea, apa? di stasiun tv mana?
Berhubung tivi saya rusak, jadi untuk memfavoritkan salahsatu program acara tivi atau stasiun tivi agak susah hahaha. Adapun dulu saya suka Global Tv yang menayangkan film-film box office ^_^
  1. Pernahkah ikut acara kopdar para blogger atau ketemu blogger yang sebelumnya cuma dikenal lewat blog? Kalau pernah, bisa tolong diceritakan?
Pernah, waktu itu nama acaranya Bloglicious 2012, di acara tersebut mengundang blogger kece asal Makassar seperti Pak Amril Taufik Gobel, kemudian blogger medan yang terkenal dengan akun twitter-nya Kuliner Medan, dan blogger asal Bandung, Fikry Fatullah. Kalau untuk kopdar dengan blogger yang kenal lewat blog sebelumnya belum pernah, ingin datang waktu itu belum sempat. Dan sekarang, senang sekali Blogger Medan Community aktif lagi, jadi para blogger medan ada paguyubannya dan semoga lebih bermanfaat.
  1. Suka ikut Giveaway di blog, atau sudah pernah menang? Share dong kesannya.
Sukaaa, Alhamdulillah sudah ada yang menang, kayak yang satu ini,
Yang ini juga 
http://zee-flp.blogspot.com/2013/11/menovelkan-perjuangan-panjang-sebuah.html
Dan yang terbaru ini 
http://zee-flp.blogspot.com/2014/06/8-strategi-taklukkan-hati-pria.html
Belakangan ini jarang juga ikut Give Away, tapi sekarang InsyaAllah akan eksis lagi, habisnya envy sama Kak Haya Aliya Zaki , hahaha yang Queen of Give Away deh :D
10.  Gambarkan sedikit tentang kota asal Anda, tunjukkan keistimewaannya!

Medan, ibu kota dari Provinsi Sumatera Utara, dulunya adalah pemasok tembakau terbesar di Indonesia, dan sekarang jadi pemasok Kelapa Sawit. Pusat sejarah kota Medan itu ada di Lapangan Merdeka dan sekitarnya (Kantor Pos, Gedung London Sumatera, Bank Indonesia, Hotel Inna Dharma Deli ) adapun pusat kerajaan ada di daerah Jl. Brigdjen Katamso, disana ada Istana Maimun lalu tak jauh dari situ ada Masjid Raya Al Ma’shum Medan.

Medan itu kota yang ditinggali berbagai etnis masyarakat, Alhamdulillah aman sentosa dalam hidup berdampingan. Medan juga kaya akan kulinernya, paling terkenal itu Bika Ambon (heran juga sih, seharusnya kan nama kulinernya Bika Medan hahaha)

Medan juga unik di alat transportasi publiknya, disini masih beroperasi yang namanya Sudako (opera sabun kami bilang, atau angkot kaleng hahaha) dan juga ada becak baik itu becak mesin dan dayung. Kalau ke Medan, cobain yah angkotnya :p *macam disuruh nyoba apa gitu yak :D*

Lalu yang unik dari Medan adalah bahasa anak Medan, hihihi, contohnya: raun-raun, cak, yoda, dll
  1. Sebagai blogger, cita-cita apa yang belum tercapai?
Yang belum tercapai itu, membuat akun blog saya menjadi dotcom yah dotcom :D lalu terdaftar di Network ID, kemudian ikutan Google Adsense, terus blog saya ditawari untuk pasang iklan, wew, nyummy, semoga someday yah ^_^ aamiin. Lagi-lagi karena nge-blog itu happy \^0^/
Hmpphh, ngerjain ini hampir seharian hahaha, sekarang saatnya poin ke 4 yaitu, mencolek 11 blogger yang dapatkan Liebster Award dari saya, yuhuuu:
1.       Mak Shona Vitrillia
2.      Mak Maysarah Bakrie
3.      Mak Riawani Elyta
4.      Mak Shabrina WS
5.      Mak Ade Oktaviyari
6.      Mak Rezita Agnesia
7.      Mak Fardelyn Hacky
8.     Mak Sri Efriyanti
9.      Mak Naqiyyah Syam
10.  Mak Nurul Asmayani
11.   Mak Siti Maryamah
Dan inilah 11 pertanyaan yang para Mak cantik dan kece harus dijawab yeaa:
1.       Kenapa nge-blog dan kapan memulai nge-blog?
2.      Siapa/Apa dan atau Dimana yang menjadi inspirasi untuk dituliskan di blog?
3.      Apa quote paling disukai dan kenapa?
4.      Sebutkan 5 benda / alat / sesuatu yang menemani saat nge-blog, dan Kenapa?
5.      Kalau blogwalking, blog apa yang paling senang dikunjungi? sebutkan link bila ada.
6.      Apa pendapat teman/sahabat/pasangan hidup/keluarga/fans #eh :D , tentang blog Emak?
7.      Menurut Emak, kapan waktu terbaik Emak untuk nge-blog, pagi/siang/sore/malam, kenapa?
8.     Apa objek wisata ter-kece di daerah tempat tinggal Emak yang wajib dikunjungi?
9.      Bagaimana Emak menghadapi deadline saat mengikuti Give Away? Share pengalamannya dong Mak?
10.  Sebutkan 3 Film favorit Emak yang berkesan sampai sekarang, Mengapa?
11.   Sejauh ini, manfaat apa yang Emak peroleh dengan nge-blog?
Akhirnya selesai juga ya Allah T_T, nah buat para Emaks, salam kenal dan selamat meneruskan tongkat estafet Award ini yah, Happy Blogging!

Senin, 07 Juli 2014

Acar Ikan Nila Ala Emakku

Perasaan Mei 2014 lalu aku masih nyantai aja di kamar dengan segudang bukuku :D dan gak mikir mau masak apa hari ini, ya bila lapar aku tinggal beli lauk saja, gak perlu repot-repot masak.

Namun, itulah ya kan, tak ada yang bisa prediksi akan jadi apa kita besok, seminggu, sebulan, setahun yang akan datang. Dan siapa sangka akhir Juni 2014, udah berubah aja statusku, Istri ya Istri. Ah status mulia ini luarbiasa ternyata yah.
Nah, tiga hari kemudian, masuklah bulan Ramadhan, eaaa ini adalah Ramadhan pertama dengan suami #uhui, dan seminggu tak terasa terlewati, keberadaan Bapak dan Mak Mertua sangat membantuku yang masih new bie hihihi terutama soal masak :D. Sebenarnya aku gak parah kali lah dalam masak memasak, secara udah dua kali menang lomba masak geto loh di zaman kuliah dolo #eaaa , selain itu aku juga rajin bantu nenek masak, ya meski diteriakin nenek dolo baru aku ngacir ke dapur hihihi soalnya hobi kali mengeram di kamar bersama laptop dan buku-buku -_-“ #amppuun ya nek :D
Sekarang kena nyaho nya aku kan T_T, seminggu Ramadhan, tetiba emak mertua harus pulang kampung #aarrrghhh, dan akulah yang gantikan peran emak, biasanya berbagi tugas, aku bagian cleaning service  #hahaha, nah Emak bagian Kitchen , dialah Master Chef kami #hihihi. Dan sekarang emak mau pulkaam?. Panik lah aku T_T tapi tetap cooldan pasang tampang cantik, padahal dalam hati *emakku mana emakku, resep masakan praktis mana resep masakan praktis*
Akhirnya, sehari setelah emak mertua pulkam, hari Minggu, aku dan suami pergi mengunjungi emak, selain minta dibontotin menu bukaan #hihihi aku juga minta kasih tahu resep masakan dan kucatat saat itu juga. Salahsatunya adalah Acar Ikan Nila ini. Emang sih googling aja bisa,tapi gak tau kenapa, lebih percaya sama Emak aja daripada om google tentang resep masakan andalan keluarga, secara Emak udah ahli menyiapkan makanan untuk kami sejak puluhan tahun lalu :D untuk rasa, porsi, semua itu sudah pada takaran pas, bersebab itu aku nge-fans sama masakan emak, sangat ^0^
Berikut resep Acar Ikan Nila ala Emakku:
1 Kg Ikan Nila dipotong menjadi empat atau tiga potongan
Kunyit sebesar setengah telunjuk (memandang telunjuk sendiri yang imut :D kira-kira aja yah, maklumlah, resep Emak aneh aneh ukuran bahannya)
Kemiri 2 buah
Jahe 1  cm (ini kata emakku, ya gak juga bawa-bawa penggaris ke dapur, :D yang jelas seujung telunjuk jahe juga udah oke, jangan kebanyakan jahe juga, ntar pahit T_T)
Bawang putih 4 siung (iris)
Bawang merah 2 siung (iris)
Cabe rawit ½ ons
Bawang merah kecil ½ ons ( dibiarkan bulat gak diiris)
Air cuka ½ sdt
Kelapa separuh ( tiga kali peras, santan kental dimasukkan terakhir)
Cara membuat:
Bersihkan ikan nila, beri perasan air jeruk nipis, kemudian goreng. Setelah ikan nila digoreng, saatmya kita membuat kuah acarnya yah.
Haluskan bumbu (jahe, kunyit, kemiri dan bawang putih) bawang merah yang diiris tadi untuk tumisan.
Siapkan santannya yah, 3 kali peras, santan kentalnya kita masukkan terakhir. Oh ya untuk santan, akan lebih mengurangi koleksterol bila saat meremas santan menggunakan air hangat.
Saatnya memasak:
Tumis bawang merah, masukkan bumbu yang sudah kita haluskan tadi, masukkan bawang bulatnya dan cabe rawitnya kemudian santan, setelah mendidih masukkan ikan, lalu santan kentalnya, diaduk secara perlahan jangan sampai pecah santan yah, kemudian masukkan 1 sdt cuka. Pastikan garamnya udah kamu masukkin yah, :D ntar hambar pula :P, masih terus diaduk sampai tidak pecah santan dan mendidih. Dan tarraaa…acar ikan nila siap disantap. Hmm nyummy…
Adik iparku dan ayah mertua serta suami pada namboh-namboh makannya :D :D :D Bahagia itu ketika masakan kita disukai seluruh anggota keluarga, senangnyaaaa…
Selamat mencoba yah, kalau udah masak, bolehlah agak diantar juga ke rumah, serantang pun jadi #kabooorrr \(^0^)/
Sampai jumpa ditulisan resep masakan andalan Emakku yang lain ya *_*