Selasa, 11 September 2012

Ini Idolaku, Mana Idolamu?


Zaman sekolah dulu, sepertinya setiap anak sekolah sepakat untuk mempunyai idola, entah itu dari kalangan artis, penyanyi, sampai kepada idola yang paling standar yakni Ibu dan Ayah sendiri yang diidolakan.
Aku punya ibu yang usia kami sebaya, karena dia anaknya nenek makanya secara silsilah aku harus memanggilnya ibu. Ibuku ini pas masih sekolah dulu sangat menggilai Aaron Carter, penyanyi pop nan ganteng asal Amrik sana, adiknya Nick Carter, personil BSB Band, sampai ia bercita-cita bersuamikan Aaron Carter, aku sih gak yakin, tapi aku tipe orang yang gak tega membunuh semangat orang, ya sudah aku aminkan saja :D. Apa yang tidak ia ketahui tentang Aaron, semuanya dia tahu, mungkin apa yang tidak Aaron tahu tentang dirinya, ibuku malah tahu *deuuu…segitunya*
Tingkah ibuku ini pun seperti orang yang punya idola *lah, kan ceritanya memang tentang idola, PLAK! X_X*, jadi segala tentang Aaron dia punya, mulai dari poster yang ia kumpulkan dan sebagian ditempel di dinding kamar, koleksi kasetnya, semua lagunya dia hapal, berita-berita Aaron di majalah, pokoknya tentang Aaron dia kliping dah. Aku aja lihatnya sampai mikir begini, kok bisa ya? :D. Kita disini mati-matian mikirin dia, eh dianya mah malah hepi, asyik berkarya, terus melejit bak roket, nah loh, kita? Benar kata Agnes, Cinta gak ada logika :D.
Nah, aku pikir sebagian remaja sekarang sebelas duabelas lah dengan yang dilakukan oleh ibuku. Lalu bagaimana dengan idola sahabatku yang satu ini. Berkat dia, aku jadi lebih menyadari bahwa aku dikelilingi oleh orang-orang yang unik.
Sebut saja namanya Rina. Aku dan Rina serta beberapa teman yang lain sepakat menjelajah Kota Siantar dalam 2 hari, termasuk mengunjungi Taman Hewan. Ah, terakhir kali ke kebun binatang setahun lalu, waktu itu di kebun binatang di Bukittinggi.
Sore itu ramai sangat, walau sudah banyak pengunjung yang pulang tapi suasana taman hewan masih saja ramai. Sepertinya bukan kami yang menonton para hewan tapi hewan yang menonton para pengunjung hihihi. Taman Manusia dan Hewan jadi berasa beda tipis.
Ah, layaknya kebun binatang ala Indonesia, tak lepas dari sebaran sampah yang merata, pembagian BLT belum tentu semerata ini :D. Di kandang buaya, sampah wadah mie instan, botol plastik, bungkus kacang, aarrgghh…sampai kapan
masyarakat mau sadar akan kebersihan? Ckckckc. Mau protes juga nih buat Pak Rahmad Shah, pengelola Taman Hewan, sirkulasi udara kurang bagus, apakah karena lebatnya hutan buatan yang dirancang sehingga menjadikan lokasi lembab, segala bau jadi satu termasuk bau kotoran hewan, atau memang kondisi waktu itu sedang padat pengunjung sehingga setiap orang berebutan O2.
Setelah keliling-keliling, tibalah kami ke lokasi para primata, ada orang utan, simpanse, monyet pantat merah. Buat aku sih biasa aja, tapi nggak buat Rina. Waktu itu aku sudah lelah melihat koleksi Taman Hewan dan mengusulkan untuk pulang saja dan aku mengajak Rina untuk menyudahinya menatap orang utan.
Sesampainya di ujung tangga yang menuju jalan keluar. Rina bilang padaku bahwa dia sudah 8 tahun tidak melihat orang utan. Dan dia, dia, dia, Dia menangis saudara-saudara, cuma liat orang utan doang? Ya ampun, apa yang telah Orang utan lakukan pada temanku Rina, selama ini? *gak lucu aja, jika kasus ini sampai ke pengadilan, ya kepada Orang Utan silahkan sampaikan pembelaan Anda, apa benar yang dikatakan Bu Rina? :D*
emprorerfaisal.blogspot.com

Melihat Rina yang berkaca-kaca karena menangis haru melihat Orang Utan, aku dan kawan-kawan ketawa setengah mati. Bahkan aku record, *kumat usilnya*. Gubrak, deh Rin, cantik-cantik eh mengidolakan orang utan, anak yang aneh.
Malamnya sebelum tidur, Rina buat pengakuan.
Semenjak melihat Orang utan, penyakit narsis saya tidak kumat lagi, *berasa iklan klinik apaaa gitu* :D
Bagi Rina, Orang Utan itu sesuatu, tapi bagi Syahrini, Alhamdulillah ya sesuatu *apaan sih, abaikan Syahrini, kembali ke Orang Utan*. Ya sesuatu. Rina dengan antusias menceritakan kenapa ia kagum kepada Orang utan.

‘Matanya itu Ul, matanya’, sambil menatap langit-langit kamar aku mencoba mengkhayalkan menatap mata Orang Utan
‘Emang kenapa dengan matanya Rin?’
‘Matanya, poloossss banget’
Aku: @#@@%@%@^##%^^&
‘Udah gitu, Ul, telapak tangannya, telapak tangannya haluuusss banget, cobalah sentuh’

Seketika, aku mulai khawatir dengan Rina, dalam hati, aku Cuma bisa bilang, apakah kau baik-baik saja, Rin?’
‘Ul, suka binatang apa?’
‘Kelinci’ jawabku
‘Ul, binatang yang kita sukai itu ada kaitannya lo dengan karakter kita, gak tau kenapa bagi Rin, Orang utan itu binatang yang berwibawa dan bijaksana. Rin mengidolakan Orang utan sejak SMP dan baru kali ini dipertemukan kembali. Saking sukanya sama Orang utan, Rin sampai ngumpulin semua berita tentang Orang utan, kalau ada gambar Orang utan di Koran langsung Rin gunting dan Rin tempel di dinding kamar, ada juga yang Rin kliping. Rin sampai pernah kepikiran buat jadi sukarelawan untuk Orang Utan, tapi waktu itu biaya keanggotaannya mahal banget, maklum anak sekolah, akhirnya Rin, cuma bisa mengaguminya dari jauh, Rin pengen banget gendong anak Orang utan, ah matanyaaaa…polos berkaca-kaca, itu yang buat Rin nangis semalam’
Ah, Rina…kenapa kau harus bernasib seperti ini?
Hihihi, lebay jijay kali aku ya. Tapi itulah kisah Rin yang mengidolakan Orang utan, bagi teman-teman yang punya akses ke Orang utan, apalagi aktif sebagai sukarelawan Orang utan, secara Orang utan sudah hampir punah di hutan Kalimantan, karena terus diburu demi ekspor impor Orang Utan atau demi kelancaran dalam proses pembalakan hutan liar, boleh tahu pengalaman teman-teman, berharap juga bisa membantu mewujudkan mimpi sahabat saya, Rina, untuk menggendong dan berfoto dengan bayi Orang utan. :D
Jadi, apapun idolanya, lagi-lagi… sing: Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika.












Minggu, 02 September 2012

Mirror Mirror : Kisah Snow White yang Tak Biasa

-->
“Mirror mirror in the wall who’s the prettiest in the world?”, masih ingat dengan kalimat tersebut?. Ya, kalimat itu bukan mantra apalagi resep dokter :D. Saat masih ‘unyu unyu’ saya sudah beberapa kali nonton kisah tentang snow white entah itu versi Walt Disney ( yaeyalah secara WD lah perusahaan produksi film pertama yang memfilmkan kisah snow white),nah versi WD banyak lagi, ada yang kartun ada juga yang diperankan oleh manusia.

disneydreaming.com
Kali ini kisah klasik putri salju tampil ke layar bioskop dengan format yang berbeda. Tahun 2012 saja, ada dua film yang diadaptasi dari dongeng Snow White. Mirror Mirror (Maret, 2012) dan Snow White and The Huntsman (Juni, 2012). Tapi, saya hanya membahas Mirror Mirror, karena saya sudah nonton filmnya, dan saya ingin membagi pengalaman nonton saya dengan Anda.

Buat saya, tidak ada ide yang original, yang ada bagaimana kita meng-originalkan ide kita, maksudnya kita adalah manusia sang makhluk peniru ulung, ide boleh sama, tapi sudut pandang terhadap ide tentu beda. Inilah yang ada di Mirror Mirror walau diadaptasi dari dongeng klasik yang dikarang oleh Brothers Grimm ( Jacob Grimm dan Wilhelm Grimm) pada 1937 silam, tapi dikemas beda oleh sutradara Tarsem Singh.

Perbedaan Demi Perbedaan
Biasa kalau kisah-kisah dongeng putri dan pangeran itu klise banget ya kan?, ada putri yang punya ayah seorang Raja namun beribu tirikan Ratu yang jahat kemudian Raja wafat, negeri dalam keadaan carut marut kemudian putri dengan kebaikan hatinya menunggu keajaiban bahwa akan datang seorang pangeran yang akan menyelamatkannya putri dan negeri, kemudian pangeran melawan ratu jahat, ratu kalah dan putri dan pangeran pun menikah dengan iring-iringan kereta kuda putih dan tebaran bunga dimana-mana.
Hahaha

Stop…Stop
Jangan khayal cerita Mirror Mirror bakal seperti itu, semua serba terbalik. Ada beberapa adegan yang asli jauh banget dengan kisah-kisah dongeng putri dan pangeran yang pernah ada:
1.      Kurcaci dalan Snow White adalah kurcaci yang baik hati, tapi dalam Mirror Mirror, kurcacinya adalah kumpulan kurcaci perompak, jadi pekerjaan sehari-hari mereka jadi perompak.
2.      Untuk membalaskan dendam ke Ratu Jahat, Snow malah belajar ilmu bela diri pada para kurcaci dan Snow membalas kebaikan kurcaci dengan memasak makanan yang enak.
3.      Di Mirror Mirror yang menyelamatkan Putri bukan pangeran tapi terbalik, putrid yang menyelamatkan pangeran. Jadi ada adegan dimana Pangeran dikasih ramuan jatuh cinta sama Ratu Jahat, namun Ratu malah salah kasih ramuan yang dikasih malah ramuan cinta agar anjing peliharaan suka sama majikannya. Jadi, untuk menghilangkan pengaruh sihir itu, Snow harus mencium pangeran. Hahaha
4.      Terus pas adegan Ratu Jahat mengamuk, jadi ceritanya Snow dan pengeran lagi serta kurcaci lagi berdiskusi di dalam rumah kurcaci, tiba-tiba Ratu mengamuk di hutan karena pangeran yang dia suka malah lari dan bertemu Snow. Mengetahui hal itu Snow lalu keluar dengan belatinya dan mengunci pintu rumah kurcaci sambil berkata ‘Biar aku saja yang melawan Ratu’. Pangeran dan kurcaci pun bingung, aku pun bingung HAHAHA. Akhirnya pintu rumah didobrak gak tega dong ngeliat Snow berjuang sendiri, berkali-kali di dobrak tetap gak kebuka, eh belakangan baru salahsatu kurcaci ngaku bahwa ia pegang kunci. Gubrak! Jadi acara mendobrak tadi buat apa HAHAHA.
5.      Endingnya lebih mengejutkan lagi, biasanya cerita makan memakan apel kan diawal kisah tu, tapi kisah memakan apel dibuat sutradara di akhir film, tapi yang makan malah Ratu yang sudah tua mirip mak lampir karena kekuatan kecantikan abadinya telah hilang. Apel pun dimakan Ratu dan lenyaplah Ratu seketika. Kemudian entah darimana bergema suara kerincing mirip nada lagu India, eh mereka malah menari dan menyanyi ala India di Istana. Gubrak! Wajah aja sih secara sutradaranya dari India :D


Beberapa hal yang aku suka dari film Mirror Mirror:
1.      Kebiasaanku kalau nonton film gak terlepas dari menyimak gaya pakaian para pemainnya, dan salut buat sutradara Mirror Mirror yang berhasil menciptakan suasana klasik dan didukung dengan pemilihan kostum yang keren gila. Huwaaa…aku pengen banget pakai baju ala putri gitu yang roknya kembang karena dibentuk oleh rangkaian rotan mirip sangkar burung.

collider.com
toonaripost.com



2.      Settingnya itu loh, gelap tapi gak begitu memberikan kesan ‘gothic’.
3.      Pilihan para pemainnya, Lily Collins, matanya, alisnya, bentuk wajahnya yang klasik serta kulit putihnya yang kayak salju mendukung banget dah kalau dia jadi Snow White,coba aku? HAHAHA jadi pemeran labu aja dah syukur banget #PLAKK. Acting Julia Robert biasanya yang protagonist tapi difilm ini dia berhasil bermain antagonis, gak nyangka Julia bisa jahat juga ya :D
jotzoom.com


Mirror Mirror, high recommended banget buat ditonton :) Next, daku review film yang lain lagi yaaa ^_^

wired.com








Bidadari Penyebar Undangan Pernikahan

-->‘Dek, tolong bantu sebarkan undangan ini ya, mungkin kakak bakal gak sempat lagi buat keliling’

Aku menatap tumpukan undangan berwarnakan kulit terong sambil berpikir bahwa hal ini akan menjadi hal yang seru dan ternyata memang benar seru.
Sejak amanah itu diberikan padaku di hari Minggu, mulai membentang peta rumah yang hendak dituju untuk dibagikan undangan. Jadilah empat hari ini aku dan temanku bergerilya menyebarkan undangan.
Alasan kenapa aku terima tawaran untuk membantu sebar undangan, tidaklah muluk-muluk, insyallah tulus murni untuk membantu. Itu saja. Namun, sebenarnya ada alasan lain sih, teringat tulisan Jamil Azzaini, ‘Kalau mau dapat jodoh, ya, sedekah yang berdekatan dengan seputar perjodohan. Misalnya, kamu membuatkan undangan teman kamu yang mau menikah’. Hehehehe…
Sebagian undangan sudah disebar dan hari ini hari terakhir penyebaran undangan. Sisa dua undangan lagi yang belum diantar. Pertama, aku ke kampus tempat dimana Mb Win bersemayam :D. Ternyata Mb Win tidak sendiri ada teman obrolnya, yakni Bu Ros.
Sebaik aku sampai, Mb Win langsung punya ide tebak-tebakan.
‘Bu Ros, coba tebak dia kelas berapa’, sambil melirik lucu ke arahku
AKU??? *deg deg an menanti jawaban seperti apa yang akan keluar dari mulut Bu Ros*
‘SMP, ya? ’ jawab Bu Ros sekenanya
Me: -_-“
 ---- Abaikan percakapan di atas, bad ending banget. Langsung ke inti persoalan :D--------
By the way, Mau tahu gayaku pas menyodorkan undangan?
‘Mbak, datang ya!’ sambil menyorongkan undangan ke arah Mb Win dan tak lupa pasang wajah akting seolah akulah yang punya hajat :D padahal cuma kurir doang hehehe
‘Wah, undangan siapa ni? Nurul ya?’ seru Mb Win dengan wajah berbinar binar
Cihuy, aktingku berhasil :D *Dalam hati*
Selanjutnya, aku mengakui segalanya bahwa itu undangan Bang Fad … Bla … Bla
Cerita punya cerita, eh Bu Ros, teman ngobrolnya Mb Win malah mulai mengarahkan cerita ke pernikahan.
Bu Ros cerita tentang pengalaman dia bertemu dengan jodohnya. Bila diceritakan ulang, kita bisa menggelar tikar, seduh kopi dan makan ubi bakar di halaman belakang sambil cerita :D.
Inti sari dari cerita Bu Ros hari ini adalah:
1.      Bahwa orang yang menikah, butuh dua tahun untuk beradaptasi dengan kehidupan pernikahannya.
2.      Jika sudah menikah dan terjadi percekcokan, jangan sekali-kali sang istri mengadu pada orangtuanya, tapi mengadulah pada orangtua suami begitu juga sebaliknya bila istri susah diberi tahu, suami mengadulah pada orangtua istri.
Terus, apa lagi ya? Itu saja point yang aku dapat dari obrolan siang tadi.
Kemudian, aku melanjutkan perjalanan ke Barat untuk mengambil Kitab Suci, eh tunggu dulu, berasa opening  cerita Sun Go Kong deh -_-. Aku melanjutkan perjalanan ke kantornya Bu Rutma. Sekilas Ibu Rutma kayak ibu-ibu *emang ibu-ibu kaleeee* Ibu Rutma orangnya asik :D
Lihat Bu Rutma seolah melihat aku di usia dia yang sekarang, mungkin bila aku sudah memasuki masa se-usianya, sebelas dua belas kami mirip. Awet mudanya, cerianya, cara menjalani hidup, ah mirip aku banget J, serius. Terkadang begitu ya kan, interaksi kita dengan banyak orang tidak menutup kemungkinan kita bertemu orang yang dari segi sifat, gaya bicara, gaya jalan, sikap, kita seperti melihat diri kita sendiri.
Awalnya tidak nyangka pertemuanku dengan Bu Rutma bakal selama itu, satu jam setengah kami ngobrol dan yang diobrolin sudah melewati ruang dan waktu, alias yang dibicarakan itu masa lalu hehehe. Lebih gak nyangka lagi Bu Rutma bakal seterbuka itu, ekspresif banget hehehe dan dia tidak segan berbagi pengalamannya dalam menjemput jodoh.

Sebelum lupa ini dia point nasihat dari Bu Rutma:
1.      Patuhi orang tua. Kelihatannya klise banget ya, tapi beneran deh, orangtua selama masih ada, kita kudu hormati dia, dengerin baek-baek nasihatnya. Insyallah urusan kita akan dipermudah sama Allah.
2.      Isi masa penantian dengan kegiatan yang positif.
3.      Kata orang, pernikahan itu seperti bermain judi. Ibu tidak setuju dengan pernyataan itu. Percayalah, wanita yang baik untuk pria yang baik begitu sebaliknya. Bila nanti ada rumah tangga yang goyah, coba lihat bisa jadi ada cara yang salah saat kita menjemput jodoh kita, misalnya sampai melawan ortu karena gak dapat restu, atau sudah ‘pegang’ sana sini sebelum halal :D , jangan sampai ya terjadi T_T
4.      Apalagi yah hal yang paling kuingat dari nasihat Bu Rutma *mikir sambil makan dodol*, oh ya, Bila kita telah menikah, ingat bahwa harta suami adalah harta emak dan bapaknya juga, jadi jika suami membelikan sesuatu, misalnya pakaian, satu untuk ibunya dan satu untuk istrinya, pastikan ibu suami harus memilihnya dahulu baru sisanya adalah punya istri .
5.      Kemudian Jika mertua ke rumah dan dia suka sama sesuatu, jangan kamu menolak untuk memberinya. Bila ibu mertua suka sama sandal istri, langsung saja berikan, meski sang istri sukaaa banget sama sandal itu, toh sandal bisa dibeli lagi, tapi bukti kepatuhan kita pada orangtua kapan lagi diwujudkan selain memberikan apa yang kita punya. Ingat mertua kita sudah menjadi orangtua kandung kita juga. Menyenangkan hati orangtua kan pahala juga, besaaar banget pahalanya
Ah, efek silahturahmi itu besar banget ya? Senangnya ada yang mau berbagi cerita dengan kita, hati menjadi seluaaasss langit di angkasa dan belajar dari pengalaman merupakan harta yang berharga euy ^_^
Mau tahu banyak tentang pernikahan dan kamu punya twitter, bisa follow @TweetNikah, daku bukan adminnya tapi followers sejati hehehe sukaaa banget sama twit-twit tentang nikah yang diposting adminnya dan ada tema tertentu yang dibahas seputar pernikahan.

Oke, sampai jumpa di tulisan berikutnya yah. Bidadari Penyebar Undangan pamit dulu


kawanimut.com