Minggu, 16 Oktober 2011

HOME SWEET HOME

             Ada sebuah idiom bahasa inggris yang sudah sangat familiar di telinga kita, home sweet home, rumahku syurgaku. Selain itu grup band Last Child juga mengungkapkan hal yang sama tentang rumah disalah satu syair lagu mereka …yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah. Aku juga pernah baca quote dari sebuah buku, bahwa keluarga atau rumah adalah tempat persinggahan yang aman, nyaman dan hangat setelah berjibaku dengan hiruk pikuk hidup yang bising. Perasaan itulah yang aku rasakan ketika hendak promo Gue Gak Cupu di Binjai Supermall. Dua hari sebelum hari H-alias hari Heboh, aku sudah heboh buat ngajakin teman di pers kampus tempat sehari-hari aku nongkrong *anak nongkrong nih ye*, memang beberapa ada yang respon, dan cukup meyakinkanlah untuk bisa rombongan bareng diriku ke TKP. Selama dua hari aku heboh sana sini, termasuk teriak-teriak di fesbuk, twitter *cara bilang twitter, meniru gaya fitrop*, ym, semua deh, dan termasuk mengajak fotografer Dinamika buat menyertaiku, si Upphy Murphy. Dia aku ajak buat mengabadikan momen-momen disana…hehehe thanks berat ya Phy :D.

            Hari Heboh itu pun tiba, segala teman yang sudah berjanji bakal mengikuti perjalanan sang bidadari mempromosikan bukunya segera ku hubungi, namun apatah yang kudapat, mereka pada broken their promise *cintalaura.com* kecuali my fotografer Uphyy…”aku padamu yeah”., Ya sudahlah pikirku, memang lebih baik pergi sendiri, aku takut kalau tetap memaksa mereka ikut, kesannya aku egois banget. Ternyata kehebohan aku mau promo sudah tercium oleh ibu dan nenekku serta si kecil mencicil suka nulis pake pencil—Azizah. Dan memang aku ceritakan juga pada mereka tentang rencanaku ini, aku pun tak memaksa mereka buat pergi, karena biasanya mereka sudah punya agenda masing-masing ketika hari Minggu. Pasrahlah ceritanya.

            Dibalik muffin ada kismis, eh ibuku ternyata ingin ikut, karena perjalanan dari awal aku rencanakan pergi pagi supaya bisa naik kereta api, kalau naik kereta api sore nanti bakal telat sampai TKP.  Antusias ibuku menular juga ke nenek yang pagi itu sedang iseng-iseng bakar sampah, mendengar aku mau naik kereta api ke Binjai, nenekku langsung terkejut dan menjatuhkan segala sampah yang dia pegang di kiri kanan tangannya, mulutnya membelalak eh terperangah *adegan ini cuma ada di khayalanku saja hehehehehe, maafkan cucumu ini, Nek :D*.

            Perjalanan imutku beserta keluarga yang amat mendadak ini, aku persiapkan dengan membeli beberapa cemilan sederhana di pasar. Aku beli setengah kilo kacang arab buat cemilan di atas kereta api. Sedangkan nenekku, mau tau dia bawa apa saudara-saudara???, yah dia pikir aku promo GGC sekaligus piknik di mall, sehingga dia bawa sebotol gede air minum beserta cangkir plastiknya, serantang nasi yang belakangan kami ketahui nenek lupa membawa lauk pauk teman makan nasi kami saking terburu-burunya hehehhehhe, dan pisang tanduk yang direbus nenek secara ekspress hanya 15 menit.

            Jam pun menunjukkan 11.30, sedangkan kereta dijadwalkan berangkat pukul 12.15, jadilah siang itu, kami dilanda syndrome hurry up, berasa mirip  film Home Alone ketika keluarga Culkin heboh luar biasa mempersiapkan liburan natal dan mengejar waktu takut ditinggal pesawat, masing-masing sibuk dengan urusannya, nenek dengan pisang rebus yang sedikit lagi matang, aku dengan GGC ku sibuk beretorika mempersiapkan penamilanku nanti di depan audiens, si kecil mencicil suka nulis pake pencil--Azizah dengan sepatunya susah buat dia pakai sepatu sendiri dan ibuku masih mematut-matut diri di depan kaca alias masih mau ganti kostum. *dipercepat aja ya adegannya…*

           Sampailah kami di depan gerbang rumah  dan bersiap-siap memanggil becak mesin, “bla..bla…bla…bluppbh…bluppphh…6ribu, deal”, kira-kira begitulah ibu dan nenekku tawar menawar dengan abang becak. Salahsatu kelebihan tukang becak di Medan adalah ‘hajar bleh’, lampu merah pun tak kompromi, dalam sekejap mata, akhirnya menjejak juga di stasiun kota Medan.

            Aku dan Ibuku langsung menuju loket, wadoh sudah jam 12.00 *kalau di dongeng-dongeng jam 12.00 adalah jam nya berubah…berubah jadi labu, jadi sapu dan jadi bau…bwahahah*. Alhamdulillah, masih ada tiket Medan-Binjai untuk kami. Rp.3000 cing, wisata murah meriah.

            Bagi  si kecil mencicil suka nulis pake pencil—Azizah, naik kereta api adalah pengalaman pertamanya, mamahnya sudah mempersiapkan antimo supaya si kecil mencicil suka nulis pake pencil—Azizah gak mabok, wuih dia excited banget. Ibu dan nenekku juga kali pertama naik kereta api Srilelawangsa Medan-Binjai hasil nego pemko Medan dengan perusahaan KA untuk membuat program KA nyaman, aman, bin bersih. Senangnya melihat wajah keluargaku yang ceria. :D.

             Nah, temans, ketika begitu banyak teman yang kau ajak untuk menghabiskan waktu bersamamu, ketika itu pula mereka mendadak punya acara masing-masing, maka disaat yang sama, keluargamu, mereka yang terdekat denganmu selalu siap untuk menemanimu kemana saja, kapan saja, dimana saja kau mau. I love my family sooooo muchhh *peluk nenek, ibu, dan si kecil mencicil suka nulis pake pencil--Azizah  erat-erat*.



-to be continued…catatan perjalanan promo GGC di BSM belum kelar ciiinggg-

#catatan 14 Februari 2011

GUE GAK MARAH

            Judul di atas bukanlah sikuel dari bukuku yang pertama—Gue Gak Cupu-- *padahal niatnya mau promosi* hahaha, judul di atas adalah judul yang pas untuk tulisan renyahku kali ini, mau tau serenyah apa?...Let’s cekidot!
            Seorang bijak pernah mengatakan bahwa, ‘Jika seseorang berbuat kesalahan pada kita, cari 1001 alasan untuk memaklumi dan memaafkannya, bisa jadi disaat yang bersamaan dia sedang punya masalah lebih besar dari yang kita punya dan itu yang membuat dia linglung bin bingung sehingga peluang berbuat salah lebih besar, entah itu terhadap diri sendiri atau orang lain’.
            Sometimes, menjadi angkoters seperti aku ini membuatku selalu punya cerita untuk diceritakan, seperti biasa malam itu sepulang mengajar aku pulang naik angkot *lagi2 cerita kali ini terjadi di angkot*. Tumben angkot yang kunaiki sepi penumpang, tapi tak apa, malah lebih nyaman ketimbang desak-desakan di dalam angkot. Sepanjang jalan kenangan situasi masih aman terkendali, sampai disebuah persimpangan, ada sesosok pria bertopi, tubuh proposional, mengenakan busana casual dan memegang bungkusan plastic. Dia menyetop angkot, lalu naik terburu-buru hingga sikunya menyenggol lengan kiriku, jadi ceritanya tulang lawan tulang nih, suakitnya minta ampun *seperti judul lagu hahahaha*. Aku yang saat itu jiwanya lagi senang girang, tiba-tiba disenggol dan sakit pula…hadeuh kepala rasanya sudah bertanduk, kuping dan hidung sudah mulai berasap, di satu sisi pengen marah dan di sisi lain menahan sakit, dobel deh sakitnya. Saat menyenggol sikut ku dia cuma bisa bilang ‘Ups’!...karena aku malas bereaksi yang berlebihan walau dalam hati pengen meledak, akhinya ku tahan dan aku cuma bisa ngambek bin manyun. Tak berapa lama, baru beberapa detik yang lalu si abang ini mendudukkan pantatnya di dalam angkot, eh dia minta diturunkan. Ternyata oh ternyata dia tidak sendiri kawan-kawan…


            ‘Woi, naik kau!’
            ‘Gak, Jalan kaki!’
            ‘Oh, melawan pulak kau’!
            ‘Bentar ya bang’!
            Pria itu pun turun dan mendekati seorang wanita hamil –aku rasa hamil tua deh—udah gede gitu perutnya, dengan menggandeng seorang anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun disampingnya.
            Wah, kalo aku nangkepnya gini, ini pasti suami istri yang lagi bertengkar, si istri merajuk dan tidak mau membersamai suami untuk pulang naik angkot. Kasihan T_T. Bang supir, karena berharap banyak penumpang jika mereka bertiga naik, bang supir pun melambatkan laju angkotnya…eh ditunggu-ditunggu (tau lah kalau wanita hamil dah merajuk, susah banget membujuknya) *deuhh…si penulis macam pernah hamil n merajuk aja nih hahahahaha*  keluarga kecil yang sedang dilanda prahara itu pun tak jua naik angkot, akhirnya bang sopir memilih melanjutkan perjalanan, sedangkan aku? *tanduk di kepalaku mulai menyusut, asap di telinga dan hidungku mulai hilang alias gak jadi marah lagi*. :D
            Kalau aku marah pun, emang dia bakal mendengarkan? Ya nggak lah, wong dia sendiri juga lagi ada masalah. So, dari peristiwa sederhana ini aku kembali terhujam dengan quote  yang pernah aku baca bahwa…Jika seseorang berbuat salah, carilah 1001 alasan untuk memaklumi dan memaafkannya, karena setiap kita membawa kemana-mana masalahnya di hari itu, intinya berbuat baiklah kepada semua orang. ^_^. Gimana temans, siapkah untuk tidak marah hari ini?, ya marah lah pada tempatnya hehehehhe .
            Met Beraktifitas. Salam Gue Gak Marah dari Penulis Gue Gak Cupu…yuhuuuu…..!

#Catatan 15 Mei 2011

Selasa, 11 Oktober 2011

LOMBA MENULIS DAN AKSI KEMANUSIAN MILAD FORUM LINGKAR PENA SUMUT VIII



Nama Kegiatan           : Milad FLP Wilayah Sumatra Utara VIII
Tema                              : FLP For Charity

Saatnya buat kamu yang suka menulis…
Saatnya buat kamu yang suka berkompetisi…

Tuangkan ide-ide kamu…
Yang brilian, yang keren, yang memiliki banyak hikmah, tapi harus sesuai “tema”
Yup, sebab pada milad kali ini FLP SUMUT mengusung tema FLP FOR CHARITY. Kamu harus mengangkat tema “KEMANUSIAN”
Rangkaian Acara:

·         Talkshow kepenulisan bersama sastrawan Sumut dan Jakarta
·         Lomba menulis cerpen
·         Lomba cipta puisi
·         Lomba majalah dinding tingkat SMU
·         Lomba resensi antologi puisi “NUUN”
·         Atraksi sejuta pena
·         Bazar buku
·         Donor darah dan sunat massal.

KETENTUAN LOMBA:

  •   Lomba Menulis Cerpen

  1.  Peserta adalah pelajar dan mahasiswa yang disertai dengan  KTM atau KTP
  2.  Tema cerpen “Kemanusian”
  3. Panjang tulisan antara 5 – 10 halaman kwarto, 1,5 spasi dengan huruf Time       New Roman dengan ukuran 3 cm (kiri,kanan, atas dan bawah)
  •   Lomba Cipta Puisi

  1. Peserta adalah pelajar dan mahasiswa yang disertai denga KTM atau KTP
  2. Bentuk puisi bebas asal mengacu pada tema lomba
  3. Setiap peserta hanya mengirimkan 2 puisi terbaiknya
  •  Lomba majalah dinding tingkat SMU / SMK sekota Medan
  1. Tim Redaksi yang diikutkan dalam Lomba Mading Tingkat SMA/SMK sekota    Medan merupakan delegasi dari SMA/SMK di wilayah Provinsi Sumatra Utara
  2. Delegasi dari sekolah dapat berjumlah satu tim atau lebih (maksimal 2 tim).
  3. Tim Redaksi berjumlah maksimal 5 orang tidak dibatasi jumlah laki-laki dan perempuan.
  4. Majalah Dinding saat final dibuat ketika lomba berlangsung (on the spot). Peserta diperkenankan untuk membuat naskah dari sekolah masing-masing dengan tema “Sastra Untuk Kemanusiaan”
  5. Rubrik yang harus ada pada majalah dinding adalah Laporan Utama, Profil, Laporan Khusus, Artikel, Puisi, Resensi, Tajuk Rencana, Salam Redaksi, Foto- foto pendukung dan Karikatur.
  6. Waktu pengerjaan lomba adalah 4  jam dimulai pukul 09.00 hingga pukul 13.00 pada tanggal 20 November 2011 di Taman Budaya Sumatra Utara.
  7. Kriteria penilaian meliputi kesesuaian tema dengan isi, bobot isi lomba, artistik, kekompakan dan kerjasama tim, reader interest, dan bahasa yang digunakan.
  8. Semua alat dan bahan yang digunakan pada saat lomba disediakan oleh peserta.
  •  Lomba Resensi Antologi “Nuun”
  1. Buku yang diresensi adalah kumpulan puisi FLP SUMUT “NUUN”
  2. Panjang resensi minimal 2 halaman A-4,1,5 spasi, TNR 12  dan semua marjin 3 cm.
  3. Bagi yang belum memiliki bukunya, dapat membeli di sekretariat FLP

Ketentuan Umum : 

  1. Peserta mendaftar pada panitia dengan membayar kontribusi Rp 10.000,-/orang. Untuk Mading Rp. 20.000,- / kelompok
  2. Karya orisinil dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis
  3. Peserta tidak berlaku bagi anggota FLP dan perseorangan yang pernah menjuarai lomba sejenis tingkat nasional
  4. Tidak boleh mencantumkan identitas di lembar karya. Biodata lengkap dibuat pada lembar terpisah (nama, alamat, telp., email dan sebagainya)
  5. Naskah rangkap dua dan dimasukkan dalam amplop tanpa mencantumkan nama, cukup jenis lomba pada sudut kiri amplop.
  6. Penyerahan naskah dimulai dari tanggal 17 Oktober 2011, paling akhir tanggal 06 November 2011 ke sekretariat FLP SUMUT  Jl. Sei Delli No. 18 Y Gg. Sauh, Medan, pukul : 10.00 – 16.00 WIB
  7.  Diambil 3 orang pemenang utama
  8.  Hadiah bagi pemenang berupa tropy , piagam penghargaan, bingkisan menarik.  
  9. Naskah yang masuk menjadi milik panitia
  10. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada milad FLP Sumut tanggal 20 November 2011
  11. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

Hayooo, cepetan kirim! Waktu terbatas!

 Contact person :
Abdi ( 083198912465)
Ririn (085270165789)
Cipta (08196041898)


Me and Sheilabook


Dear blogger…aku puallling senang dapat hadiah #tergantung isi hadiahnya juga, klo isinya bom TNT, granat, dkk, heheheh aku nolak deh =D. Karena kesenangan aku inilah, aku selalu berjodoh dengan satu kata ‘Kuis’ atau ‘Lomba’, kalo sudah membaca dua kata itu atau yang sejenisnya, hal lain tentu aku cuekin, lomba atau kuis itu akan aku telusuri lebih dalam lebih dalam dan lebih dalam #etdah dah kayak Romy Rafael aja nih =D. Baiklah…lama kali pun pendahuluannya, capcus yuuukkk…
Kalau tidak salah pengumumannya begini, peserta kuis diminta untuk mengomentari novel terbarunya Triani Retno—penulis produktif abad ini =D, I’m her big fans. Smile, Aku Naksir Kamu, begitu judul novelnya. Oh, segera saja aku meluncur ke bukusheila.blogspot.com. Dan, aku pun turut memberi komentar tentang novel Mbak Eno yang terbaru, meskipun belum punya novelnya, yang penting niat ikutin kuis ya cuma satu, dapat hadiah hehehehe, nta ntu hadiah payung cantik, gelas cantik, atau novel cantik, daku ikhlas dah ^_*.

Tips pertama, sebelum komen, baca dulu synopsis novel yang akan dikomen.
Tips kedua, masih sebelum ritual komen mengomen, baca dulu komentar teman-teman yang telah memposting komennya terlebih dahulu. Hehehehe
Tips ketiga, tiriskan #loh, knp mirip tips memasak mi instan ya? =D, yang ketiga ya langsung komen dong, gimana sih yang nulis blog ini =D
Here this my beautiful comment:
Hayhayhay...senyum pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda :). Siapa yg gak klepek2 dpt senyum dari si Mr. Smile bin ganteng bin caem bin cakep smwnya dah, wajar aja si sofie klepek2, hmm...pada akhirnya sofie berani gk ya nyatain perasaannya ke mr. smile? penasaran? biasanya kan cewek tipe si sofie, langganan patah hati, gara2 telat nyatain perasaan eh tau2 si charming udah ada yg punya sedetik sblm yg gebet dia nyatakan cinta *plaakkk...pengalaman pribadi buukk @_@.
Lebih penasaran lagi, apakah detektif Lea tugasnya hanya sampai mencari identitas si Mr. Smile? ato malah si Lea yg belakangan jg pnya rasa ke Mr. Smile ato? aarrggghhh...kudu beli nih novel, penasaran gelaaakkk sama endingnya :)*sambil jambak2 boneka teddy bear

Setelah hari mengomen sedunia itu berlalu, ya sudah daku pun berlalu, ndak peduli menang atau kalau, ikut kuisnya saja daku mah dah senang pisan. Sebulan berlalu, masuk September. Suatu hari di awal-awal September tralalala, iseng-iseng buka blog, karena memang mau posting catatan perjalanan, eh ndak taunya baca di chat box dari Sheila, aku diminta meluncur ke blognya Sheila Book, and the favourite comment is... Zee hehehehe. Sebenarnya cuma dua pemenang yang diambil tapi, karena masih suasana Lebaran, maka Sheila Book mengambil satu komen favorit dan komen itu adalah komen akuuuhhh #kumat lebay nya =D.


Senangnya bukan main saat bingkisan dari Sheila Book datang. Ini dia nih… ^_*, trims ya Sheila…rajin-rajin ngadain kuis dan hadiahnya dibanyakin lagi trus kesempatan menangnya juga yah #deuuuh, ini peserta kuis yang rakus yah hahahahah

Minggu, 25 September 2011

Arjuna Naksir Srikandi


Alkisah, Arjuna naksir sama Srikandi. Terus, ia curhat kepada seorang syeikh. Ia pun dinasihati agar ‘membeli’ impiannya ini dengan meningkatkan sedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajud. Tanpa banyak bicara, ia pun nurut.Ternyata benar! Setelah 40 hari ia berhasil mempersunting Srikandi!.
Pada malam pertama, Srikandi mengungkapkan, “Sebenarnya amat banyak laki-laki yang melamarku, Arjuna. Tapi hanya kamu yang aku terima”. Tidak mau kalah, Arjuna pun menyahut. “Sama, Srikandi. Sebenarnya amat banyak perempuan yang telah aku lamar, tapi hanya kamu yang menerima.”. Heheheheh!

Sumber: Buku ‘Percepatan Rezeki’ by Ippho Right